Saliman, Warga Kebumen yang Bertahun-tahun Tinggal Sendirian di Kuburan

  • Whatsapp
Saliman
Saliman berdiri di depan gubuk tempat dia tinggal. (Foto: Padmo)

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Bagi sebagian orang area pemakaman adalah kawasan yang terkesan angker maupun horor. Tetapi tidak bagi Saliman (66), area pemakaman umum justru menjadi tempat tinggalnya.

Bertahun-tahun Saliman tinggal sendirian di sebuah gubuk yang dia bangun di tengah area pemakaman umum di Desa Kebulusan, Kecamatan Pejagoan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Berita Lainnya

1. Mirip Kandang, Berdiri di Antara Batu Nisan
Saliman
Gubuk Saliman di antara batu nisan. (Foto: Padmo)

Saliman mengaku terpaksa tinggal di gubuk yang tidak layak huni itu karena dia tidak memiliki rumah untuk tempat tinggal. Maka tidak ada pilihan lain, dia pun nekat mendirikan gubuk bambu di area pekuburan Sibango Desa Kebulusan untuk dia huni seorang diri.

Penampakan gubuk berukuran 1,5×2 meter yang berdiri di antara batu nisan itu lebih mirip kandang kambing. Selain sangat sempit, gubuk tidak tertutup rapat sehingga angin pun leluasa masuk masuk.

2. Tanpa Listrik, Tanpa MCK
Saliman
Gubuk tanpa listrik dan MCK. (Foto: Padmo)

Jangan ditanya seperti apa saat hujan turun. Atap gubuk yang hanya setinggi 1,5 meter itu tetap tampias sehingga membuat tubuhnya basah oleh air hujan. Untuk terhindar dari genangan air, tempat tidurnya dari bilah-bilah bambu dibuat lebih tinggi.

Belum lagi, karena tidak dilengkapi listrik, pada malam hari Saliman lebih sering gelap-gelapan. Sementara untuk mandi cuci kakus (MCK) dia harus menumpang di perkampungan terdekat.

3. Pulang Kampung Setelah Merantau ke Lampung
Saliman
Kondisi gubuk tidak layak huni. (Foto: Padmo)

Sebelum tinggal di gubuk itu, Saliman pernah merantau ke Lampung. Namun karena suatu hal, Saliman akhirnya pulang ke kampung halamannya. Karena tidak diperbolehkan tinggal di tanah warisan orang tuanya, maka Saliman pun memilih membuat gubuk bambu di area pemakaman.

“Ya, bagaimana lagi. Sudah tidak ada tempat lagi untuk tinggal,” ujar Saliman.

4. Bakal Dibuatkan Rumah Oleh Sedulur Kebumen
Saliman
Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto meninjau lokasi. (Foto: Padmo)

Setelah sekian lama, akhirnya Saliman mendapatkan perhatian dari berbagai pihak. Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH bersama komunitas Sedulur Kebumen meninjau lokasi gubuk yang selama ini menjadi rumah tinggal Saliman, Selasa 8 Juni 2021 petang.

Sesepuh Sedulur Kebumen Sugeng Budiawan mengaku prihatin dengan kondisi Saliman yang tinggal di gubuk yang tidak layak huni. Apalagi yang bersangkutan tinggal di tengah area kuburan yang jauh dari perkampungan.

“Kami akan berkolaborasi dengan berbagai pihak termasuk dengan Pemkab Kebumen untuk membuatkan rumah bagi Pak Saliman. Rencananya pembangunan rumah di atas tanah keluarga,” ujar Sugeng Budiawan.

Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH mengapresiasi perhatian komunitas Sedulur Kebumen yang turut membantu untuk membuatkan rumah Saliman. (smn)

Berita Terkait