Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Opini: Pada Camat Harapan Disemat

Opini: Pada Camat Harapan Disemat

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Kam, 24 Mar 2022
  • visibility 4.597
  • comment 0 komentar

Era Pasca-OVOP

Konsep OVOP (One Village One Product) yang dicetuskan di Jepang pada tahun 1980 sempat pula dicanangkan di Indonesia, termasuk di Kebumen. Secara harafiah konsep ini diartikan setiap desa memiliki produk unggulan masing-masing yang tidak hanya menjadi bahan jualan keluar, namun juga mengangkat citra wilayah produsen sehingga akan mengundang masuknya investor, SDM berkualitas dan wisatawan.

Mengingat konsep ini dibawa dari Jepang, tentu tak dapatlah serta merta kita terjemahkan village sebagaimana pengertian desa atau kelurahan di Indonesia. Bisa jadi produk tersebut menjadi unggulan bersama bagi beberapa desa. Pemerintah Kabupaten Kebumen lewat Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) pun melakukan pemetaan kawasan berbasis komoditi yang jatuhnya melingkupi beberapa desa, bahkan lintas kecamatan seperti kawasan anyaman pandan, gula semut dan kawasan wisata.

Secara tradisional, konsep OVOP ternyata sudah pula dilaksanakan oleh nenek moyang kita sebagai respon atas kondisi geografis dan potensi lokal yang dimiliki. Ambil contoh di kawasan Kecamatan Karanggayam, khususnya di desa-desa sekitar Pasar Soma. Masing-masing desa di sana secara turun-temurun mengembangkan produk khas masing-masing : Desa Glontor memproduksi perabot bambu, Clapar dan Logandu menyuplai bibit tembakau dan tanaman lainnya, Selogiri mengolah singkong menjadi gaplek sementara warga Gunungsari  menjadi pedagangnya. Pasar Soma kemudian menjadi trading centre yang mempertemukan berbagai produk itu dengan para pedagang dari luar wilayah.

Situasi di atas menunjukkan bahwa pengembangan wilayah memerlukan sinergitas dan kolaborasi antardesa. Potensi masing-masing desa berkembang optimal ketika menemukan pelengkapnya di desa lain. Di samping itu, acapkali wilayah produksi sebuah komoditi meluas melampaui batas desa, misal komoditi pandan dan gula semut.

Dalam konteks inilah kecamatan mendapatkan posisi strategisnya. Kecamatan dapat bergerak lebih fokus dibanding kabupaten, di sisi lain memiliki ruang gerak lebih luas dibanding desa. Pengembangan wilayah secara tematik dengan basis kolaborasi antardesa akan lebih mungkin terwujud jika camat/kecamatan menjalankan fungsi strategis tentu tanpa keluar dari regulasi fungsinya.

Dorongan simbolik Bupati lewat pembuatan logo kecamatan semestinya diikuti oleh dinas dan lembaga daerah dengan menempatkan Camat sebagai mitra strategis dalam perencanaan, bukan semata pengawas pelaksanaan program pemerintah. Sekalipun sudah ada Musyawaran Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat desa dan kecamatan, tetap dibutuhkan ruang yang lebih luas bagi pihak kecamatan untuk menggali gagasan dan menemukenali potensi wilayah yang mesti dikembangkan secara sinergis dan kolaboratif.

Di sisi lain, para camat juga dipanggil untuk menelaah lebih dalam panggilan tugasnya. Keterbatasan wewenang penggunaan anggaran janganlah menjadi alasan untuk tidak memunculkan gagasan-gagasan brilian bagi pengembangan wilayah. Kerja keras, kerja cakap dan kerja cerdas para camat mutlak dibutuhkan agar proses pembuatan logo kecamatan menjadi sarana untuk membentuk brand positif kecamatan masing-masing tak sekedar menjadi lomba menggambar.

*) Penulis adalah anggota IBAN (Indonesia Brand Activists Network)

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pil Koplo

    Warga Puring Nekat Edarkan Pil Koplo, Begini Alasannya

    • calendar_month Sel, 6 Okt 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 3.296
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Diduga mengedarkan pil trihexphenidyl (pil koplo) secara ilegal, seorang pemuda berinisial JA (28) warga Kecamatan Puring, Kebumen harus berurusan dengan aparat Polres Kebumen. Tersangka ditangkap jajaran Sat Resnarkoba di rumahnya Rabu 2 September 2020 sekitar pukul 02.00 Wib. Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan menjelaskan, penangkapan tersangka berdasarkan laporan masyarakat yang resah […]

  • Warga Berebut Gunungan Hasil Bumi, 492 Penari Bentuk Formasi Angka 79 dan 395

    Warga Berebut Gunungan Hasil Bumi, 492 Penari Bentuk Formasi Angka 79 dan 395

    • calendar_month Kam, 22 Agu 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.340
    • 0Komentar

    “Alhamdulillah kita rutin melaksanakan ziarah ke makam para pendahulu kita. Bukan hanya pada saat hari jadi, tapi di hari-hari tertentu kita juga menyempatkan diri untuk berziarah, mengenang dan mendoakan para leluhur kita,” ujar bupati. Ki Bodronolo adalah Bupati pertama Panjer (Kebumen) yang diangkat pada 21 Agustus 1629 M. Ia merupakan orang kepercayaan Sultan Agung Mataram […]

  • ASEAN Para Games 2022

    L-Men Jadi Official Protein Partner pada 11th ASEAN Para Games 2022

    • calendar_month Jum, 29 Jul 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.421
    • 0Komentar

    Dukungan L-Men di Ajang 11th ASEAN Para Game 2022 Marcellino Indrawan, The New L-Men of The Year 2021 & Fitness Inclusivity Influencer mengatakan, melalui L-Men dan platform The New L-Men of the Year, pihaknya ingin merangkul setiap pribadi termasuk para atlet untuk striving for equality. Berolahraga dan bergerak adalah tentang merayakan hidup dan badan manusia. […]

  • Upaya Turunkan Stunting di Kebumen: Dari Mie Keriting, Ceting Apik, Hingga Bapak Asuh

    Upaya Turunkan Stunting di Kebumen: Dari Mie Keriting, Ceting Apik, Hingga Bapak Asuh

    • calendar_month Rab, 25 Okt 2023
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 2.200
    • 0Komentar

    “Penanganan stunting ini memang perlu kolaborasi antara pemerintah daerah dengan berbagai pihak, termasuk kita melibatkan masyarakat untuk terus diberdayakan, sehingga kebersamaan dan gotong royong ini bisa memberikan hasil yang maksimal,” ucapnya. Ceting Apik PKK PKK Kabupaten Kebumen juga memiliki program Ceting Apik yang merupakan akronim dari Cegah Stunting dengan Asupan Gizi yang Baik bersama PKK […]

  • 101 Pelajar di Petanahan Diduga Keracunan Usai Santap Menu MBG

    101 Pelajar di Petanahan Diduga Keracunan Usai Santap Menu MBG

    • calendar_month Jum, 26 Sep 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 605
    • 0Komentar

    PETANAHAN (KebumenUpdate.com) – Sedikitnya 101 pelajar di Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen, mengalami gejala keracunan setelah menyantap menu makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis 25 September 2025. Mereka harus mendapat perawatan medis di fasilitas kesehatan terdekat. Dari jumlah tersebut, korban berasal dari lima sekolah. Terbanyakd dari Madrasah Wathoniyah Islamiyah (MWI) Karangduwur 54 pelajar. Kemudian SDN […]

  • TMMD Reguler

    Desa Pejengkolan Jadi Lokasi TMMD Reguler ke-166 Kodim 0709 Kebumen, Ini Program Kegiatannya

    • calendar_month Kam, 11 Mei 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.171
    • 0Komentar

    Adapun sumber dana TMMD berasal dari APBD Provinsi dan Kabupaten sebesar Rp 370.553.400, APBDesa sebesar Rp 478.476.375 dan APBN TNI sebesar Rp 315.700.000. “Karena diperkirakan waktu yang direncanakan selama 30 hari kurang mencukupi, maka kami telah melaksanakan Pra TMMD selama tujuh hari dengan prioritas pengerjaan talut,” tandasnya. Baca Juga: Dandim 0709/Kebumen Bersama Forkopimda Serahkan Alat Bantu […]

expand_less