Pergaulan Bebas; Pacaran Sudah Minta “Jatah” Mingguan

  • Whatsapp
Ilustrasi pergaulan bebas © Merdeka.com
Ilustrasi pergaulan bebas © Merdeka.com

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Pergaulan bebas di Kabupaten Kebumen semakin mengkhawatirkan. Bagaimana tidak, dalam beberapa waktu terakhir muncul sejumlah kasus persetubuhan yang dilakukan oleh anak di bawah umur di kamar sebuah hotel di kabupaten berslogan Beriman ini.

Seperti dalam kasus pemuda berinisial KR (22) warga Desa Wergonayan, Kecamatan Mirit, Kebumen. Pemuda yang sehari-hari menjadi penjual ayam geprek di Bandung Jawa Barat itu berhasil memikat Mawar (16) bukan nama sebenarnya warga Kecamatan Prembun.

Berita Lainnya

Pikat dengan Mobil Gadaian

Dengan modal mobil Honda Brio gadai dari seseorang, KR berhasil membuat Mawar si gadis desa jatuh hati kepadanya. Tak sekadar berhasil memacari Mawar, tersangka pun telah melakukan hubungan layaknya suami istri dengan pacarnya yang masih masih belum cukup umur tersebut.

Tersangka seminggu sekali pulang ke Kebumen. Setiap pulang, tersangka seolah meminta “jatah” mingguan kepada korban. Terakhir persetubuhan itu dilakukan di sebuah kamar hotel di kota Kebumen, Sabtu 5 September 2020 malam.

Korban Sering Tak Pulang

Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan mengatakan, aksi persetubuhan anak di bawah umur itu terbongkar setelah keluarga curiga karena korban sering tidak pulang. Saat diintrogasi, korban mengaku pergi bersama kekasihnya, melakukan pergaulan bebas dengan menginap di sebuah hotel di Kebumen.

“Saat menginap, korban mengaku berhubungan badan dengan tersangka,” ujar AKBP Rudy Cahya Kurniawan.

Keluarga Lapor Polres Kebumen

Mengetahui hal tersebut selanjutnya pihak keluarga melaporkan ke Polres Kebumen. Akhirnya tersangka ditangkap di wilayah Prembun, Minggu, 6 September 2020 sekira pukul 18.00 wib. Kepada polisi tersangka mengakui dia sudah sering melakukan persetubuhan layaknya suami istri dengan korban.

Atas perbuatannya tersangka dijerat dengan Pasal 81 ayat (1) UU RI No. 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang No. 1 tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang Undang.

“Tersangka diancam dengan kurungan minimal 5 tahun maksimal 15 tahun penjara,” ujar AKBP Rudy.

Survei Seks Sebelum Menikah

Merujuk penelitian Reckitt Benckiser Indonesia lewat alat kontrasepsi Durex terhadap 500 remaja di lima kota besar di Indonesia, seperti dikutip liputan6.com menemukan, 33 persen remaja pernah melakukan hubungan seks penetrasi.

Dari hasil tersebut, 58 persennya melakukan penetrasi di usia 18 sampai 20 tahun. Selain itu, para peserta survei ini adalah mereka yang belum menikah. (win/ndo)

Berita Terkait