KA Argo Dwipangga Tabrak Mobil di Kutowinangun, Ini Data Korban dan Kronologinya
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Jum, 12 Sep 2025
- visibility 3.713
- comment 0 komentar

Mobil yang tertabrak KA ringsek. (Foto: Facebook)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Kecelakaan maut terjadi di perlintasan sebidang tanpa palang pintu di Desa Mekarsari, Kecamatan utowinangun, Kebumen Kamis 11 September 2025 sekira pukul 14.30 WIB.
Sebuah mobil Mitsubishi Xpander ditabrak KA Argo Dwipangga relasi Gambir–Solo Balapan. Sopir mobil meninggal dunia di tempat kejadian.
Korban bernama Helly Septemriyanto (56), warga Doplang, Kabupaten Purworejo. Saat itu, pegawai bank milik pemerintah itu melintas sendirian dari arah utara. Saat bersamaan KA Argo Dwipangga melaju dari arah barat sehingga menghantam mobil tersebut.
“Korban meninggal di lokasi, jenazah dibawa ke RSUD Kebumen,” ungkap Kapolsek Kutowinangun Iptu Iswahyudi.
Korban diduga meninggal akibat luka parah yang dialaminya. Sementara itu, benturan keras dengan lokomotif KA mengakibatkan mobil berwarna putih itu ringsek.
Disebutkan bahwa kecelakaan terjadi karena korban kurang hati-hati saat melintasi rel sebidang. Apalagi perlintasan tersebut tidak dijaga petugas, hanya inisiatif warga sekitar yang membantu.
Lokomotif KA Rusak Akibat Tabrakan
Manager Humas Daop 5 Purwokerto, Krisbiyantoro, menyebut lokomotif KA CC 2061353 rusak di bagian depan akibat tabrakan.
Lokomotif penolong dari Depo Kutoarjo segera dikirim karena perjalanan KA Argo Dwipangga tak bisa dilanjutkan.
“Kami prihatin. Masyarakat harus mengutamakan perjalanan kereta, berhenti, tengok kanan-kiri, lalu pastikan aman,” tegasnya.
KAI kembali mengingatkan aturan keselamatan sesuai UU Perkeretaapian Nomor 23 Tahun 2007 dan UU LLAJ 2009.
Tiga Kereta Terlambat Akibat Gangguan
Sebanyak tiga kereta dilaporkan terlambat akibat gangguan, termasuk KA Argo Dwipangga yang terlambat hingga 157 menit.
KA Gajahwong tertunda 9 menit, sedangkan KA Malabar mengalami keterlambatan perjalanan hingga 16 menit.
Pihak KAI menyampaikan permohonan maaf dan memberikan service recovery bagi penumpang KA Argo Dwipangga yang terdampak.
“Kami berterima kasih atas kesabaran pelanggan. Percepatan penanganan telah dilakukan agar perjalanan kembali normal,” jelas Krisbiyantoro.
KAI menegaskan komitmen menjaga keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penumpang serta mengajak masyarakat lebih waspada di perlintasan.
Kepala Desa Mekarsari Usulkan Ada Penjaga
Sementara itu, Kepala Desa Mekarsari, Kecamatan Kutowinangun Heri Wibowo menjelaskan bahwa di lokasi kejadian memang belum terdapat palang pintu maupun petugas penjaga. Pihaknya berharap lkepada instansi terkait agar segera memperhatikan sehingga kecelakaan serupa tidak terulang.
“Sudah kami usulkan supaya ada penjaga. Soalnya itu wewenang Dinas Perhubungan,” jelasnya.









Saat ini belum ada komentar