Tertipu Kiai Palsu, Nenek di Gombong Kehilangan Emas 35,6 Gram
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Kam, 16 Sep 2021
- visibility 4.310
- comment 0 komentar

Wakapolres Kompol Edi Wibowo bersama Kapolsek Gombong AKP Willy Budiyanto saat konferensi pers.
Lalu PJ mengajak korban menemui SP untuk membuktikan bahwa dia adalah kiai sakti yang mendapatkan keberkahan dari Tuhan. Uang Rp 2000 disulap menjadi Rp 10.000. Setelah bertemu dengan tersangka SP, baik korban maupun tersangka PJ diminta menyerahkan uang kertas pecahan Rp 2.000 lalu dilipat.
Oleh tersangka SP, lipatan uang itu lalu diberikan ke genggaman korban dan tersangka PJ sambil pura-pura membaca doa. Saat dibuka uang itu berubah menjadi pecahan uang Rp 10.000.
Kecepatan Tangan
Dengan menggunakan trik kecepatan tangan itu tersangka berhasil mengelabui korban. Setelah korban yakin SP adalah kiai sakti yang doanya bisa dikabulkan, korban minta agar selalu diberikan kesehatan.
“Tersangka mengaku bisa mengobati korban dengan syarat seluruh perhiasannya harus terlepas dari badannya. Setelah dilepas, perhiasan itu dimasukkan ke dalam amplop yang telah disiapkan tersangka,” ungkap Kompol Edi Wibowo.
Amplop itu menurut tersangka adalah amplop suci dari pondok pesantren. Amplop harus dibuka saat tiba ke rumah. Syarat lain agar terapinya tuntas, korban harus memetik bunga segar lalu diserahkan ke tersangka SP.
“Saat korban memetik bunga di sekitar lokasi, oleh tersangka, amplop itu ditukar dengan amplop lain yang berisi batu kerikil,” katanya.
Baca Juga: Diduga Campur Sperma ke Makanan Istri Teman, Dokter Disidik Polda Jateng








Saat ini belum ada komentar