Penambangan Pasir di Muara Sungai Lukulo Tak Terkendali, 7,65 Hektare Tanah Warga Tanggulangin Hilang
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Jum, 2 Sep 2022
- visibility 4.275
- comment 0 komentar

Penambangan pasir di muara Sungai Lukulo. (Foto: Padmo)
KLIRONG (KebumenUpdate.com) – Penambangan pasir di muara Sungai Lukulo, tepatnya di Desa Tanggulangin, Kecamatan Klirong, Kebumen, Jawa Tengah semakin tak terkendali. Selain jumlah penambang yang cukup banyak, penambangan juga dilakukan di pinggir sungai yang memicu terjadinya erosi.
Dari pantauan di lapangan, ratusan penambang melakukan aktivitas menambang menggunakan perahu. Satu perahu rata-rata terdapat dua sampai tiga penambang.
Baca Juga: Gaspala SMA N 2 Kebumen Tanam 1000 Bibit Bakau
Penambangan dilakukan di sejumlah titik. Ketika menambang mereka mulai menggunakan mesin blower yang berfungsi untuk menyingkirkan tanah dan material lain. Setelah tertinggal pasir, mereka mengambil pasir menggunakan keduk.
Setelah perahu penuh dengan pasir, pasir hasil tambang tersebut disetor ke pangkalan. Berikutnya mereka kembali melakukan penambangan sampai perahu mereka penuh untuk disetor. Begitu seterusnya.
10 Petak Tambak Hilang

10 tambak sudah hilang akibat erosi. (Foto: Padmo)
Di sisi lain, penambangan itu berdampak pada erosi yang semakin parah. Sudah banyak tanah warga yang terbawa erosi dan kini sudah berubah menjadi sungai. Selain tanah yang dimanfaatkan untuk perawahan, sedikitnya 10 petak tambak udang milik warga hilang terbawa longsor.







Saat ini belum ada komentar