Pompa Air Listrik Jadi Solusi Petani Atasi Kekeringan
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Rab, 15 Jul 2020
- visibility 4.862
- comment 0 komentar

Wakil Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto meninjau pompa air listrik di Desa Banjurmukadan, Kecamatan Buluspesantren. (Foto: Humas Kebumen)
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kebumen Tri Haryono mengatakan, saat ini sudah ada 15 pompa listrik yang ditempatkan pada rumah-rumah pompa yang bisa mengairi sawah para petani. Inovasi ini dinilai mampu menghemat biaya hingga 65 persen, sehingga pelan-pelan semua petani mulai beralih.
“Ada enam kecamatan yang tadah hujan mulai dari Kecamatan Mirit, Ambal, Buluspesanyren, Klirong, Petanahan dan Puring. Komoditas hortikulturanya juga berkembang,” ungkapnya.
Wakil Bupati Kebumen Berikan Apresiasi
Wakil Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH mengapresiasi inovasi yang dilakukan oleh pemerintah Desa Banjurmukadan. Di Desa Banjurmukadan ada kemandirian yang baik dari pemerintah desa dengan memasang mesin pompa air dan dialirkan ke sawah-sawah.
“Ke depan kami akan memberikan dukungan dan Desa Banjurmukadan dapat menjadi pilot project metode tersebut,” ujar Arif Sugiyanto.
Arif menambahkan, air yang telah disedot dengan menggunakan pompa penyedot akan ditampung terlebih dahulu di bak penampungan besar. Selanjutnya akan diteruskan dengan mesin pompa pendorong agar bisa dialirkan ke sawah-sawah.
Musim Tanam II Target Tanam 5,6 Juta Hektare
Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Suwandi menilai terobosan berupa inovasi pompa air listrik sebagai solusi antisipasi kekeringan ini dapat membantu guna mencapai target produksi di tahun 2020.
Pada musim tanam II 2020 target tanam seluas 5,6 juta hektare. Sehingga di bulan Juli sampai Desember akan ada stok 12,5 sampai 15 juta ton beras. Sedangkan realisasi luas panen Januari-Juni 5,83 juta hektare dengan produksi 29,31 juta ton gabah kering giling.
“Penggunan pompa air tentunya membantu dalam percepatan tanam dan mengoptimalkan lahan dari yang tidur menjadi ditanami padi karena adanya air irigasi. Maka kami dorong daerah lain juga untuk gunakan pompa air dan petaninya pun bisa menghemat biaya,” ujarnya. (ndo)







Saat ini belum ada komentar