Sedulur Kebumen, Komunitas Perekat Warga yang Sudah Bedah 41 Rumah Tak Layak Huni
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sab, 19 Nov 2022
- visibility 4.100
- comment 0 komentar

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyerahkan bantuan dari Sedulur Kebumen kepada korban tanah longsor di Desa Karangduwur, Kecamatan Ayah, Kebumen. (Foto: Dok. Pemkab Kebumen)
Postingan ini memantik kontroversi apalagi dimanfaatkan pihak-pihak yang mencoba memperkeruh situasi. Sejumlah anggota Komunitas Sedulur Kebumen juga memberikan klarifikasi melalui kolom komentar. Mereka mencoba meluruskan opini yang seolah menggiring pada kesimpulan yang menyesatkan.
Para Kades Angkat Biacara

Bupati dan Wakil Bupati menyerahkan bantuan dari sedulur Kebumen. (Foto: Dok. Sedulur Kebmen)
Kepala Desa Argopeni Tursino pun angkat bicara meluruskan opini yang menyudutkan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto yang disebut berusaha menyuap Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat meninjau korban longsor di Kecamatan Ayah. Faktanya adalah uang tersebut merupakan bantuan dari komunitas Sedulur Kebumen yang akan diserahkan kepada korban longsor di Desa Argopeni.
“Jadi sama sekali tidak benar ada isu yang bilang Pak Bupati mau menyogok Pak Ganjar. Itu salah. Jadi yang benar itu adalah uang dari Sedulur Kebumen untuk Pak Miswan, korban longsor di Argopeni. Berhubung ada Pak Gubernur, Pak Bupati kemudian meminta agar Pak Ganjar yang menyerahkan ke Pak Miswan,” ujar Tursino, Kamis 17 November 2022.
“Masa nyuap Ganjar Rp 15 juta disaksikan banyak orang, ada wartawan, ada polisi, TNI, nggak masuk akal. Itu video yang beredar diplintir saja karena nggak suka sama Bupati,” imbuhnya.

Bupati bersama Forkopimda dan Sedulur Kebumen foto bersama di sela-sela meninjau rumah Keri Sudiyono. (Foto: Istimewa)
Tursino menganggap wajar Ganjar menolak menyerahkan uang bantuan yang mau diberikan Bupati karena bantuan tersebut memang bukan dari dirinya, melainkan dari Sedulur Kebumen. Akhirnya karena Ganjar tidak berkenan, bantuan Rp 15 juta diserahkan Bupati kepada dirinya selaku kepala desa untuk selanjutnya diberikan kepada korban Miswan.
“Jadi digambarkan di situ seolah-olah Pak Ganjar menolak diberikan uang oleh Bupati yang bahasanya “Suap”. Itu salah besar, itu cara berpikir yang ngawur,” jelasnya.







Saat ini belum ada komentar