Cerita Misteri: Rumah Sakit Londo (Bagian-2)
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sel, 1 Apr 2025
- visibility 2.498
- comment 0 komentar

Foto ilustrasi/Source: AI
Pak Amat menepuk bahu Dani dengan lembut sambil berkata, “Sudah, yang penting sekarang jaga temanmu saja. Tetap hati-hati ya, dik. Sepertinya rumah sakit ini… Matanya melirik ke arah koridor sebelah selatan ruang IGD, yang tampak membentang tak berujung seperti mulut gua.
Suara pak Amat pelan saat menceritakan sedikit tentang rumah sakit tersebut. “Ya begitulah…banyak cerita aneh dari dulu,” katanya. Suaranya bergetar seakan menahan sesuatu. “Semoga temanmu lekas sembuh ya dik Dani.”
Setelah itu, pak Amat pun berpamitan untuk pulang. Dani sempat melihat sekilas ada bayangan kecemasan di wajah beliau. Entah apa yang membuat pak Amat terlihat seperti itu, tapi saat ini Dani memutuskan untuk tidak memikirkannya lebih jauh.
Tak lama berselang, Ibu Akif datang dengan wajah khawatir. Begitu melihat Dani di depan ruang IGD, dia langsung bertanya dengan suara gemetar, “Dani, bagaimana kondisi Akif? Apa yang sebenarnya terjadi nak?” Dani menggaruk kepalanya yang tidak gatal, berusaha menjelaskan dengan hati-hati.
“Maaf, Tante… tadi aku sama Akif naik motor, terus di jalanan yang licin, kami tergelincir di tikungan. Aku nggak sempat ngerem, Akif jatuh agak keras, cuma…sepertinya kakinya sedikit bengkak, tante.”
Ibu Akif menarik napas lega, meski wajahnya masih tampak resah. Ia melirik ke dalam ruangan IGD, melihat anaknya yang terbaring di ranjang dengan kaki yang dibalut perban.
“Syukurlah kalau Akif baik-baik saja. Terima kasih ya, Dani, sudah ikut mengantar dan menemani Akif sampai di sini,” ucap Ibu Akif sembari meletakan tas jinjingnya di ruang tunggu.
Dani menunduk, merasa bersalah meski Ibu Akif tidak menuduhnya sebagai penyebab kecelakaan.
“Iya, Tante. Aku juga nggak nyangka bisa begini. Untung tadi ambulans cepat datang.”
“Sudahlah Dani, tidak apa-apa nak.”
“Yang penting kalian berdua selamat, tante sudah sangat bersyukur, Aamiin,” ucap Ibu Akif berusaha menenangkan Dani.








Saat ini belum ada komentar