Virus LSD “Lato-lato” Merebak, Ini Langkah Pemkab Kebumen
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Jum, 5 Mei 2023
- visibility 1.985
- comment 0 komentar

“Ini sudah gencar mengadakan pengobatan massal ke desa-desa dengan melibatkan dokter hewan dari Puskeswan. Bagi desa yang mau melakukan pengobatan massal dapat berkoordinasi dengan Puskeswas terdekat untuk dijadwalkan pengobatan massal,” lanjutnya.
Dalam pengobatan massal itu setiap ekor sapi dikenakan biaya pengobatan sebesar 5000 rupiah. Biaya tersebut nantinya dikembalikan lagi ke kas daerah untuk PAD. Mengapa harus bayar? Karena obat yang digunakan menggunakan dana APBD, dan itu sudah tergolong sangat murah dengan dibantu subsidi pemerintah.
Baca juga: Jelang Idul Adha, Lurah Kebumen Dan Distapang Lakukan Pemeriksaan Hewan Kurban
“Sapi-sapi ini nantinya dikasih obat-obatan seperti vitamin dan obat nafsu makan. Tujuannya untuk menjaga ketahanan tubuh sapi dari serangan virus. Kita juga terus mencoba minta tambahan vaksin dari pusat,” jelasnya.
Sampai saat ini, pemerintah daerah belum memiliki vaksin. Pemberian vaksin baru sekali diberikan dari pusat pada Februari 2023 kemarin dengan jumlah 260 vaksin, dan saat ini telah habis.







Saat ini belum ada komentar