Membangun Jiwa Bangsa: Manusia Indonesia Menurut Bung Karno
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Kam, 9 Jan 2025
- visibility 2.638
- comment 0 komentar

Ir Soekarno. (IG @thebigbung)
Namun, Bung Karno juga menegaskan bahwa kemajuan tidak boleh dikesampingkan oleh tradisi yang ketinggalan zaman. Manusia Indonesia harus menjadi manusia yang berpendidikan, berwawasan luas, dan memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan zaman. Dalam hal ini, Bung Karno mengajarkan bahwa peradaban dan kemajuan ilmu pengetahuan adalah bagian tak terpisahkan dari pembentukan manusia Indonesia yang ideal.
Dalam karya Di Bawah Bendera Revolusi (1964), Bung Karno menyatakan bahwa bangsa yang tidak mengembangkan ilmu pengetahuan akan tertinggal dari bangsa-bangsa lain. Oleh karena itu, manusia Indonesia harus memiliki semangat untuk berinovasi dan terus berkembang dalam berbagai bidang, termasuk ilmu pengetahuan dan teknologi, sembari tetap menjaga nilai-nilai luhur budaya lokal yang ada.
Manusia Indonesia Sebagai Manusia Nasionalis dan Internasionalis
Bung Karno juga mengajarkan bahwa manusia Indonesia harus memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi, tetapi dengan tetap terbuka terhadap semangat internasionalisme. Dalam Pancasila sebagai Dasar Negara (1961), Bung Karno dengan tegas mengatakan bahwa Indonesia harus tetap menjunjung tinggi kedaulatan dan kemerdekaannya, namun dalam saat yang bersamaan, Indonesia harus aktif berperan dalam mewujudkan perdamaian dunia. Bagi Bung Karno, nasionalisme Indonesia tidak boleh eksklusif, melainkan harus terbuka kepada solidaritas dan kerjasama dengan bangsa-bangsa lain, terutama dengan negara-negara yang berjuang untuk kemerdekaan dan keadilan sosial.
Manusia Indonesia yang ideal adalah manusia yang mencintai tanah airnya, tetapi juga peduli terhadap kemanusiaan secara universal. Oleh karena itu, jiwa nasionalisme yang dimiliki manusia Indonesia haruslah diimbangi dengan semangat untuk berkontribusi pada perbaikan dunia.
Bung Karno, dengan segala kecerdasannya dan visinya yang jauh ke depan, telah merumuskan gambaran mengenai manusia Indonesia yang tidak hanya berfokus pada aspek fisik atau materi, tetapi juga pada aspek moral, sosial, dan spiritual. Manusia Indonesia, menurut Bung Karno, adalah manusia yang merdeka, berbudi pekerti luhur, berjiwa gotong royong, dan selalu berusaha untuk berkembang dan berperan serta dalam mewujudkan kemajuan bangsa. Nilai-nilai ini tidak hanya relevan pada masanya, tetapi juga terus menginspirasi bangsa Indonesia untuk membangun karakter bangsa yang adil, makmur, dan berbudaya.
Melalui pemikiran-pemikirannya yang terangkum dalam karya-karya dan pidato-pidatonya, Bung Karno memberikan peta jalan bagi kita untuk memahami siapa sebenarnya manusia Indonesia itu sebuah bangsa yang merdeka, berbudi pekerti luhur, dan selalu bergerak menuju kemajuan tanpa kehilangan jati dirinya.
(*Penulis Alumnus Mahasiswa Filsafat UIN Sunan Kalijaga, Aktivis NU, dan Kader Partai PDI Perjuangan)







Saat ini belum ada komentar