Pawai Obor Semarakkan Peringatan Maulid Nabi di Pesantren Al Hasani
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sab, 9 Nov 2019
- visibility 3.158
- comment 0 komentar

Para santri melakukan atraksi obor saat pawai peringatan Maulid Nabi. (Foto: Darwin-KebumenUpdate)
ALIAN (KebumenUpdate.com) – Tradisi pawai obor masih terus dilestarikan Pondok Pesantren Al Hasani Desa Jatimulyo Kecamatan Alian, Kebumen. Seperti, Jumat 8 Nopember 2019 pawai obor digelar menyemarakkan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW yang bertepatan dengan 12 Rabiul Awal 1441 Hijriyah.
Ratusan santri Al Hasani bersama dengan warga keliling kampung melantunkan sholawat sembari membawa obor. Sesekali para santri terlihat melakukan atraksi menggunakan obor. Sebelum melakukan atraksi mereka doa agar pelaksanaan berjalan dengan aman yang dipimpin pengasuh pesantren Gus Fachrudin Achmad Nawawi.
Menurut Gus Fachrudin tradisi pawai obor saat peringatan Maulid Nabi Muhammad sudah dilakukan pondok pesantren secara turun temurun. “Obor merupakan simbol penerang. Nabi Muhammad telah membawa umatnya dari zaman kegelapan menuju zaman terang benderang,” kata Gus Fachrudin yang juga Ketua Pengurus Cabang Rabithoh Ma`ahid Islamiyah (RMI) NU Kebumen.
Baca Juga: Santri Kebumen Didorong Aktif Tebarkan Islam Rahmatan Lil Alamin di Media Sosial
Selanjutnya dari kegiatan itu diharapkan para santri dapat meneladani sifat-sifat Rasulullah SAW. Juga bisa menjadi penerangan bagi bangsa sebagai generasi penerus. Meski masih melestarikan budaya zaman dahulu, Gus Fachrudin meminta para santrinya tetap berpikir modern, cerdas dan melek teknologi informasi.
“Para santri harus pandai memilah dan memilih informasi. Jangan sampai, santri yang seharusnya tahu agama malah ikut membagikan informasi yang tidak benar,” ungkapnya.
Gus Fachru mengajak para generasi penerus untuk menimba ilmu di pesantren serta semangat mengaji di usia dini. Menurutnya di era millenial ini santri bisa menjadi apa saja. Bahkan banyak jabatan strategis di pemerintahan diemban oleh santri. Termasuk wakil presiden RI adalah seorang santri.
“Ilmu agama sangat dibutuhkan sekali sebagai ilmu dasar. Ketika mereka terjun di masyarakat atau di dunia politik, hingga di instansi pemerintahan, akan menjadikan landasan agama saat bertugas,” ungkapnya. (ltt)







Saat ini belum ada komentar