Breaking News
light_mode
Beranda » Entertainment » Cerita Pendek: Sepotong Cinta yang Dusta

Cerita Pendek: Sepotong Cinta yang Dusta

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Sen, 23 Jan 2023
  • visibility 5.087
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

Kartini gembira. Akhirnya ia dapat menepati janjinya bertemu dengan kekasihnya. Sore itu tanpa diantar Karjo, sopir pribadi keluarga majikannya, Kartini keluar gerbang rumah. Ia menyusuri jalan dengan senyum–senyum sendiri. Sesekali ia merundukkan kepalanya menghindari palang jalan. Seolah tak diijinkan lewat kendaraan yang berbak tinggi. Hanya sedan dan sejenisnya yang dapat memasuki palang itu, selebihnya harus berurusan dengan satpam.

Semerbak aroma deodoran dan serpihan bedak yang melapisi wajah Kartini mengubah senja menjadi semakin penuh gairah. Dengan balutan celana jeans dan di atas jingkat sendal selop Kartini melangkahkan kakinya. Di atas kepercayaan janjinya, Agus akan menjemputnya di pertigaan.

***

“Aku telah melakukan dosa. Ah, bagaimana jika kedua orang tuaku mengetahui. Oh Bapak, anakmu telah melanggar nasehatmu?” Desah Kartini dalam hati. Tapi dekapan manja tangan Agus membuat ia tak dapat menolak segalanya termasuk hari ini. Yang ada hanyalah gelora hasrat purba yang mendorong mereka terus bergumul layaknya sepasang kuda yang dilanda birahi.

“Apa kau tidak malu berhubungan denganku yang seorang pembantu, Mas?” Kartini merebahkan tubuhnya pada dada Agus.

“Aku menerimamu apa adanya.”

“Aku mulai ragu pada hubungan kita?”

“Apa yang kamu ragukan?”

“Suatu saat Mas akan meninggalkanku.”

“Itu kekhawatiran yang berlebihan.”

“Aku takut, Mas.”

“Takut apa?”

“Kau hanya mempermainkanku.”

“Aku sangat mencintaimu!”

Kata-kata itu yang membuat Kartini tenang kembali. Agus selalu dapat menenangkan hatinya yang gundah, kalut, sedih, dan marah. Setiap persoalan yang ia alami selalu saja Agus dapat menyelesaikannya. Bagi Kartini, Agus adalah curahan terakhir untuk mengadu. Ia segalanya bagi Kartini, dan semua keraguan atasnya pupus setelah bijak kata Agus menelusup batinnya.

“Tapi orang tuamu apakah akan setuju?” Agus terdiam. Ditatapnya mata Kartini dalam-dalam. Kata-kata yang demikian lancar keluar dari mulutnya seolah tersekat.

“Mereka pasti setuju. Aku sudah katakan dan mereka tak keberatan. Setelah menjadi istriku, kita akan tinggal di mana saja kau suka.”

Lagi-lagi keyakinan Kartini akan hari depannya saling terjalin membentuk gugusan cerita yang panjang dan utuh. Sepertinya ia melihat masa depan yang cerah. Masa depan seorang gadis kampung yang merantau ke kota dan bertemu orang yang menjadi tambatan hatinya. Harapan untuk masa depan adalah kewajaran dan tak berdosa memiliki harapan yang berlebihan.

***

“Mas Agus memakai uang saya dulu. Saya masih punya tabungan, dan sedang tidak membutuhkannya. Mungkin bisa membantu sedikit keperluan.” Agus menolak. Namun akhirnya setengah terpaksa menerima uang yang disodorkan Kartini.

“Dari mana kau dapatkan uang sebanyak ini?” Kartini tergagap mendengar pertanyaan yang sebenarnya ia telah duga. Ia mencoba menguasai keadaan dan mengarahkan pembicaraan ke arah lain.

“Bagaimana keadaanmu, Mas?”

“Kau belum jawab pertanyaanku, Tin?”

“Itu tabunganku yang dipinjam dan kebetulan dikembalikan. Sudahlah Mas, jangan tanya dari mana aku dapat uang, yang penting bisa menambahi kekurangan.” Tiba-tiba Kartini merasakan kepalanya mulai pusing. Agus hanya mengernyitkan dahi melihat kekasihnya muntah-muntah.

“Kamu terlalu capek Tin,”

Agus mengusap rambut Kartini. Suasana senyap. Agus terharu, Kartini dipeluknya dengan erat. Kartini menikmati pelukan itu dengan pasrah menyerahkan segala senyap untuk kekasihnya. Kamar tiga kali tiga itu menjadi saksi pergumulan dua manusia yang saling mencinta dengan definisinya masing-masing. Keharuan itu berubah menjadi panas yang menyelinap dalam benak. Maka yang terjadi, terjadilah.

Setelah malam itu Kartini dan Agus tidak saling bertemu, menjaga jarak agar kerahasiaan hubungan mereka tetap terjaga. Agus kembali dengan dunianya kampusnya dan Kartini tetap berada di rumah majikannya menghitung hari sambil membayangkan hari-hari yang dilewati. Namun setelah lama berpikir ia kembali ragu terhadap jalinan yang ia jalani bersama kekasihnya.

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemuda yang disangka melakukan persetubuhan dengan bocah di bawah umur dimintai keterangan. (Foto: Polres Kebumen)

    Wik Wik di Hotel Bareng Bocah, Pemuda Ini Dipolisikan

    • calendar_month Sel, 15 Sep 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 8.243
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Seorang pemuda dipolisikan setelah menginap di sebuah hotel di Kabupaten Kebumen bersama seorang bocah yang masih di bawah umur. Di hotel itu, pemuda berinisial FA (20) warga Desa Tlogopragoto, Kecamatan Mirit, Kebumen diduga wik wik alias melakukan persetubuhan  dengan Kencur (14) bukan nama sebenarnya, warga Kabupaten Purworejo. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu […]

  • PDI-P Kebumen Potong 3 Ekor Sapi dan 1 Ekor Kambing, Hasilkan 700 Paket Daging Kurban

    PDI-P Kebumen Potong 3 Ekor Sapi dan 1 Ekor Kambing, Hasilkan 700 Paket Daging Kurban

    • calendar_month Sel, 18 Jun 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 2.869
    • 0Komentar

    “Penyaluran hewan kurban melalui PAC (pengurus anak cabang) di lingkungan masing-masing. Ada sekitar 700 paket daging kurban yang disalurkan. Pengolahan daging kurban juga melibatkan kader partai,” lanjut ketua panitia Winani. Ikuti Imbauan Distapang Kebumen  Baik penyembelihan, pengolahan, hingga penyaluran atau distribusi daging kurban, DPC PDI-P Kebumen mengikuti anjuran dari Dinas Pertanian dan Pangan (Distapang) Kebumen. […]

  • Warga Desa Bocor Kini Punya PASEBAN untuk Ruang Diskusi dan Tarekat

    Warga Desa Bocor Kini Punya PASEBAN untuk Ruang Diskusi dan Tarekat

    • calendar_month Sen, 13 Jul 2026
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 455
    • 0Komentar

    BULUSPESANTREN (KebumenUpdate.com) – Dusun Ragayudan Desa Bocor kini memiliki ikon baru yang menyatukan sisi spiritual dan sosial masyarakatnya. Minggu 12 Juli 2026, Pendopo Gunungan resmi dibuka untuk umum melalui peresmian yang dihadiri langsung oleh Rais ‘Aam JATMAN, KH Achmad Chalwani Nawawi dan Bupati Kebumen Lilis Nuryani. Adapun pendopo ini hadir sebagai oase baru bagi warga […]

  • Tanah Desa,

    Oknum Kades di Kebumen Jual Tanah Desa Hingga Ratusan Juta? Cek Faktanya

    • calendar_month Kam, 23 Feb 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 3.755
    • 0Komentar

    “Transaksi jual beli sudah dilakukan sama salah seorang juragan genteng asal Dukuh Jimbun. Nilainya kurang lebih Rp 300 juta,” lanjutnya. Warga Merasa Tidak Pernah Diajak Rembugan Beberapa warga membenarkan bahwa NB telah menjual tanah milik desa tanpa ada rembug dengan warga. Bahkan, hasil dari penjualan tanah tersebut masuk ke kantong pribadi oknum kades tersebut. “Warga […]

  • Polisi Musnahkan 2.151 Botol Miras, Begini Caranya

    Polisi Musnahkan 2.151 Botol Miras, Begini Caranya

    • calendar_month Rab, 29 Mei 2019
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.809
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate) – Polres Kebumen memusnahkan ribuan botol minuman keras (miras) berbagai jenis dan ratusan liter ciu siap edar, Selasa (28/5/2019). Pemusnahan minuman memabukkan itu dilaksanakan usai apel gelar pasukan Operasi Ketupat Candi 2019 di halaman Mapolres Kebumen. Pemusnahan minuman haram itu dihadiri dan disaksikan anggota Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, Pramuka, ormas dan tamu […]

  • Ironi di Pesisir Tanggulangin: Dihijaukan Tapi Dieksploitasi

    Ironi di Pesisir Tanggulangin: Dihijaukan Tapi Dieksploitasi

    • calendar_month Ming, 26 Mei 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 3.910
    • 0Komentar

    “Kalau sudah ditanami, mari masyarakat juga merawat. Kegiatan seperti ini didambakan oleh warga kami karena salah satu fungsinya untuk menghalau atau mengurangi aktivitas penambangan pasir yang masih saja berlangsung,” kata Kasimin. Sementara itu menurut penjelasan Kepala Dusun IV Purwadi yang juga ketua karang taruna, pihaknya sudah sering melakukan patroli terkait aktivitas penambangan pasir ini. Ketika […]

expand_less