Perbaikan Stadion Chandradimuka Dimulai, Fokus pada Peremajaan Lapangan dan Sistem Drainase
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Kam, 30 Okt 2025
- visibility 439
- comment 0 komentar

Lapangan Stadion Chandradimuka Kebumen dikeruk untuk peremajaan. (Foto: Hari)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Stadion Chandradimuka, yang sempat viral di awal Januari 2024 karena kondisinya memprihatinkan saat digunakan untuk Liga 4 Jateng antara Persak Kebumen melawan Persip Pekalongan, kini mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan.
Pemkab Kebumen telah memulai proyek pemeliharaan dan renovasi besar-besaran untuk memberikan wajah baru pada home base Persak Kebumen atau Laskar Joko Sangkrip tersebut.

Perbaikan Stadion Chandradimuka Kebumen, terlihat alat berat serta truk parkir di area lapangan. (Foto: Hari)
Kepala Bidang Kepemudaan dan Olahraga Tri Mujiyanto SSos MSi menjelaskan bahwa pada Tahun Anggaran 2025, Pemkab Kebumen mengalokasikan dana Rp4,2 miliar untuk pemeliharaan Stadion Chandradimuka. Pekerjaan ini dijadwalkan selesai dalam 55 hari, dengan target rampung pada akhir Desember 2025.
“Untuk pelaksanaannya, tahap awal akan merehabilitasi lapangan sepak bola. Ini akan dilakukan secara bertahap,” ujar Tri Mujiyanto, Kamis 30 Oktober 2025.
Fokus utama pemeliharaan di tahun 2025 adalah penyiapan lahan untuk lapangan. Sementara itu, pengadaan dan penanaman rumput akan dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2026.
Sistem Drainase dan Penyiraman Otomatis
Proyek ini tidak main-main, sebab perencanaan ke depan Stadion Chandradimuka akan dikonsep dengan sistem drainase dan penyiraman rumput yang otomatis dan terbarui.
Tri Mujiyanto menjelaskan bahwa seluruh saluran drainase di bawah lapangan akan diperbarui dengan sistem pipa. Lapisan pasir setebal 40 cm akan melapis di atas sistem drainase tersebut.
“Akan dipasang sekitar 30 titik penyiraman otomatis yang akan bekerja setiap sore,” tambahnya.
Untuk mendukung sistem ini, Pemkab akan membangun bak penampung air sekaligus menggali sumur dalam 40 meter. Sistem ini diharapkan mampu mengatasi masalah penyiraman sebelumnya yang menyebabkan rumput mati.
Tri Mujiyanto juga menegaskan bahwa Detail Engineering Design (DED) stadion sudah disesuaikan dengan Statuta FIFA baik dari segi panjang, lebar, maupun fasilitas penunjang lainnya. Ini merupakan langkah untuk memastikan stadion tidak lagi terkendala saat menggelar liga atau kompetisi.
Penyiapan Lahan Sport Center dan Renovasi Fasilitas Lain
Selain lapangan, Tri menyebutkan bahwa sekitar 2.000 meter kubik tanah bekas kerukan lapangan akan dibuang ke timur stadion (laham milik Pemda), yang akan direncanakan sebagai Sport Center.
Tidak hanya lapangan, renovasi Stadion Chandradimuka juga menyentuh bagian luar dan dalam stadion. Nantinya area sekeliling stadion akan dilakukan penggantian kanstin (pembatas jalan). Termasuk penambahan ruangan untuk sekretariat Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
Dengan fokus pekerjaan 2025 di penyiapan lahan dan perkiraan butuh waktu 4-6 bulan untuk pemeliharaan rumput baru hingga siap digunakan, praktis Stadion Chandradimuka belum bisa dipakai hingga tahun depan.
Pemeliharaan ini sendiri didasarkan pada pertimbangan bahwa kondisi stadion sudah tidak layak dan demi menjawab harapan besar masyarakat, khususnya pecinta bola dan suporter Persak Kebumen, yang mendambakan stadion berstandar minimal nasional atau bahkan FIFA.
Hal ini sekaligus menunaikan janji dari Bupati Lilis Nuryani yang berkomitmen untuk memperbaiki dan merevitalisasi Stadion Chandradimuka. Makin Tahu Indonesia







Saat ini belum ada komentar