Direktur GTK Ajak Guru RA Kembangkan Soft Skill Anak Usia Dini di Era AI
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Jum, 25 Apr 2025
- visibility 1.729
- comment 0 komentar

Direktur GTK Madrasah Kementerian Agama RI, Thobib Al Asyhar foto bersama. (Foto: Fouzan)
Thobib juga memaparkan enam strategi utama untuk menghadapi lanskap pendidikan baru di era digital. Beberapa di antaranya akan diwujudkan dalam bentuk pelatihan daring untuk guru madrasah, khususnya guru RA, antara lain:
Pemahaman dasar AI perlu memahami dasar-dasar AI dan cara mengintegrasikannya dalam pembelajaran secara bijak dan etis. Kemudian pelatihan etika digital. Fokus pada penggunaan teknologi secara bertanggung jawab, pengawasan digital, dan keamanan anak-anak saat mengakses media digital.
Pengembangan soft skill. Keterampilan seperti komunikasi, empati, dan kepemimpinan perlu ditanamkan sebagai bekal guru dalam membimbing anak usia dini.Arah pendidikan masa depan adalah membangun sebanyak mungkin soft skill, karena hal itulah yang dibutuhkan pasar dan masyarakat,” tegas Thobib.
Dukungan dan Harapan dari IGRA
Senada dengan Direktur GTK, Ketua Pengurus Wilayah IGRA Jawa Tengah, Nurkhasanah, menyatakan dukungannya terhadap program-program Kementerian Agama. Namun ia juga berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah terhadap kesejahteraan dan kebutuhan peningkatan kompetensi guru RA.
“Kami, seluruh anggota dan pengurus IGRA se-Jawa Tengah, siap mendukung penuh program Kemenag. Tapi kami juga mohon dukungan dalam bentuk pelatihan dan peningkatan kesejahteraan,” ungkapnya.
Dalam laporannya, Nurkhasanah mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 4.876 lembaga RA di Jawa Tengah, dengan jumlah pendidik mencapai 18.931 orang. Dari jumlah tersebut, 14.968 guru telah bergelar sarjana (S1), 268 ASN dan sisanya masih berpendidikan SMA.
Sementara itu, jumlah peserta didik RA di Jawa Tengah tercatat sebanyak 239.170 anak. (Tauzan)







Saat ini belum ada komentar