Buka Masa Musrenbang 2026, Bupati Kebumen Fokuskan RKPD 2027 pada Infrastruktur Dasar dan Pariwisata
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Kam, 22 Jan 2026
- visibility 623
- comment 0 komentar

Bupati Lilis secara resmi membuka masa Musrenbang RKPD 2027 yang ditandai dengan pemukulan gong. (Foto: Hari)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Bupati Kebumen Lilis Nuryani secara resmi membuka Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Tahun 2027 sekaligus membuka Masa Musrenbang Kabupaten Kebumen Tahun 2026 di Pendopo Kabumian, Kamis 22 Januari 2026.
Dalam forum ini, Bupati juga meluncurkan aplikasi Kamandaka, sebuah sistem perencanaan, pengendalian, dan evaluasi kinerja.
Melalui aplikasi ini, Bupati melakukan login perdana menggunakan akun resminya untuk memonitor data kinerja dan evaluasi perangkat daerah.
Langkah digitalisasi ini diharapkan mampu meningkatkan transparansi dan efektivitas kerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kebumen.
Capaian Ekonomi dan Penurunan Kemiskinan Terbaik
Kepala Bapperida Kebumen, Bahrun Munawir, melaporkan sejumlah capaian positif sepanjang tahun 2025.
Pertumbuhan ekonomi Kebumen tercatat naik signifikan menjadi 5,88%, meningkat dari tahun sebelumnya yang berada di angka 5,3%.
Selain itu, inflasi daerah tetap terjaga stabil di angka 2,61% dan angka pengangguran terbuka berhasil ditekan menjadi 4,95%.
Prestasi paling mencolok adalah penurunan angka kemiskinan sebesar 2,13%, dari 15,71% menjadi 13,58%. Capaian ini menempatkan Kabupaten Kebumen sebagai daerah dengan tingkat penurunan kemiskinan terbaik di Pulau Jawa.
“Ini motivasi bagi kita semua. Target kita adalah mencapai angka kemiskinan satu digit (di bawah 10%) pada akhir periode nanti,” ujar Bahrun.
Fokus Pembangunan 2027: Infrastruktur dan Pariwisata
Dalam sambutannya, Bupati Kebumen yang akrab disapa “Biyunge Wong Kebumen” menegaskan bahwa tema pembangunan tahun 2027 akan berfokus pada pemenuhan infrastruktur untuk memperkuat akses pelayanan dasar dan pengembangan pariwisata.
“Kemampuan keuangan daerah kita masih terbatas, sehingga kita harus memilih skala prioritas yang paling dibutuhkan masyarakat,” tegas Bupati.
Prioritas tersebut mencakup perbaikan jalan, akses sekolah, layanan kesehatan, serta optimalisasi potensi wisata pantai dan perbukitan untuk menggerakkan UMKM desa.
Sementara itu Ketua DPRD Kebumen, Saman Halim Nurrohman, menyampaikan bahwa RKPD 2027 harus menjadi pedoman operasional yang menciptakan sinkronisasi antarwilayah dan instansi.
Namun, ia juga mengingatkan sejumlah tantangan yang harus dihadapi, antara lain optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), penurunan nilai transfer anggaran dari pemerintah pusat, mitigasi bencana alam dan peningkatan kualitas SDM masyarakat, serta upaya menghidupkan kembali tren kunjungan wisata yang sempat menurun.
Sebagai tindak lanjut, pelaksanaan Forum OPD mendatang akan ditekankan pada sembilan poin utama, di antaranya perencanaan yang berbasis kajian matang, pengalokasian pagu anggaran sesuai prioritas, serta sinkronisasi antar-OPD agar program tidak berjalan sendiri-sendiri.
Bupati berharap seluruh elemen masyarakat memberikan masukan jujur dan konstruktif selama masa Musrenbang ini.
“Dari sinilah arah pembangunan Kebumen Tahun 2027 kita perbaiki dan kita kuatkan bersama,” pungkasnya. Makin Tahu Indonesia







Saat ini belum ada komentar