Pentaskan “Gatotkaca Lahir”, Dalang Cilik Prama-Rafi Pukau Warga Nusawungu
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sen, 29 Jul 2019
- visibility 6.179
- comment 0 komentar

Ki Pramariza Fadhlansyah (14) tampil memukau saat tampil di Nusawungu. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)
Rektor Unindra Prof Dr Sumaryoto menjelaskan pentas wayang kulit tersebut digelar atas undangan dari pemerintah Desa Nusawungu sebagai bentuk pengabdian masyarakat.
“Gatotkaca merupakan simbol seorang kesatria. Dengan terpilihnya pemimpin baru, diharapkan melahirkan seorang kesatria yang bisa mengayomi masyarakat di Desa Nusawungu,” ujar Prof Sumaryoto di sela-sela acara.
Baca Juga: Kerjasama TVRI Jateng dan Unindra, Dalang Cilik Prama-Rafi Pentaskan Lakon Aji Narantaka

Prama-Rafi foto bersama Rektor Unindra Prof Sumaryoto sebelum pentas. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)
Lebih lanjut, Prof Sumaryoto menambahkan pada 20 Agustus 2019 mendatang, Prama-Rafi akan pentas di Alun-alun Kebumen. Pentas dalam rangka memeringati hari jadi ke- 390 Kebumen, Prama-Rafi akan berkolaborasi dengan dalang kondang Ki Anom Suroto. Pada 6 September di kampus Unindra dan 26 September di TMII dalam rangka dies natalis Unindra.
“Ini suatu bentuk apresiasi, sekaligus sebagai contoh dan motivasi bagi anak-anak untuk menggemari wayang kulit,” ujarnya.
Prama-Rafi yang tak lain adalah cucu dari Prof Dr Sumaryoto itu merupakan dalang yang belajar secara otodidak. Dua dalang yang belajar dari Youtube itu telah pentas di sejumlah daerah di Indonesia maupun manca negara. Prama-Rafi bahkan menyandang predikat Duta Budaya Internasional. Keduanya sudah menggelar pertunjukan di sejumlah negara seperti Rusia, India dan Korea Selatan. (ndo)









Saat ini belum ada komentar