Breaking News
light_mode
Beranda » News » Napak Tilas Perjuangan Ki Hajar Welaran, Kibarkan Bendera di Gunung Paras

Napak Tilas Perjuangan Ki Hajar Welaran, Kibarkan Bendera di Gunung Paras

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Sel, 17 Agu 2021
  • visibility 4.984
  • comment 0 komentar

Kepala Desa Karangsambung Sentot Kusworo menyampaikan terima kasih kepada Perhutani yang telah mempelopori kegiatan napak tilas pejuang Kebumen dalam melawan penjajah.

“Hal ini akan menumbuhkan rasa cinta tanah air dan semangat berkarya pemuda Karangsambung,” ujarnya.

Gunung Paras
Napak Tilas

Napak tilas perjuangan Ki Hajar Welaran di Gunung Paras. (Foto: Istimewa)

Gunung Paras merupakan sebuah perbukitan di utara Kebumen. Secara administratif Gunung Paras berada di perbatasan Desa Karangsambung,Totogan, Langse, Baniara di Kecamatan Karangsambung dengan Desa Pucangan di Kecamatan Sadang.

Gunung berketinggian 510 mdpl ini tumbuh hutan pinus yang berjajar di segenap tubuh hingga puncaknya yang panjang berarah barat – timur. Sementara lahan persawahan subur menghidupi masyarakat di kaki bukit. Pemandangan yang indah akan terlihat saat berada di puncak.

Baca Juga: Warga Kebumen Peringati Detik-detik Proklamasi di Jalanan Hingga Pasar Rakyat

Terlebih saat fajar menjelang, Gunung Sumbing dan Sindoro akan terlihat menjulang di arah timur laut. Cekungan Karangsambung, Bukit Brujul, Bukit Waturanda, Lembah Sadang serta Sungai Lukulo juga akan terlihat. Tak kalah indah lekukan perbukitan Sadangkulon-Kedunggong yang khas dengan perbukitan prismatik berselimut pohon pinus Perhutani yang rapat dan hijau.

Gunung Paras memiliki peran penting dalam peristiwa pertempuran Karangsambung tahun 1831. Saat itu Belanda melakukan penyerbuan ke pertahanan Panjer yang telah pindah di Karangsambung. Pasukan Belanda lalu menuju ke Kaligending dan terjadilah pertempuran dengan pasukan Panjer. (sumber; kebumenkab.go.id)

Banyak prajurit dari pihak Belanda tewas bergelimpangan. Merasa kalah, pihak Belanda mendatangkan bala bantuan dari Gombong hingga keadaan berbalik. Pasukan Panjer yang dipimpin Ki Hajar Welaran dan Ki Endang Kertawangsa pun mundur dengan bertahan di Gunung Paras. Hingga akhirnya Pasukan Panjer kembali menguasai peperangan dan pertempuran berakhir secara keseluruhan pada tahun 1832. (smn)

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kasus Menonjol

    Berikut Kasus Menonjol Selama Lebaran di Kebumen, Salah Satunya Ledakan Mercon

    • calendar_month Jum, 5 Mei 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.160
    • 0Komentar

    Selain itu, melalui kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRTD) Polres Kebumen berhasil mengamankan 742 botol miras berbagai merk, dan 2.243 ciu. OKC atau operasi pengamanan mudik Lebaran tahun 2023 digelar selama 14 hari, dimulai 18 April hingga 1 Mei 2023 tersebut telah ditutup. Bongkar Prabrik Miras Palsu Terbongkarnya pabrik pembuatan minuman keras palsu di wilayah Kecamatan […]

  • Gunakan Tagar Complete, Papafest SMAN 2 Kebumen Jadi Ajang Pentas Seni Terakhir Kurikulum 2013

    Gunakan Tagar Complete, Papafest SMAN 2 Kebumen Jadi Ajang Pentas Seni Terakhir Kurikulum 2013

    • calendar_month Sel, 2 Mei 2023
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 3.341
    • 0Komentar

    Event Papafest 2023 berlangsung selama 3 hari, Selasa hingga Kamis, 2-4 Mei 2023 di lapangan utama SMA N 2 Kebumen. Adapun penampilan diisi oleh peserta didik kelas XI yang berjumlah 11 kelas yakni MIPA 1 hingga MIPA 6, IPS 1 sampai IPS 4, dan Bahasa. Basir SPd MPd menjelaskan bahwa persiapan untuk Papafest sudah direncanakan […]

  • Bukan Sekadar Festival, Ini Alasan Mengapa Wajib Datang ke Kebumen Fest 2025

    Bukan Sekadar Festival, Ini Alasan Mengapa Wajib Datang ke Kebumen Fest 2025

    • calendar_month Kam, 7 Agu 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 6.595
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Lilis Nuryani, acara Soft Launching Kebumen Fest 2025 resmi dibuka di Pendopo Kabumian, Rabu 6 Agustus 2025. Festival akbar yang mengusung tema “Kebumen to the World” ini akan berlangsung selama delapan hari penuh, dari 23–30 Agustus 2025. Ini juga menjadi perayaan atas ditetapkannya Geopark Kebumen sebagai […]

  • Jembatan Tembana

    Nilai Sejarah dan Cagar Budaya Jembatan Tembana

    • calendar_month Sel, 23 Des 2025
    • account_circle Teguh Hindarto
    • visibility 1.256
    • 0Komentar

    MUNGKIN Anda sudah melewati jembatan ini (yang sejak era kolonial sudah disebut Tembono brug) puluhan atau ratusan kali tanpa bisa menikmati secara langsung keindahan, kemegahan serta historisitasnya. Jembatan Tembana telah ditetapkan sebagai Struktur Cagar Budaya berdasarkan Keputusan Bupati No: 400.6.1/193/2025. Jika kita membandingkan dengan koleksi foto era Hindia Belanda (sekitar 1920-an) perihal keberadaan jembatan tua […]

  • Naskah Kuno Kebumen

    Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kebumen Gelar FGD Naskah Kuno

    • calendar_month Rab, 19 Nov 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 456
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Kebumen menggelar Focus Group Discussion (FGD) Naskah Kuno di Pendopo Kabumian, Rabu 19 November 2025. Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kebumen, Frans Haidar, yang hadir mewakili Bupati Kebumen. Dalam sambutannya, Frans Haidar memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa pelestarian […]

  • Pengalaman Saya Menikmati Menu Ndeso di D’Kambodja Heritage Milik Anne Avantie

    Pengalaman Saya Menikmati Menu Ndeso di D’Kambodja Heritage Milik Anne Avantie

    • calendar_month Sab, 22 Jul 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 54.953
    • 0Komentar

    Sampai di titik tujuan, driver tengak-tengok karena tidak melihat restoran yang dituju sampai akhirnya kebablasan sehingga harus mutar balik. Setelah putar balik baru ketemu. Maklum posisi rumah makan yang menempati bangunan kuno tersebut berada di seberang jalan saat pertama kali melintas. Parkir yang luas dan bangunan lawas peninggalan era kolonial Belanda menjadi pemandangan pertama saat […]

expand_less