Update
light_mode
Beranda » News » Lima Rumah Sakit Terancam Tak Bisa Layani Peserta JKN-KIS, Ini Penyebabnya

Lima Rumah Sakit Terancam Tak Bisa Layani Peserta JKN-KIS, Ini Penyebabnya

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Jumat, 3 Mei 2019
  • visibility 7.451
  • comment 0 komentar
  • print Cetak
Facebook Twitter Whatsapp Threads Threads

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KebumenUpdate.  Badan Penyelenggara Jaminan Sosial  (BPJS) Kesehatan kembali mengingatkan sejumlah rumah sakit yang menjadi mitranya untuk memperbarui status akreditasi. Pasalnya banyak rumah sakit yang masa berlaku akreditasinya sudah hampir kedaluwarsa.

Padahal sesuai regulasi yang berlaku, akreditasi menjadi salah satu syarat wajib untuk memastikan peserta JKN-KIS memperoleh pelayanan kesehatan yang bermutu sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Secara nasional, hingga akhir April 2019, terdapat 2.428 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, terdiri atas 2.202 rumah sakit dan 226 klinik utama. Dari 720 rumah sakit mitra BPJS Kesehatan pada Desember 2018 belum terakreditasi. Saat ini jumlahnya menurun menjadi 271 rumah sakit.

Khusus di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Kebumen meliputi Kabupaten Kebumen, Purworejo dan Wonosobo, ada 25 FKRTL/rumah sakit yang menjalin kerja sama pelayanan kesehatan peserta JKN KIS. Tahun 2019 terdapat lima rumah sakit di Kebumen, Wonosobo dan Purworejo yang masa berlaku sertifikat akrediasinya kedaluwarsa pada 10 Mei 2010 – November 2019.

“Terdapat dua rumah sakit yang harus segera diperbarui status akreditasinya yakni RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo yang masa berlaku hingga 10 Mei 2019 dan RS Palang Biru Kutoarjo 16 Mei 2019,” ujar Kepala BPJS Kesehatan  Wahyu Giyanto kepada wartawan, Kamis  (2/5/2019).

Rumah sakit lainnya yang akreditasinya habis di 2019 adalah RS Islam Wonosobo masa berlaku (19 Desember 2019), RS  Panti Waluyo Purworejo (18 Juli 2019) dan RSUD dr Soedirman (28 November 2019). Jika sampai masa berlaku akreditasi habis, namun rumah sakit belum memperbarui akreditasi, rumah sakit untuk sementara tidak bisa melayani pasien JKN-KIS.

“Akreditasi merupakan bentuk perlindungan pemerintah dalam memenuhi hak setiap warga negara agar mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak dan bermutu oleh fasilitas pelayanan kesehatan. Akreditasi ini tidak hanya melindungi masyarakat, juga melindungi  tenaga kesehatan yang bekerja di rumah sakit itu sendiri,” ujar Wahyu Giyanto didampingi Kepala Bidang Sumber Daya Manusia Umum dan Komunikasi Publik Wilis Haryuni dan Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Rujukan Novi Indah Prihastuti.

Beri Kesempatan

Wahyu Giyanto menambahkan, akreditasi sebagai persyaratan bagi rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan seharusnya diberlakukansejak awal tahun 2014 seiring dengan pelaksanaan Program JKN-KIS. Namun memperhatikan kesiapan rumah sakit, ketentuan ini kemudian diperpanjang hingga 1 Januari 2019 sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) Nomor 99 Tahun 2015 tentang perubahan PMK 71 Tahun 2013 Pasal 41 ayat (3).

“Kami sudah berkali-kali mengingatkan rumah sakit untuk mengurus akreditasi. Awal tahun lalu, pemerintah sudah memberi kesempatan kepada rumah sakit yang belum melaksanakan akreditasi untuk melakukan pembenahan dan perbaikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Selain itu, pemerintah juga telah memberikan surat rekomendasi kepada sejumlah rumah sakit mitra BPJS Kesehatan yang belum terakreditasi agar paling lambat 30 Juni 2019 nanti harus sudah terakreditasi. Kemudian pada 11 Februari 2019, Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes juga sudah mengirimkan pemberitahuan bagi rumah sakit agar segera terakreditasi,” terangnya.

Di sisi lain, putusnya kerja sama rumah sakit dengan BPJS Kesehatan bukan hanya karena faktor akreditasi semata. Ada juga rumah sakit yang diputus kerja samanya karena tidak lolos kredensialing, sudah tidak beroperasi, atau Surat Izin Operasionalnya sudah habis masa berlakunya. Dalam proses ini juga mempertimbangkan pendapat dinas kesehatan dan/atau asosiasi fasilitas kesehatan setempat dan memastikan bahwa pemutusan kontrak tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat dengan melalui pemetaan analisis kebutuhan fasilitas kesehatan di suatu daerah.

“Kriteria teknis yang menjadi pertimbangan BPJS Kesehatan untuk menyeleksi fasilitas kesehatan yang ingin bergabung antara lain sumber daya manusia meliputi tenaga medis yang kompeten, kelengkapan sarana dan prasarana, lingkup pelayanan, dan komitmen pelayanan,” ujarnya. (ndo)

Ikuti Kebumen Update agar tak ketinggalan berita

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mencoblos di TPS yang Bukan Domisilinya, Seperti Ini Prosedurnya

    Mencoblos di TPS yang Bukan Domisilinya, Seperti Ini Prosedurnya

    • calendar_month Senin, 8 Jan 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 2.310
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – KPU Kebumen kedatangan logistik pemilu berupa Daftar Calon Tetap (DCT) dan Daftar Pasangan Calon (DPC). Adapun jumlahnya seusai dengan jumlah TPS di Kabupaten Kebumen yakni 4.831 TPS. Ditemui di gudang logistik, Senin 8 Januari 2024, Ketua KPU Kebumen Dzakiatul Banat membenarkan jumlah tersebut. Baca juga: Hari Pertama Sortir Lipat Surat Suara di Kebumen, […]

  • Ketika Rakyat Menagih

    Ketika Rakyat Menagih

    • calendar_month Sabtu, 19 Agt 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.742
    • 0Komentar

    Oleh: Sigit Tri Prabowo Di awal tahun 90-an, budayawan Sindhunata menulis sebuah artikel berjudul “Ketika Rakyat Menagih”. Menurutnya, munculnya sebuah negara merdeka merupakan pertemuan antara janji dan harapan yang ditawarkan para negarawan dan penguasa yang kemudian diterima dan didukung rakyatnya. Penerimaan dan dukungan diberikan dengan pamrih akan adanya kehidupan yang lebih baik untuk rakyat saat […]

  • Paket Olahan Ikan

    Darori Wonodipuro Bersama KKP Bagikan 500 Paket Ikan Olahan untuk Warga Pesisir Kebumen

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.409
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Anggota Komisi IV DPR RI, Ir KRT H Darori Wonodipuro MM IPU, bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membagikan 500 paket ikan olahan sehat dan bermutu kepada masyarakat di wilayah pesisir selatan Kebumen, Jumat 15 Mei 2026. Bantuan disalurkan ke-11 desa di delapan kecamatan sebagai bagian dari rangkaian Bulan Mutu 2026. Kegiatan […]

  • Kredit Kompak BPR BKK Kebumen: Modal Mudah untuk Pedagang Pasar

    Kredit Kompak BPR BKK Kebumen: Modal Mudah untuk Pedagang Pasar

    • calendar_month Selasa, 25 Mar 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 858
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – PT BPR BKK Kebumen (PERSERODA) meluncurkan program Kredit Kompak (Kredit Murah Pedagang Pasar Kebumen), sebagai bentuk dukungan terhadap program Pemerintah Kabupaten Kebumen dalam menopang pelaku UMKM. Peluncuran program ini bertepatan dengan program Selaras (Sengkuyung Nglarisi Pasar) dari Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, yang diresmikan di Pasar Tumenggungan pada Senin, 24 Maret 2025. Dalam […]

  • PT BPR BKK Kebumen

    BPR BKK Kebumen Bukukan Laba Rp 17,3 Miliar, Kredit Macet Turun

    • calendar_month Rabu, 17 Jan 2024
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.023
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – PT BPR BKK Kebumen (Perseroda) menorehkan catatan kinerja positif pada tahun 2023. Perusahaan milik Pemkab Kebumen ini berhasil membukukan laba sebesar Rp 17,3 miliar atau sebesar 103 persen melebihi target pendapatan Rp 16,7 miliar. “Ini tentu berkat kerja keras dan ketekunan semua karyawan dalam menjaga kepercayaan  para nasabah,” ujar Sudiharto Direktur Umum […]

  • Tersangka pencurian saat dimintai keterangan di Mapolres Kebumen. (Foto: Istimewa)

    Tidur di Depan Televisi, Kalung Ditarik Pencuri

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.669
    • 0Komentar

    KLIRONG (KebumenUpdate.com) – Aksi pencurian yang tergolong nekat terjadi di Desa Jatimalang, Kecamatan Klirong, Kebumen. Bagaimana tidak, pelaku pencurian itu beraksi saat pemilik rumah sedang tertidur di depan televisi. Selain mengambil smartphone merek Samsung dan uang tunai Rp 150.000, pelaku juga nekat menarik kalung emas sebesar 3,8 gram yang sedang dipakai oleh anak perempuan sang […]

expand_less