Ketika Rakyat Menagih
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sab, 19 Agu 2023
- visibility 2.617
- comment 0 komentar

Tugu Lawet Kebumen. (Foto: Padmo)
Kemerdekaan Indonesia, selain memberikan janji kehidupan yang lebih baik sebenarnya juga membawa ajakan untuk bergerak bersama. Kesejahteraan kehidupan bangsa akhirnya tak hanya digantungkan pada gerak dan kehendak pemerintah semata namun juga digerakkan oleh kesediaan rakyat berinisiatif dan berbuat. Menjadi rakyat merdeka tak hanya berarti ‘merdeka dari’ namun juga bermakna ‘merdeka untuk’.
Rakyat merdeka adalah rakyat yang memiliki kehendak untuk maju dan diwujudkan dengan berbuat sesuatu. R4kyat merdeka bukan lagi hamba, namun mitra pemerintah yang setara. Rakyat merdeka semangat berkarya, tak sekedar njagake BLT dan bantuan padat karya.
Mewujudkan Kebumen Merdeka
Dunia digital saat ini membawa perubahan dramatis pada pola komunikasi manusia, termasuk komunikasi rakyat dengan negara/pemerintah. Kemudahan mengakses dan mengunggah pendapat ke ranah publik menciptakan derajat demokrasi ke tingkat yang tak pernah terbayangkan di dekade sebelumnya.
Sayangnya kemudahan itu beriringan dengan semakin longgarnya jarak antara pendapat dan sosok yang berpendapat. Akun anomim, palsu, abal-abal bermunculan sebagai sarana lempar batu sembunyi tangan. Isu dilempar untuk memperkeruh suasana, mendiskreditkan atau bisa jadi untuk mengkritik namun tanpa dasar yang jelas. Tak kurang Presiden Jokowi pun menyentil cara berkomunikasi via medsos yang mulai kehilangan unggah-ungguhnya.
Baca Juga: Panggung Cablaka di Kebumen Utara
Bangsa merdeka, rakyat merdeka mesti mampu membangun pola komunikasi yang sehat. Kanal-kanal komunikasi yang blaka suta, setara, beradab tanpa kehilangan ketajamannya. Rakyat merdeka harus mampu jelas bersuara, pemerintah merdeka mesti terbuka, jujur dan tentu bijaksana.
Momen hari ulangtahun kemerdekaan, momen ulang tahun Kebumen menjadi titik reflektif bagi pemerintah maupun rakyat untuk melihat kembali akad janji dan harapan yang diucap 78 tahun lampau.
Kalau pemerintah jadi pemarah atau tutup kuping saat ditagih rakyatnya, kalau pembangunan ternyata hanya menghamburkan anggaran mengabaikan kemanfaatan, kalau rakyat hanya bermalasan menunggu bantuan, kalau rakyat hanya sregep maido, tak bergerak berbuat sesuatu…apa gunanya kita merdeka?? ***
Sigit Tri Prabowo, Ketua Komite Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kab. Kebumen







Saat ini belum ada komentar