Komunitas Pusaka Ajak Para Ibu Susuri Jejak Sejarah Kota Tua Prembun, Ini Misinya

  • Whatsapp
Komunitas Pusaka
Peserta jelajah foto bersama area Stasiun Prembun. (Foto: Istimewa)

PREMBUN (KebumenUpdate.com) – Komunitas Pusaka (KUPU) Prembun, Kebumen kembali melaksanakan event kelimanya bertajuk “Tutur Tinular I – Sepanjang Jalan Kenangan, Minggu 29 Agustus 2021.

Komunitas Pusaka ini mengajak sebanyak 30-an peserta menyusuri jejak sejarah kota tua Prembun yang pada masa kolonial merupakan lokasi pabrik gula. Yang menarik, kegiatan ini menyasar para ibu di wilayah Prembun dan sekitarnya.

Bacaan Lainnya

Tak hanya para ibu yang antusias mengikuti kegiatan. Para remaja bahkan anak-anak juga tertarik mengikuti jelajah sejarah. Jelajah kali ini berlangsung pagi hari. Sembari berjalan santai, peserta dapat melihat secara langsung beberapa lokasi bekas pabrik gula yang masih tersisa hingga sekarang.

Mapolsek Prembun yang dahulu menjadi Kantor Administrateur Remboen Suicker Fabriek (1891-1933) atau pabrik gula Prembun menjadi titik awal penelurusan.

Baca Juga: Jelajah Pusaka Prembun, Telusuri Jejak Sejarah Pabrik Gula Remboen

Gedung ini sempat pula menjadi markas Tentara PETA serta Kantor Kependudukan Sementara (kantor kabupaten) pasca Perjanjian Renville (1947-1948). Salah satu fakta menarik, Jenderal Ahmad Yani dan Jendrral Sarwo Edie Wibowo pernah bertugas di tempat ini.

Titik kunjungan berikutnya ialah SMP Negeri 1 Prembun yang dahulu merupakan gedung Kamar Bola atau “Societeit” nya Suicker Fabriek Remboen. Kemudian Stasiun KA Prembun serta deretan rumah loji yang dahulu menjadi rumah dinas para pegawai pabrik gula.

Perjalanan berakhir di bekas rumah dinas kepala pabrik gula Remboen yang saat ini menjadi tempat tinggal Kepala Desa Prembun Slamet Suharno.

Meneruskan Kisah
Komunitas Pusaka
Peserta antusias mengikuti jelajah pusaka. (Foto: Istimewa)

Ketua KUPU Prembun Cahyo Widiatmoko menjelaskan bahwa kegiatan ini menyasar para ibu dimaksudkan agar mereka dapat meneruskan kembali kisah sejarah yang ada di Prembun kepada anak-anak mereka.

“Kita sadar bahwa ibu memiliki kesempatan paling besar untuk bercerita kepada anak. Dengan mengikuti kegiatan ini kami harapkan para ibu dapat melestarikan sejarah lokal lewat kisah tutur kepada putra-putrinya,” jelasnya.

Baca Juga: Angkat Potensi Heritage Prembun, KUPU Pamerkan Jejak Sejarah Kota Gula

Salah satu pendiri komunitas ini, Fajar Elyas menuturkan bahwa tujuan akhir kegiatan ini adalah agar para peserta dapat tutur tinular atau menyebarkan kisah ke sanak saudara demi mempertahankan sejarah desa sendiri.

“KUPU hadir untuk mengajak warga menggali, mendokumentasikan dan menghargai sejarah wilayah kita sendiri,” pungkas Elly.

Pos terkait