Haru Penyandang Disabilitas dan Tenaga Honorer Saat Terima SK PPPK
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Jum, 12 Des 2025
- visibility 346
- comment 0 komentar

Penyandang disabilitas menunjukkan SK PPPK paruh waktu. (Foto: Humas Jateng)
SEMARANG (KebumenUpdate.com) – Stadion Jatidiri berubah menjadi lautan haru saat 13.111 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu resmi menerima SK dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Kamis 11 Desember 2025. Senyum, tawa, hingga tangis bahagia mewarnai momen yang menjadi penanda akhir dari penantian panjang ribuan pegawai honorer dan penyandang disabilitas.
Mulyadi, petugas kebersihan di SMA Negeri 1 Pemalang, menjadi salah satu sosok yang tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya. Setelah 15 tahun bekerja, penyandang disabilitas itu akhirnya menggenggam SK PPPK Paruh Waktu.
“Bahagia sekali karena mendapat SK. Sudah lama saya menunggu ini,” ujarnya tersenyum.
Kebahagiaan juga dirasakan Dwi Mulyanto, tenaga kasir RSUD dr Rehatta Kelet, Jepara. Didampingi istrinya, ia berkali-kali menyeka air mata. “Terima kasih Pak Gubernur. Saya sempat tidak menyangka akhirnya dapat SK,” tuturnya lirih.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa SK tersebut merupakan bentuk kepercayaan negara. Ia menyebut PPPK Paruh Waktu sebagai “bahan bakar birokrasi” yang akan menggerakkan pembangunan daerah.
“Jangan adigang adigung. ASN harus lebih andhap asor dalam melayani masyarakat,” pesannya.

Penantian Belasan Tahun Guru Honorer Berbuah Kepastian
Pengangkatan PPPK Paruh Waktu menjadi kabar baik bagi ribuan guru honorer yang telah mengabdi dalam keterbatasan. Feni Ekomawati, guru asal Mijen, Demak, mengenang perjuangannya sejak mengajar pada 2017.
Ia beberapa kali lolos seleksi PPPK, namun tak memperoleh formasi penempatan. Bersama rekan-rekannya, ia sempat melakukan audiensi dan aksi damai selama 2023–2025 untuk menagih kejelasan nasib.
“Walaupun paruh waktu, kami sangat bersyukur. Penantian kami akhirnya terjawab,” ucap Feni yang kini mendapat penugasan di SMA Negeri 1 Karanganyar, Demak.
Perasaan serupa muncul dari Supriadi, guru PPKn yang telah 15 tahun mengajar di SMK Al-Ma’arif Demak. Ia tiga kali gagal seleksi CPNS dan sempat menunggu penempatan PPPK selama beberapa tahun. Kini, ia resmi bertugas sebagai PPPK Paruh Waktu di SMK Negeri 1 Demak.
“Ini penghargaan besar bagi kami. Semoga kelak bisa menjadi pegawai penuh waktu,” ujarnya.
Para guru menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin yang dinilai memberi perhatian nyata terhadap kesejahteraan honorer. Mereka berharap status baru ini menjadi langkah penting menuju peningkatan kualitas pendidikan, terutama dalam mempersiapkan Generasi Emas 2045.

Jateng Catat Pengangkatan PPPK Paruh Waktu Terbesar di Indonesia
Gubernur Ahmad Luthfi menyebut Jawa Tengah sebagai provinsi dengan jumlah pengangkatan PPPK Paruh Waktu terbanyak di Indonesia. Dengan tambahan 13.111 pegawai baru, total ASN Pemprov Jateng kini mencapai 63.049 orang, terdiri dari 29.849 PNS, 20.089 PPPK penuh waktu, serta PPPK Paruh Waktu yang baru menerima SK.
Ia menegaskan SK bukan sekadar dokumen administratif, tetapi simbol kepercayaan yang harus dijaga. “SK ini harus menjadi pemacu kinerja. Jangan kendur setelah menerima SK. Harus lebih rajin dan paham tugas pokok masing-masing,” ujarnya.
Penyerahan SK turut disaksikan Wakil Gubernur Taj Yasin, Sekda Jateng Sumarno, serta Kepala BKN Kantor Regional 1 Yogyakarta. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap ribuan ASN paruh waktu ini mampu memperkuat pelayanan publik dan meningkatkan kualitas birokrasi. Makin tahu Indonesia







Saat ini belum ada komentar