Opini: Pada Camat Harapan Disemat
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Kam, 24 Mar 2022
- visibility 4.534
- comment 0 komentar

Sisa kejayaan pabrik genteng Sokka. (Foto: Padmo)
Mengapa Kecamatan?
Pertanyaan yang menggelitik adalah mengapa kecamatan? Tidak cukupkah diwakili lambang kabupaten? Atau mengapa tidak desa sekalian, agar logo semakin mengerucut?
Selama ini pada sebagian masyarakat berkembang pemahaman bahwa camat merupakan jabatan administratif belaka. Posisi camat adalah perpanjangan pemerintah kabupaten untuk memastikan bahwa program pembangunan dan tata kelola wilayah bisa berjalan baik hingga tingkat kecamatan dan desa.
Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2008 pun tugas Camat lebih berat pada fungsi koordinatif dan pembinaan. Maka bisa jadi mencuat pertanyaan: bagaimana proses branding bisa dilakukan di tingkat kecamatan? Bukankah branding adalah sebuah proses yang mendalam, direncanakan dan strategis, bukan sekadar tugas administratif koordinatif?
Tidak sepenuhnya benar bahwa jabatan administratif seorang camat lalu menghilangkan ruang kreatif yang semestinya ada di setiap tingkat kepemimpinan. Perintah Bupati Kebumen kepada camat untuk merumuskan lambang kecamatan secara simbolik bisa diartikan sebagai dorongan agar camat keluar dari zona nyaman, menggali keterampilan kepemimpinan tanpa keluar dari derap pemerintahan kabupaten. Munculnya camat-camat muda di tahun-tahun belakangan ini bisa jadi merupakan indikator bagaimana kecamatan diharapkan menjadi tempat munculnya gagasan-gagasan segar terkait pengembangan wilayah.







Saat ini belum ada komentar