Mengenal Tradisi Ambengan di Desa Wadasmalang Ketika Rajaban
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sen, 6 Feb 2023
- visibility 4.838
- comment 0 komentar

Warga Desa Wadasmalang memanggul Ambengan. (Foto: Dok Pemkab Kebumen)
“Saya niatkan sodaqoh, bukan bandulan. Kalau bandulan kan gantian, tahun depan saya yang dapat, tapi ini sodaqoh,” tandasnya.

Ambengan saat kegiatan Rajaban di Desa Wadasmalang. (Foto: Dok Pemkab Kebumen)
Bupati Ragu Kebumen Jadi Kabupaten Termiskin
Melihat bentuk ambengan yang besar-besar berisi aneka macam makanan, jajanan serta ingkung ayam, menurut Bupati, sejatinya warga Kebumen biarpun hidup di pedesaan mereka sebenarnya serba kecukupan, dan tidak cocok disebut sebagai kabupaten termiskin.
“Kalau melihat ambengan segede gini, tingginya saja hampir dua meter setengah, apa ya masih pantas kita disebut sebagai kabupaten termiskin. Saya kira tidak lah! Tinggal diberikan pemahaman, seperti tadi saya nanya ke warga tadi pagi masak apa? Ada yang bilang kikil, daging, dan macam-macam,” terang Bupati.
Bupati pun meminta masyarakat untuk bersikap jujur ketika ditanya oleh petugas survei dari pemerintah terkait kondisi perekonomiannya.
“Jangan bilang setiap hari makannya sama tempe, padahal di rumah juga ternak ayam, ada ikan, kambing, sapi dll. Ya ini memang perlu ada pemahaman,” terangnya.








Saat ini belum ada komentar