Serunya Belajar Geologi Sambil Rekreasi di Kawasan Karst Gombong Selatan

  • Whatsapp
Geofuntrip
Peserta Geofuntrip saat berada di area penambangan batu. (Foto: dok. Milangkori)

KAWASAN Karst Gombong Selatan selain menyimpan berbagai aset geologi dan ekologi juga memiliki potensi sebagai destinasi wisata berbasis alam dan petualangan.

Biro Wisata Milangkori menangkap peluang itu dengan menggelar paket wisata yang bertajuk Geofuntrip, sebuah kegiatan yang memadukan unsur edukasi dengan rekreasi dan petualangan di tengah alam.

Bacaan Lainnya

Seperti Minggu, 14 Februari 2021, Milangkori mengadakan wisata Geofuntrip yang keempat. Kegiatan kali ini berlokasi di perbukitan karst sisi timur, tepatnya di Desa Rogodadi, Rangkah dan Adiwarno yang masuk wilayah Kecamatan Buayan.

Sendang Pelus Jadi Destinasi Pertama
Geofuntrip
Peserta Geofuntrip saat berjalan menyeberangi sungai. (Foto: dok. Milangkori)

Trip diikuti 34 peserta dari berbagai kelompok usia yang berasal dari Gombong, Kebumen, Yogyakarta bahkan Jakarta.

Dengan menggunakan kereta wisata, rombongan dibawa ke destinasi pertama, yaitu Sendang Pelus di Desa Rogodadi. Sendang ini merupakan mata air karst yang masih terjaga hingga saat ini. Di sana peserta ditemui oleh Bu Sukini, penjaga sendang sekaligus perawat belasan ekor pelus yang menghuni sendang dan ruas sungai di bawahnya.

Perjalanan berlanjut ke Desa Rogodono, kawasan penambangan batu kapur yang dilakukan penduduk setempat. Di lokasi ini peserta mendapat penjelasan lebih detail tentang terbentuknya perbukitan karst, jenis batuan dan fungsi ekologis kawasan ini.

Hadirkan Dua Narasumber Kompeten

Dua narasumber didatangkan khusus untuk sesi ini, Pak Munajat kandidat doktor dari IPB dan Mas Deffry, peneliti Balai Informasi dan Konservasi Kebumian Karangsambung (BIKK) LIPI.

Sesi yang paling menantang sengaja ditempatkan di bagian akhir. Peserta diajak melakukan treking sungai dengan medan yang cukup menantang. Di salah satu bagian bahkan diperlukan tali pengaman mengingat kontur tebing yang cukup curam.

Beberapa peserta cukup bersusah payah melewati rute ini sehingga memerlukanbantuan tim dan peserta lain. Namun gelak tawa dan teriakan penyemangat menjadikan suasana semakin seru.

Lelah dan tegang terbayar ketika peserta sampai di Kedung Gong, sebuah ceruk kecil dengan air terjun bertingkat. Jika semula hanya anak-anak dan remaja yang berani terjun ke air, akhirnya peserta dewasa pun tergoda menikmati kesegaran air.

Salah satu peserta, Sianty Dewi mengungkapkan kepuasannya mengikuti Geofuntrip kali ini.

“Trip ini benar-benar paket komplit. Kita mendapatkan banyak pengetahuan dan wawasan baru tentang lingkungan, namun juga keseruan petualangan. Belum lagi kuliner yang disajikan tidak saja enak tapi juga sangat sehat,” ujar Sianty yang datang bersama suami dan kedua putranya.

Milangkori Angkat Aspek Culture, Nature, Pople
Geofuntrip
Peserta Geofuntrip foto bersama. (Foto: dok. Milangkori)

Pimpinan Milangkori Tour, Sigit Asmodiwongso mengungkapkan bahwa trip yang diadakan oleh Milangkori dilakukan dengan mengangkat tiga aspek yaitu culture, nature, pople : budaya, alam dan masyarakat.

“Harapan kami peserta yang mengikuti trip Milangkori akan terbuka wawasanya terhadap berbagai isu lingkungan dan kemudian terpanggil untuk ikut dalam gerakan konservasi lingkungan,” jelas Sigit yang juga pegiat heritage di wilayah Gombong.

Tim Milangkori sendiri didukung oleh beberapa pegiat wisata dan lingkungan seperti Marsinus Yosa, Irfan Barata dan Deksiano Akbar. Sejak awal 2020, Milangkori rutin menyelenggarakan wisata alam di kawasan Kebumen, Banyumas dan Cilacap.

“Sekalipun terhambat pandemi, Milangkori tetap berusaha mengadakan trip dengan jumlah terbatas dengan memperhatikan protokol kesehatan,” tandasnya. (sgt)

Pos terkait