Gaji Rp500.000 Sebulan, PerguNU Curhat ke Bupati Lilis
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Kam, 15 Mei 2025
- visibility 528
- comment 0 komentar

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Bupati Kebumen Lilis Nuryani menerima audiensi jajaran pengurus Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PerguNU) di Gedung A, Kamis (15/5/2025).
Pertemuan yang turut dihadiri Staf Ahli Bupati Mukhsinul Mubarok, menjadi wadah bagi para pendidik di sekolah-sekolah NU untuk menyampaikan aspirasi terkait kesejahteraan mereka.
Ketua PerguNU Kebumen, Hasyim Asngari, mengungkapkan bahwa para guru yang hadir berasal dari berbagai tingkatan pendidikan di bawah naungan NU, mulai dari Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Dalam pertemuan tersebut, Hasyim menyoroti kondisi kesejahteraan para guru honorer di sekolah swasta yang menurutnya masih memprihatinkan. Dengan gaji bulanan yang berkisar Rp500.000, mereka berharap adanya perhatian dan uluran tangan dari Pemerintah Kabupaten Kebumen.
“Kedatangan kami ini yang utama adalah untuk bersilaturahmi. Namun, sebagai guru di sekolah swasta dengan status non-PNS maupun non-PPPK, kami terus terang merasakan kehidupan yang jauh dari sejahtera dengan gaji yang sangat terbatas,” ungkap Hasyim.
Lebih lanjut, PerguNU Kebumen berharap Bupati Lilis dapat mempertimbangkan pemberian insentif atau tambahan penghasilan bulanan bagi para guru tersebut.
“Bagaimanapun, tugas kami juga memiliki peran yang sama pentingnya dalam mencerdaskan generasi bangsa, khususnya di Kabupaten Kebumen,” tegasnya.
Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Lilis Nuryani menyatakan komitmennya untuk meningkatkan kesejahteraan para guru non-ASN di wilayahnya. Tidak hanya guru PerguNU, perhatian serupa juga akan diberikan kepada guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK) yang bahkan menerima gaji lebih rendah, yakni sekitar Rp250.000 per bulan.
“Tentu saja kami memiliki komitmen untuk mensejahterakan para guru madrasah maupun guru dengan status non-ASN melalui pemberian insentif dan juga dana hibah untuk mendukung operasional lembaga pendidikan mereka,” ujar Bupati Lilis.
Kendati demikian, Bupati juga menyampaikan adanya keterbatasan anggaran daerah dan jumlah guru yang cukup banyak, sehingga besaran insentif yang dapat diberikan kemungkinan tidak terlalu besar.
“Meskipun demikian, ini adalah wujud rasa cinta dan perhatian kami. Terus terang, sebagai Bupati, saya menerima banyak sekali permintaan untuk diperhatikan,” imbuhnya.
Mengenai mekanisme implementasi pemberian insentif tersebut, Bupati Lilis menyatakan bahwa pembahasan lebih lanjut akan segera dilakukan.
Di akhir pertemuan, Bupati Lilis menyampaikan kekagumannya terhadap semangat dan dedikasi para guru non-ASN. Ia menyoroti bagaimana para pendidik ini tetap bersemangat dan ceria dalam menjalankan tugasnya meskipun dengan keterbatasan ekonomi, bahkan mampu mengantarkan anak-anak mereka hingga jenjang perguruan tinggi.
“Ini membuktikan bahwa rezeki itu bisa datang dari berbagai arah, tidak hanya dari pekerjaan di sekolah. Jika kita menjalankan tugas dengan tulus dan ikhlas, Insya Allah akan penuh keberkahan,” pungkas Bupati Lilis.










Saat ini belum ada komentar