Program Sekolah Bumi, Peserta Kunjungi 5 Geosite di Geopark Kebumen
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Ming, 14 Jul 2024
- visibility 7.087
- comment 0 komentar

Peserta sekolah bumi di area Totogan View. (Foto: Hari)
Dari keterangan pada papan informasi di Geosite Serpentinit, batuan ini merupakan jenis malihan atau metamorf yang berwarna kehijauan dan berasal dari perut bumi di bawah lantai samudra.
4. Geosite Sekis Mika
Bergerak ke arah timur dari lokasi Geosite Serpentinit, peserta singgah di Geosite Sekis Mika Kali Brengkok Desa Sadangkulon. Lokasi ini dianggap sebagai batuan kerak benua yang tersingkap ke permukaan dan dianggap sebagai batuan tertua di Pulau Jawa.

Geosite Sekis Mika Kali Brengkok. (Foto: Hari)
Berjenis malihan/metamorf dengan warna kehijauan hingga kecoklatan, sekis mika akan berkilauan saat terkena sinar matahari. Batuan tertua ini tersingkap dan menjadi pembentuk pondasi Pulau Jawa.
Baca juga: Masyarakat di Kawasan Geopark Kebumen Bersemangat Menyambut Validasi UNESCO Global Geopark
5. Geosite Lempung Warna
Lokasi geosite keempat yang dikunjungi yakni Lempung Warna di Desa Cangkring Kecamatan Sadang. Masyarakat setempat menamakan batuan ini batu pelangi/warna karena variasi warna batuannya dari kuning coklat dan kemerahan sampai abu-abu kehitaman.

Geosite Lempung Warna. (Foto: Hari)
6. Geosite Watukelir Kali Muncar
Lokasi terakhir yang dikunjungi peserta sekolah bumi yaitu Geosite Watukelir Kali Muncar di Desa Seboro Kecamatan Sadang. Di tebing sungainya terdapat selang-seling antara rijang dan lempung merah gampingan dengan pelapisan tegak.

Geosite Watukelir Kali Muncar. (Foto: Hari)
Batuan sedimen berwarna merah memanjang sekitar 100 meter pada dinding Kali Muncar ibarat layar pertunjukan wayang kulit atau kelir dalam Bahasa Jawa. Ini yang membuat warga setempat menamainya Watu Kelir. Apalagi di bagian atasnya terdapat batuan beku yang bentuknya mirip kenong dan gong (alat musik Jawa).







Saat ini belum ada komentar