Breaking News
light_mode
Beranda » Travel » Serunya Belajar Geologi Sambil Rekreasi di Kawasan Karst Gombong Selatan

Serunya Belajar Geologi Sambil Rekreasi di Kawasan Karst Gombong Selatan

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Sel, 16 Feb 2021
  • visibility 4.986
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

KAWASAN Karst Gombong Selatan selain menyimpan berbagai aset geologi dan ekologi juga memiliki potensi sebagai destinasi wisata berbasis alam dan petualangan.

Biro Wisata Milangkori menangkap peluang itu dengan menggelar paket wisata yang bertajuk Geofuntrip, sebuah kegiatan yang memadukan unsur edukasi dengan rekreasi dan petualangan di tengah alam.

Seperti Minggu, 14 Februari 2021, Milangkori mengadakan wisata Geofuntrip yang keempat. Kegiatan kali ini berlokasi di perbukitan karst sisi timur, tepatnya di Desa Rogodadi, Rangkah dan Adiwarno yang masuk wilayah Kecamatan Buayan.

Sendang Pelus Jadi Destinasi Pertama
Geofuntrip

Peserta Geofuntrip saat berjalan menyeberangi sungai. (Foto: dok. Milangkori)

Trip diikuti 34 peserta dari berbagai kelompok usia yang berasal dari Gombong, Kebumen, Yogyakarta bahkan Jakarta.

Dengan menggunakan kereta wisata, rombongan dibawa ke destinasi pertama, yaitu Sendang Pelus di Desa Rogodadi. Sendang ini merupakan mata air karst yang masih terjaga hingga saat ini. Di sana peserta ditemui oleh Bu Sukini, penjaga sendang sekaligus perawat belasan ekor pelus yang menghuni sendang dan ruas sungai di bawahnya.

Perjalanan berlanjut ke Desa Rogodono, kawasan penambangan batu kapur yang dilakukan penduduk setempat. Di lokasi ini peserta mendapat penjelasan lebih detail tentang terbentuknya perbukitan karst, jenis batuan dan fungsi ekologis kawasan ini.

Hadirkan Dua Narasumber Kompeten

Dua narasumber didatangkan khusus untuk sesi ini, Pak Munajat kandidat doktor dari IPB dan Mas Deffry, peneliti Balai Informasi dan Konservasi Kebumian Karangsambung (BIKK) LIPI.

Sesi yang paling menantang sengaja ditempatkan di bagian akhir. Peserta diajak melakukan treking sungai dengan medan yang cukup menantang. Di salah satu bagian bahkan diperlukan tali pengaman mengingat kontur tebing yang cukup curam.

Beberapa peserta cukup bersusah payah melewati rute ini sehingga memerlukanbantuan tim dan peserta lain. Namun gelak tawa dan teriakan penyemangat menjadikan suasana semakin seru.

Lelah dan tegang terbayar ketika peserta sampai di Kedung Gong, sebuah ceruk kecil dengan air terjun bertingkat. Jika semula hanya anak-anak dan remaja yang berani terjun ke air, akhirnya peserta dewasa pun tergoda menikmati kesegaran air.

Salah satu peserta, Sianty Dewi mengungkapkan kepuasannya mengikuti Geofuntrip kali ini.

“Trip ini benar-benar paket komplit. Kita mendapatkan banyak pengetahuan dan wawasan baru tentang lingkungan, namun juga keseruan petualangan. Belum lagi kuliner yang disajikan tidak saja enak tapi juga sangat sehat,” ujar Sianty yang datang bersama suami dan kedua putranya.

Milangkori Angkat Aspek Culture, Nature, Pople
Geofuntrip

Peserta Geofuntrip foto bersama. (Foto: dok. Milangkori)

Pimpinan Milangkori Tour, Sigit Asmodiwongso mengungkapkan bahwa trip yang diadakan oleh Milangkori dilakukan dengan mengangkat tiga aspek yaitu culture, nature, pople : budaya, alam dan masyarakat.

“Harapan kami peserta yang mengikuti trip Milangkori akan terbuka wawasanya terhadap berbagai isu lingkungan dan kemudian terpanggil untuk ikut dalam gerakan konservasi lingkungan,” jelas Sigit yang juga pegiat heritage di wilayah Gombong.

Tim Milangkori sendiri didukung oleh beberapa pegiat wisata dan lingkungan seperti Marsinus Yosa, Irfan Barata dan Deksiano Akbar. Sejak awal 2020, Milangkori rutin menyelenggarakan wisata alam di kawasan Kebumen, Banyumas dan Cilacap.

“Sekalipun terhambat pandemi, Milangkori tetap berusaha mengadakan trip dengan jumlah terbatas dengan memperhatikan protokol kesehatan,” tandasnya. (sgt)

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelatihan pemasaran digital bagi purna pekerja migran

    Migrant Care Latih Purna Pekerja Migran tentang Pemasaran dan Literasi Digital

    • calendar_month Sel, 28 Nov 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.778
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Program pemberdayaan kepada para purna pekerja migran oleh Migrant Care Kebumen dilakukan secara berkelanjutan. Setelah melakukan pelatihan produksi, manajemen, literasi keuangan hingga penguatan kelembagaan, Migrant Care bekerjasama dengan ICT Watch mengadakan pelatihan digital marketing bagi purna pekerja migran dan anggota keluarganya. Baca Juga: Migrant Care Kebumen Gandeng UNIMUGO Tangani Pekerja Migran Pelatihan diikuti […]

  • Kunjungi Kebumen, Sekjen GGN Uji Kelayakan Geopark Kebumen Menuju UNESCO Global Geopark

    Kunjungi Kebumen, Sekjen GGN Uji Kelayakan Geopark Kebumen Menuju UNESCO Global Geopark

    • calendar_month Jum, 14 Jul 2023
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 5.161
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Uji kelayakan Geopark Kebumen menuju UNESCO Global Geopark ditandai dengan kedatangan Sekretaris Jenderal UNESCO Global Geopark Network (GGN) Mr Guy Martini. Kedatangan Mr. Guy disambut Bupati Kebumen Arif Sugiyanto di Trio Azana Style, Kamis malam 13 Juli 2023. Hadir pula Peneliti Utama BRIN Hanang Samodra dan Tenaga Ahli Badan Pengelola Geopark Kebumen […]

  • Tebas Teman dengan Golok

    Emosi Karena Dibujuk Pulang ke Rumah Mertua, Pemuda Ini Tebas Teman dengan Golok

    • calendar_month Sel, 2 Agu 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.131
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Seorang pemuda berinisial DK (26) warga Kelurahan Wonokriyo, Kecamatan Gombong Kebumen harus berurusan dengan polisi karena dugaan kasus penganiayaan kepada temannya. DK ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Unit Reskrim Polsek Sempor karena telah melakukan penganiayaan kepada korban inisial AG, warga Kelurahan/Kecamatan Gombong Kebumen. Kapolres Kebumen AKBP Burhanuddin melalui Kasat Reskrim AKP Kadek […]

  • Tersangka persetubuhan dengan bocah di bawah umur ditahan di Mapolres Kebumen. (Foto: Humas Polres Kebumen)

    Anak Jalanan Setubuhi Bocah Bau Kencur, Jajan Bakso Jadi Tutup Mulut

    • calendar_month Jum, 1 Mei 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 64.834
    • 0Komentar

    BONOROWO (KebumenUpdate.com) – Seorang anak jalanan berinisial DK (26) dibekuk aparat Polres Kebumen. Pemuda asal Desa Balorejo, Kecamatan Bonorowo, Kebumen itu diduga melakukan persetubuhan kepada bocah di bawah umur. Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan menjelaskan, persetubuhan itu diawali dari perkenalan tersangka dengan korban melalui Facebook. Selanjutnya perkenalan itu berujung pada saling chatting dan mengajak […]

  • Begini Keakraban TNI dan Warga Desa Rahayu di Sela-sela TMMD Reguler

    Begini Keakraban TNI dan Warga Desa Rahayu di Sela-sela TMMD Reguler

    • calendar_month Sen, 7 Okt 2019
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.820
    • 0Komentar

    PADURESO (KebumenUpdate.com) – Pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-106 Kodim 0709/Kebumen membuat warga Desa Rahayu, Kecamatan Padureso, Kebumen berinteraksi dengan anggota TNI AD yang bertugas. Kebersamaan dalam melaksanakan kegiatan membuat anggota TNI dan warga desa sempat semakin akrab dan tak berjarak. Mereka saling mengenal satu sama lain, hingga hubungan mereka semakin akrab. […]

  • Ketua Rabithah Ma'ahid Islamiyah PCNU Kebumen Agus Fachrudin Achmad NW. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)

    Tanpa Dukungan Konkrit Pemerintah, Jangan Paksakan Normal Baru di Pesantren

    • calendar_month Sab, 30 Mei 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.676
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Jumlah dan pertumbuhan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 masih tinggi. Persebarannya juga makin meluas. Sementara prasyarat untuk mencegah penularan Covid-19, terutama jaga jarak (social/physical distancing), semakin sulit diwujudkan. Keadaan demikian seharusnya membuat pemerintah tetap waspada dan memastikan aturan seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dapat berjalan secara efektif. Namun, justru yang dirasakan adalah […]

expand_less