FGD PT Tirta Utama Jateng: Serapan PDAM Kebumen Rendah, Dari 300 L/Dt Baru Terserap 75 L/Dt
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Kam, 4 Agu 2022
- visibility 2.612
- comment 0 komentar

Tiga sistem pengolahan SPAM Regional Keburejo. (Foto: PT Tirta Utama Jateng)
Pada FGD di bulan Mei, PDAM Kebumen menyatakan akan memaksimalkan SPAM Regional Keburejo. Dengan anggaran yang sudah diberikan, apabila implementasi masih rendah maka akan menjadi pertimbangan bagi SPAM Regional wilayah lain.
Beberapa Isu Strategis di Kebumen
Sementara itu menurut Lidya Harahap, isu strategis Kabupaten Kebumen di antaranya tarif air yang tinggi, kemampuan masyarakat untuk menyambung PDAM rendah, kemudian coverage area.
“Tidak hanya titik tertentu yang dilayani, tidak hanya di kota. Kebumen itu wilayah geografisnya cukup luas, namun belum terjangkau oleh semua masyarakat. Edukasi mengenai air sebagai kebutuhan mendasar bagi manusia juga perlu disampaikan,” kata Lidya.

Dirut PT Tirta Utama Jateng, Komisi C DPRD Jateng, dan narasumber berfoto bersama. (Foto: Hari)
Mengenai permasalahan warga di Perum Korpri Jatimulyo yang kesulitan mendapatkan air bersih dari PDAM, pihak PDAB Tirta Utama tidak dapat mengakses langsung ke warga.
“Dengan adanya sistem ini, kita tidak boleh mengakses langsung ke warga, istilahnya menyerobot atau melangkahi. Domain kami membendung sungai, membuat tandon air, menjernihkan, dan mengalirkan lewat pipa besar,” kata Dirut PT Tirta Utama Djoko Suprapto.
Di luar itu, dia menambahkan terkait pembangunan instalasi jaringan air bersih di depan SMA N 2 Kebumen yang menggunakan anggaran dari provinsi senilai 7 miliar rupiah.
“Kami sudah komunikasi ke PDAM Kebumen, alasannya tidak ada anggaran. Akhirnya lewat Bupati Kebumen minta bantuan ke provinsi untuk pemasangan jaringan Kebumen sisi utara yaitu Jatimulyo, depan SMA N 2 Kebumen, Perumahan Praja Mukti. Itu baru pipa besar, belum sampai rumah. Jika ingin sampai rumah, maka perlu dilakukan inter koneksi jaringan, dan itu yang menjadikan aliran air 24 jam, kalau mereka mau terbuka. Jika sekarang masih ada keluhan, sering mati, ya karena pasokannya tidak ada. Produksi dari Alian, Lukulo memang tidak mampu,” tandas Djoko Suprapto.







Saat ini belum ada komentar