Purna Pekerja Migran di Kebumen Dibekali Literasi Keuangan, Ini Pentingnya
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Rab, 21 Sep 2022
- visibility 2.160
- comment 0 komentar

Narasumber Nurrohman Jauhari Founder Allisha Food memandu praktik menyusun perencanaan keuangan. (Foto: Padmo)
Pelatihan dihadiri oleh Sekretaris Badan Perencanaan Penelitian Pengembangan Daerah (Bappeda) Kebumen Tri Anggorowati SKM MSi. Hadir mendampingi Ketua Migrant Care Kebumen Syaipul Anas. Selama pelatihan, peserta tampak antusias mengikuti materi dari narasumber.
Banyak Purna Pekerja Migran Belum Pahami Mengelola Keuangan Hasil Bekerja di Luar Negeri/

Peserta pelatihan foto bersama dengan narasumber. (Foto: Dok. Migrant Care Kebumen)
Staf Program Migran Care Kebumen Maryatun menjelaskan bahwa masih banyak purna pekerja migran tidak memahami bagaimana mengelola keuangan hasil bekerja dari luar negeri. Sehingga tidak sedikit dari mereka bolak balik pergi ke luar negeri. Jika ada sebagian untuk usaha di rumah hasilnya kurang memuaskan.
Masyarakat belum terbiasa memisahkan uang usaha dengan uang belanja sehari-hari, biaya sekolah anak. Sehingga ketika mampunyai uang dihabiskan untuk belanja barang yang diinginkan bukan barang yang dibutuhkan sehingga terjebak ke pola konsumtif.
“Di masa pandemi Covid-19, banyak keluarga pekerja migran maupun usaha kelompok purna migran mengalami kerugian bahkan sampai ada yang bangkrut dan tidak punya modal sama sekali. Sumberdaya pengelolaan keuangan menjadi bagian penting dalam pengembangan potensi yang dimiliki oleh keluarga pekerja migran maupun kelompok usaha pekerja migran,” imbuhnya.
Baca Juga: Migrant Care Survei Kondisi Ekonomi dan Perlindungan Sosial Purna Pekerja Migran
Maryatun menambahkan, uang hasil bekerja di luar negeri jika dikelola dengan baik akan memberi manfaat yang lebih besar. Tanpa adanya pengetahuan literasi keuangan yang baik untuk menyusun, menggunakan sampai dengan pelaporan keuangan akan menjadi masalah tersendiri kedepannya.







Saat ini belum ada komentar