Breaking News
light_mode
Beranda » News » Lima Rumah Sakit Terancam Tak Bisa Layani Peserta JKN-KIS, Ini Penyebabnya

Lima Rumah Sakit Terancam Tak Bisa Layani Peserta JKN-KIS, Ini Penyebabnya

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Jum, 3 Mei 2019
  • visibility 7.372
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

KebumenUpdate.  Badan Penyelenggara Jaminan Sosial  (BPJS) Kesehatan kembali mengingatkan sejumlah rumah sakit yang menjadi mitranya untuk memperbarui status akreditasi. Pasalnya banyak rumah sakit yang masa berlaku akreditasinya sudah hampir kedaluwarsa.

Padahal sesuai regulasi yang berlaku, akreditasi menjadi salah satu syarat wajib untuk memastikan peserta JKN-KIS memperoleh pelayanan kesehatan yang bermutu sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Secara nasional, hingga akhir April 2019, terdapat 2.428 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, terdiri atas 2.202 rumah sakit dan 226 klinik utama. Dari 720 rumah sakit mitra BPJS Kesehatan pada Desember 2018 belum terakreditasi. Saat ini jumlahnya menurun menjadi 271 rumah sakit.

Khusus di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Kebumen meliputi Kabupaten Kebumen, Purworejo dan Wonosobo, ada 25 FKRTL/rumah sakit yang menjalin kerja sama pelayanan kesehatan peserta JKN KIS. Tahun 2019 terdapat lima rumah sakit di Kebumen, Wonosobo dan Purworejo yang masa berlaku sertifikat akrediasinya kedaluwarsa pada 10 Mei 2010 – November 2019.

“Terdapat dua rumah sakit yang harus segera diperbarui status akreditasinya yakni RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo yang masa berlaku hingga 10 Mei 2019 dan RS Palang Biru Kutoarjo 16 Mei 2019,” ujar Kepala BPJS Kesehatan  Wahyu Giyanto kepada wartawan, Kamis  (2/5/2019).

Rumah sakit lainnya yang akreditasinya habis di 2019 adalah RS Islam Wonosobo masa berlaku (19 Desember 2019), RS  Panti Waluyo Purworejo (18 Juli 2019) dan RSUD dr Soedirman (28 November 2019). Jika sampai masa berlaku akreditasi habis, namun rumah sakit belum memperbarui akreditasi, rumah sakit untuk sementara tidak bisa melayani pasien JKN-KIS.

“Akreditasi merupakan bentuk perlindungan pemerintah dalam memenuhi hak setiap warga negara agar mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak dan bermutu oleh fasilitas pelayanan kesehatan. Akreditasi ini tidak hanya melindungi masyarakat, juga melindungi  tenaga kesehatan yang bekerja di rumah sakit itu sendiri,” ujar Wahyu Giyanto didampingi Kepala Bidang Sumber Daya Manusia Umum dan Komunikasi Publik Wilis Haryuni dan Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Rujukan Novi Indah Prihastuti.

Beri Kesempatan

Wahyu Giyanto menambahkan, akreditasi sebagai persyaratan bagi rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan seharusnya diberlakukansejak awal tahun 2014 seiring dengan pelaksanaan Program JKN-KIS. Namun memperhatikan kesiapan rumah sakit, ketentuan ini kemudian diperpanjang hingga 1 Januari 2019 sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) Nomor 99 Tahun 2015 tentang perubahan PMK 71 Tahun 2013 Pasal 41 ayat (3).

“Kami sudah berkali-kali mengingatkan rumah sakit untuk mengurus akreditasi. Awal tahun lalu, pemerintah sudah memberi kesempatan kepada rumah sakit yang belum melaksanakan akreditasi untuk melakukan pembenahan dan perbaikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Selain itu, pemerintah juga telah memberikan surat rekomendasi kepada sejumlah rumah sakit mitra BPJS Kesehatan yang belum terakreditasi agar paling lambat 30 Juni 2019 nanti harus sudah terakreditasi. Kemudian pada 11 Februari 2019, Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes juga sudah mengirimkan pemberitahuan bagi rumah sakit agar segera terakreditasi,” terangnya.

Di sisi lain, putusnya kerja sama rumah sakit dengan BPJS Kesehatan bukan hanya karena faktor akreditasi semata. Ada juga rumah sakit yang diputus kerja samanya karena tidak lolos kredensialing, sudah tidak beroperasi, atau Surat Izin Operasionalnya sudah habis masa berlakunya. Dalam proses ini juga mempertimbangkan pendapat dinas kesehatan dan/atau asosiasi fasilitas kesehatan setempat dan memastikan bahwa pemutusan kontrak tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat dengan melalui pemetaan analisis kebutuhan fasilitas kesehatan di suatu daerah.

“Kriteria teknis yang menjadi pertimbangan BPJS Kesehatan untuk menyeleksi fasilitas kesehatan yang ingin bergabung antara lain sumber daya manusia meliputi tenaga medis yang kompeten, kelengkapan sarana dan prasarana, lingkup pelayanan, dan komitmen pelayanan,” ujarnya. (ndo)

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • 52 Club Kawasaki Ninja Jateng-DIY Kumpul di Benteng Van der Wijck, Ada Apa?

    52 Club Kawasaki Ninja Jateng-DIY Kumpul di Benteng Van der Wijck, Ada Apa?

    • calendar_month Sen, 8 Apr 2019
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 12.845
    • 0Komentar

    KebumenUpdate. Sebanyak 52 club motor Kawasaki Ninja se-Jateng DIY yang menginduk pada Kawasaki Ninja Indonesia (KNI) berkumpul di Benteng Van der Wijck Gombong, Minggu(7/4/2019). Mereka menggelar rapat kerja rutin tiga bulanan yang diikuti ketua dan sekretaris club. Raker itu salah satunya membahas persiapan jambore daerah yang bakal digelar di Magelang 15 Juni 2019. Selain itu […]

  • Buka Bersama di Pendopo Kabumian, Bupati Beri THR untuk Kades, Sekdes, dan Perangkatnya

    Buka Bersama di Pendopo Kabumian, Bupati Beri THR untuk Kades, Sekdes, dan Perangkatnya

    • calendar_month Sen, 1 Apr 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.485
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Dalam acara buka puasa bersama ulama, umaro, masyarakat, dan pedagang sayur keliling, Bupati Kebumen Arif Sugiyanto menyampaikan terimakasihnya kepada masyarakat selama kepemimpinan Arif-Rista. “Insyaallah Ramadan ini merupakan Ramadan terakhir di pemerintahan kami. Izinkan kami baik secara pribadi maupun kedinasan, menyampaikan permohonan maaf selama bertugas,” kata Bupati Arif Sugiyanto di Pendopo Kabumian, Senin […]

  • Berawal dari Pengakuan Ahmad Dhani Tentang Kebumen, Dewa 19 Akhirnya Hadir di KIE 2023

    Berawal dari Pengakuan Ahmad Dhani Tentang Kebumen, Dewa 19 Akhirnya Hadir di KIE 2023

    • calendar_month Jum, 23 Jun 2023
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 11.197
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Hadirnya grup musik Dewa 19 dalam ajang Kebumen International Expo (KIE) memberi kesan tersendiri bagi masyarakat Kebumen dan juga Baladewa (penggemar Dewa 19). Pasalnya, di tahun lalu beredar video di mana Ahmad Dhani ditanya oleh awak media tentang kota yang belum pernah dikunjungi, lalu ia menjawab salah satunya Kebumen. Baca juga: Berikut Harga […]

  • Jika 2045 Indonesia Emas, maka 2045 Kebumen Bersinar (Kabumian Sumunar)

    Jika 2045 Indonesia Emas, maka 2045 Kebumen Bersinar (Kabumian Sumunar)

    • calendar_month Jum, 15 Des 2023
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 3.348
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Jika ada penyebutan Indonesia Emas di 2045, maka di tahun yang sama akan ada penyebutan Kabumian Sumunar. Yang artinya Kebumen maju, sejahtera, dan berkelanjutan. Atau disebut Kebumen Bersinar. “Kenapa penyebutannya bersinar? Karena biar terintegrasi dengan semua potensi alam yang ada. Karena untuk Geopark Kebumen menggunakan penyebutan The Glowing Mother Earth of Java. […]

  • Pemilik Ruko di Sepanjang Moro Soetta Diajak Ikut Menjaga dan Bersihkan Trotoar

    Pemilik Ruko di Sepanjang Moro Soetta Diajak Ikut Menjaga dan Bersihkan Trotoar

    • calendar_month Ming, 15 Okt 2023
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.462
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Pemkab Kebumen terus melakukan penataan Moro Soetta dan melanjutkan proyek tersebut yang saat ini sedang diperpanjang hingga Tugu PKK di depan Kantor Pos Kebumen. Dengan target selesai pada akhir tahun ini, Bupati Kebumen Arif Sugiyanto juga berpesan kepada para pemilik ruko yang berada di Moro Soetta agar rutin membersihkan halamannya. Karena mereka […]

  • Panen Hadiah

    Panen Hadiah Simpedes, Nasabah BRI Unit Karanganyar Raih Honda Mobilio

    • calendar_month Sen, 24 Mei 2021
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 6.407
    • 0Komentar

    GOMBONG (KebumenUpdate.com) – Nasabah BRI Unit Karanganyar atas nama Tri Pudyaningsih beruntung mendapatkan hadiah satu unit mobil Honda Mobilio E MT dari BRI Cabang Gombong. Tri Pudyaningsih menjadi pemenang grand prize undian Panen Hadiah Simpedes Periode 2 tahun 2020 yakni 1 September 2020-28 Februari 2021. Acara digelar secara virtual berlangsung Radio Kopi Gombong, Senin 24 […]

expand_less