Breaking News
light_mode
Beranda » Travel » Destinasi » Mengenang Pendakian Gunung Slamet, Sebuah Catatan Usang dari 12 Tahun Silam (1)

Mengenang Pendakian Gunung Slamet, Sebuah Catatan Usang dari 12 Tahun Silam (1)

  • account_circle Hari Satria
  • calendar_month Rab, 14 Jan 2026
  • visibility 620
  • comment 0 komentar

MEDIA sosial dalam 24 jam terakhir cukup ramai dengan berita ditemukannya jenazah almarhum Syafiq Ali (18) di Gunung Slamet Jawa Tengah, yang telah hilang selama 17 hari. Turut berdukacita sedalam-dalamnya.

Sebagai seorang yang pernah hobi naik gunung, memori di kepala lantas memutar rekaman usang gambaran-gambaran di sana. Yang masih teringat jelas tidak lain dan tidak bukan adalah pendakian terakhir saya ke Gunung Slamet sekitar 12 tahun lalu.

Jumat 10 Januari 2014

Usai Jumatan, saya bergegas menuju perempatan bakso urip, tempat ngetem angkutan umum yang mengantarkan saya ke rest area Wonosari. Siang itu saya memilih menggunakan bus efisiensi dengan pertimbangan akan bertemu rekan seperjalanan di terminal bus Purwokerto.

Rekan seperjalanan saya kali ini adalah Kang Jo Heru Jo, alumni Gaspala Smanda angkatan 2 (1995) yang lebih memilih naik kereta dari Jakarta.

Sore sekitar waktu asar, kami bertemu di pintu keluar terminal. Angkutan terakhir menuju Bobotsari masih ngetem menunggu penumpang.

Setelah bertemu dan basa-basi, akhirnya kami naikkan muatan kami ke mini bus terakhir. Cukup besar juga rupanya muatan kami itu.

Perjalanan menuju pos pendakian dimulai ketika mobil kami bergerak sekitar jam 5 sore. Setelah sekitar satu jam perjalanan akhirnya kami sampai juga di pertigaan Serayu dengan ongkos Rp25.000 per orang.

Perjalanan dilanjutkan dengan menyewa (carter) mobil ke basecamp Bambangan yang hanya ditumpangi saya dan Kang Jo. Karena memang saat itu tidak ada angkutan umum menuju ke basecamp dan tidak ada pendaki lain.

Setelah sedikit negosiasi dan belanja seperlunya di warung dekat pertigaan, akhirnya kami sepakat membayar Rp150.000 untuk sekali jalan dari pertigaan Serayu menuju basecamp pendakian Bambangan di Desa Kutabawa Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga.

Perjalanan menelusuri jalanan kecil yang berkabut dan hujan rintik itu akhirnya berakhir pada pukul 20.30 dan langsung saja kami mendaftarkan diri dengan biaya administrasi saat itu Rp.5000 per orang.

Perjalanan kami hari pertama itu diakhiri dengan makan malam dan bongkar muatan untuk dipacking ulang saat mau mendaki. Istirahat.

Sabtu 11 Januari 2014

Pagi itu suasana masih terlihat sepi di basecamp yang memang tidak ada pendaki lain yang menginap di sana. Sampai akhirnya kedatangan dua pendaki dari Jakarta dan Bekasi pagi itu saat kami sedang memesan sarapan pagi.

Pendakian dimulai sesaat setelah kami selesai packing dan sarapan serta melihat pemandangan ke arah puncak yang tampak cerah dari depan basecamp.

Sekitar pukul 08.15 kami melangkahkan kaki menyusuri jalan beraspal, masuk ke perkebunan dan mengambil jalur kearah kanan setelah jembatan kecil yang merupakan rute awal pendakian.

Setelah menyusuri jalan perkebunan dan ladang penduduk, kami mulai memasuki kawasan hutan bawah dan terus mengikuti setapak yang ada.

Sambil sesekali bercanda dan berfoto, kami lalui perjalanan tersebut hingga akhirnya sampailah di Pos 1 yang kini telah menjelma sebagai pos pendakian dengan bangunan cukup luas.

Kami cukup lama istirahat di Pos 1, ada sekitar satu jam lebih, hingga akhirnya kami berjumpa dengan banyak pendaki dari Bogor, Bekasi, Cilacap, dan Purwokerto. Setelah lewat tengah hari kami lanjutkan perjalanan.

Memasuki hutan dengan rute yang terus menanjak, kami menikmati pemandangan dan perjalanan di sana.

Perjalanan terus dilanjutkan melewati Pos 2, Pos 3, dan Pos 4 dengan santai sambil menikmati pemandangan alam. Setelah Pos 4 menuju ke Pos 5 kabut mulai datang dan hujan mulai membasahi jalur dan tubuh kami.

Ketika itu Kang Jo memaksakan untuk mengejar Pos 5 karena menurutnya lokasi sudah dekat. Akhirnya saya biarkan dia berjalan di depan terlebih dahulu. Sedangkan saya masih duduk istirahat di pinggir jalur karena sudah mulai kelelahan.

Waktu menunjukkan sekitar pukul 16.30 ketika saya tiba di Pos 5. Di sini terdapat mata air yang bisa dimanfaatkan oleh pendaki.

Kami memutuskan untuk bermalam di Pos 5 yang mengakhiri pendakian hari pertama kami. Saat itu hujan mulai turun lagi. Setelah salat magrib, kami memasak air dan makan siang yang tertunda di waktu petang dilanjutkan dengan tidur.

Saya lebih suka mengistilahkan tidur dengan meluruskan badan. Mungkin kalau sekarang rebahan ya? (bersambung) Makin Tahu Indonesia 

Di depan basecamp Bambangan. (Foto: Hari)

Di Pos 1 jalur Bambangan. (Foto: Hari)

Bertemu pendaki lain. (Foto: Hari)

Menuju Pos 3. (Foto: Hari)

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

Suka menulis, membaca dan berpetualang.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wabup menyerahkan bantuan kepada Ketua Sedulur Hasto. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)

    Wabup Arif Sugiyanto Bantu 10 Ton Beras, Ristawati Sumbang APD dan Masker

    • calendar_month Sen, 4 Mei 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 7.036
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Wakil Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto kembali memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. Kali ini Wakil Bupati Kebumen menyumbangkan 10 ton beras yang akan disalurkan untuk masyarakat Kebumen. Beras sejumlah itu dibagi menjadi 5.000 paket yakni masing-nasing 2 kilogram. Sumbangan beras ditambah susu kental manis senilai Rp 200 juta tersebut […]

  • Tenggelam

    Dua Orang Hilang Terseret Ombak di Pantai Sumberjati Ambal

    • calendar_month Sab, 2 Okt 2021
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 5.208
    • 0Komentar

    AMBAL (KebumenUpdate.com) – Dua orang dilaporkan hilang tersapu ombak saat menjaring di Pantai Sumberjati, Kecamatan Ambal, Kebumen, Sabtu, 2 Oktober 202 . Kedua korban hilang  adalah Sofyan (55) dan Mugiyono (32)   keduanya warga Desa Sumberjati, Kecamatan Ambal, Kebumen. Sampai berita ini diunggah, kedua korban  masih dalam pencarian tim SAR gabungan. Kejadian itu bermula saat tiga […]

  • Harapan di Hari Thalasemia: Kebumen Tingkatkan Perhatian pada 120 Penyintas dan Pencegahan

    Harapan di Hari Thalasemia: Kebumen Tingkatkan Perhatian pada 120 Penyintas dan Pencegahan

    • calendar_month Kam, 15 Mei 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.072
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Ketergantungan pada transfusi darah rutin mewarnai kehidupan para penyintas Thalasemia. Fakta ini menggarisbawahi mendesaknya penanganan komprehensif, meliputi aspek medis, sosial, hingga pencegahan. Sorotan tajam terhadap kondisi 120 penyintas di Kebumen mengemuka dalam peringatan Hari Thalasemia Sedunia yang diinisiasi POPTI di Pendopo Kabumian pada Kamis 15 Mei 2025. Hadir Bupati Kebumen Lilis Nuryani, […]

  • Youthcamp PMR Tingkat Madya dan Wira, Siswi SMAN 1 Kebumen Terpilih sebagai Koordinator Forpis 2024/2025

    Youthcamp PMR Tingkat Madya dan Wira, Siswi SMAN 1 Kebumen Terpilih sebagai Koordinator Forpis 2024/2025

    • calendar_month Sen, 29 Jul 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 2.262
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Siswi SMAN 1 Kebumen, Putri Utami Armidianti, terpilih menjadi koordinator Forpis (Forum Palang Merah Remaja Indonesia) tingkat Kabupaten Kebumen periode 2024/2025. Pemilihan ketua Forpis bersamaan dengan berlangsungnya event Youthcamp yang digelar Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kebumen. Ketua PMI Kebumen Sabar Irianto saat membuka dan menyematkan tanda peserta mengatakan, kegiatan youthcamp merupakan […]

  • Pantai Selatan

    Sensasi Menantang, Susuri Pantai Selatan dengan Perahu Nelayan

    • calendar_month Sab, 7 Agu 2021
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.524
    • 0Komentar

    KABUPATEN Kebumen memiliki banyak keunggulan di sektor pariwisata, khususnya keindahan alam di pantai selatan. Bagi masyarakat Jawa Tengah mungkin juga tidak asing lagi dengan nama-nama pantai yang terhampir di pesisir selatan Kebumen. Bahkan banyak dari mereka sudah mengunjungi beberapa pantai yang sedang naik daun saat ini. Wisatawan baiknya tidak hanya menikmati alam laut Kebumen dari […]

  • PAFI Lamongan

    PAFI Lamongan Ingatkan Klinik Kecantikan untuk Menggunakan Obat yang Aman

    • calendar_month Sab, 11 Jan 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 625
    • 0Komentar

    PERSATUAN Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Cabang Lamongan pafikablamongan.org menyoroti pentingnya penggunaan obat-obatan yang aman di klinik-klinik kecantikan. PAFI Lamongan mengingatkan para pelaku usaha di bidang kecantikan untuk selalu mengutamakan keselamatan konsumen dengan memilih produk-produk yang telah teruji klinis dan memiliki izin edar resmi. Sangat memprihatinkan dengan adanya penggunaan produk kecantikan yang mengandung zat-zat berbahaya di […]

expand_less