Pesona Golden Sunrise Gunung Prau Via Jalur Wates
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Ming, 10 Jul 2022
- visibility 14.734
- comment 0 komentar

Siluet pendaki menunggu momen matahari terbit atau sunrise. (Foto: Hari)
Naik gunung dan berpuasa mengingatkan saya akan pendakian tahun lalu, saat menemani angkatan Smanda 2021 merayakan kelulusannya dengan naik gunung Prau lewat jalur yang sama.
Ada juga momen lain ketika saya masih SMA, survei jalur kegiatan ketika bulan Ramadan, buka dan sahur di Bukit Gupakan, hingga pasang spanduk di Kedungbener dan Simpang Lima menjelang arus mudik lebaran yang kami pasang tengah malam menjelang sahur. Sepertinya beberapa tahun terakhir sudah tidak ada program seperti itu.

Tempat bermalam kami. (Foto: Hari)
Pergantian kondisi dari siang ke malam praktis membuat kami harus menyalakan lampu penerangan. Meskipun lokasi bermalam sudah dekat, namun dengan kondisi gelap maka akan membuat perjalanan sedikit terhambat.
Lalu diputuskan bermalam di atas Plawangan, sebelum Camp Cemoro Tunggal. Ini dikarenakan beberapa dari kami sudah terlalu lelah, termasuk saya sendiri.
Sebagian yang lain menjalankan Salat Magrib, sementara sisanya berbagi tugas dengan mendirikan tenda. Meskipun pada realitanya hanya beberapa yang bekerja mendirikan tenda.
Kami mendirikan 3 tenda yang saling berhadapan memanfaatkan area yang ada. Satu tenda untuk wanita, dua tenda untuk pria. Kemudian masing-masing sibuk dengan sendirinya hingga tak berselang lama semua beristirahat tidur.

Sindoro Sumbing di seberang. (Foto: Hari)
Esok paginya, beberapa dari kami bangun pukul 3.00 WIB untuk makan sahur. Suhu udara pagi itu sangat dingin. Memang beberapa hari terakhir menurut informasi, cuaca di sekitar Dieng sedang dingin-dinginnya. Bahkan pada beberapa kesempatan menyentuh angka 1 derajat Celcius.







Saat ini belum ada komentar