Demi Geopark dan Ketahanan Pangan: Kebumen Usulkan Rp233 Miliar untuk Perbaikan Jalan ke Pemerintah Pusat
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Rab, 28 Mei 2025
- visibility 889
- comment 0 komentar

Bupati Lilis Nuryani didampingi Kadinas PUPR Kebumen Joni Hernawan saat monitoring jalan Dorowati-Podourip pada Maret 2025. (Foto: Hari)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Lebih kurang sekitar Rp700-800 miliar dibutuhkan untuk perbaikan menyeluruh kerusakan jalan di Kebumen. Namun, dengan anggaran yang tersedia tahun ini hanya Rp51 miliar, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Kebumen harus memutar otak, menyusun strategi prioritas untuk penanganan jalan secara bertahap.
Strategi atau upaya tersebut dilakukan Bupati Lilis Nuryani didampingi Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kebumen, Joni Hernawan, dengan berkunjung ke Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah-DIY belum lama ini.
Masyarakat Kebumen tentu berharap kunjungan tersebut membawa angin segar. KebumenUpdate.com mengonfirmasi langsung hal ini kepada Kepala Dinas PUPR Kebumen, Joni Hernawan, Rabu 28 Mei 2025.
Ia menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan upaya konkret untuk mendorong pemerintah pusat agar memberikan bantuan dalam pembangunan infrastruktur di Kabupaten Kebumen melalui skema Inpres Jalan Daerah (IJD).
“Kemarin saya mendampingi Bupati Lilis berkunjung ke Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Tengah-DIY dalam rangka mendorong agar kita bisa dibantu oleh pemerintah dalam pembangunan infrastruktur di Kabupaten Kebumen melalui Inpres Jalan Daerah,” terang Joni.
Prioritas Usulan Inpres Jalan Daerah 2025
Pada kesempatan tersebut, Pemkab Kebumen telah menyampaikan usulan mendesak untuk IJD tahun 2025, meliputi tujuh ruas jalan dengan total nilai usulan sekitar Rp233 miliar. Ruas-ruas jalan yang menjadi prioritas tersebut adalah:
- Selokerto-Buayan-Jladri
- Mertokondo-Karangsambung
- Gombong-Puring
- Rogodono-Pringtutul
- Gentan-Miritpetikusan
- Wonosari-Kembaran
- Mirit-Tambakmulyo (Desa Munggu – Tambakmulyo)
“Kita usulkan ada tujuh ruas yang dibiayai melalui Inpres Jalan Daerah, nilainya sekitar 233 miliar,” kata Joni.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan usulan ini sangat bergantung pada komitmen pemerintah pusat terhadap Kebumen.
Menurutnya, peningkatan infrastruktur jalan ini bukan hanya untuk kenyamanan berkendara, tetapi juga memiliki dampak strategis yang lebih luas. Joni menekankan bahwa perbaikan jalan ini akan mendukung ketahanan pangan di Kebumen serta meningkatkan aksesibilitas di wilayah yang telah diakui sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp).
“Kebumen juga untuk mendukung ketahanan pangan dan masuk UNESCO Global Geopark, butuh akses yang bagus. Sehingga harapannya pemerintah pusat juga bisa mendukung,” harapnya.
Mendorong Kelanjutan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS)
Selain usulan IJD, Pemkab Kebumen juga aktif mendorong kelanjutan pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) dari Jladri. Joni Hernawan mengungkapkan kekhawatirannya karena terputusnya pembangunan JJLS berdampak serius pada jalan kolektor di Kebumen.
“Kita mendorong juga agar jalan JJLS dari Jladri bisa dilanjutkan, karena efek dari jalan itu putus, kendaraan besar yang masuk lintas provinsi akhirnya masuk ke jalan kolektor kita, JJLS masuk kolektor sehingga banyak yang rusak sekarang,” pungkasnya.







Saat ini belum ada komentar