PDIP Dukung Pemkab Kebumen Terapkan Kenormalan Baru, Ini Alasannya

  • Whatsapp
Ketua DPC PDIP Kebumen Saiful Hadi SIKom. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)
Ketua DPC PDIP Kebumen Saiful Hadi SIKom. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – DPC PDI Perjuangan Kebumen mendukung Pemkab Kebumen menerapkan kenormalan baru atau new normal. Dengan penerapan new normal itu diharapkan dapat memperbaiki perekonomian masyarakat yang terpuruk karena pembatasan kegiatan masyarakat selama pandemi Covid-19.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kebumen Saiful Hadi SIKom menyampaikan bahwa pembatasan kegiatan masyarakat sejak Maret 2020 berdampak pada mandeknya perekonomian termasuk masyarakat kecil. Dia mencontohkan belajar di rumah bagi pelajar, berdampak pada berkurangnya pemasukan abang ojek, penjual makanan dan sebagainya.

Berita Lainnya

“Penerapan new normal tentu dengan penerapan protokol kesehatan. Sehingga ekonomi membaik dan penularan virus corona dapat diminimalisir,” ujar Saiful Hadi saat menjadi pembicara dalam Dialog Interaktif dalam rangka Bulan Bung Karno di Meotel Kebumen, Selasa 9 Juni 2020.

Kebumen Zero Pasien Positif Covid-19

Dialog interaktif yang mengangkat tema “New Normal dalam Perspektif Kesehatan Ekonomi dan Politik“ itu juga menghadirkan pembicara lain Ketua DPRD Kebumen Sarimun dan Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kebumen Bidang Pemberdayaan Perempuan Kesehatan, Ristawati Purwaningsih. Dialog tersebut diikuti oleh pengurus DPC PDI Perjuangan dan para wartawan di Kebumen.

Saiful Hadi yang juga anggota Komisi I DPRD Provinsi Jateng menambahkan ada beberapa syarat sebuah kabupaten/kota menetapkan new normal. Salah satunya, terjadi penurunan kasus Covid-19. Di Kebumen, Selasa 9 Juni 2020 nol kasus Covid-19. Dari 34 orang positif Covid–19, 32 pasien sembuh dan dua orang meninggal dunia. Dalam beberapa waktu ini tidak ada penambahan kasus Covid-19 baru.

Ketua DPRD Kebumen Sarimun mengungkapkan bahwa dampak dari pendemi Covid-19 adalah berkurangnya anggaran pembangunan infrastruktur berupa jalan dan pasar kecuali di bidang kesehatan dan pendidikan. Hal tersebut merupakan imbas dari pengurangan anggaran yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Selain itu juga dilakukan refokusing anggaran untuk penanganan pandemi Covid-19 di Kebumen,” ujarnya.

Hadapi Pilbup 2020 di Tengah Pandemi, Apa Strategi PDIP 

Sementara itu, Ristawati Purwaningsih mengatakan, DPC PDI Perjuangan Kebumen melalui Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) turut ambil bagian membantu pemerintah untuk menanggulangi penyebaran Covid-19. Mulai dari aktif melakukan penyemprotan desinfektan, pembagian Alat Pelindung Diri (APD) dan pembagian masker kepada masyarakat.

Terkait tetap diselenggarakan Pilbup pada 9 Desember 2020 mendatang atau di tengah pandemi Covid-19, Rista yang merupakan bakal calon wakil bupati yang diusung PDI Perjuangan menyampaikan bahwa penyikapan harus dilakukan secara bersama oleh semua pihak. Mulai dari parpol peserta pemilu, penyelenggara pemilu, hingga masyarakat pemilih.

“Sebagai peserta pemilu kami telah merencanakan beberapa hal. Misalnya ketika akan mendaftar ke KPU, kami tidak akan secara berbondong-bondong bersama parpol pendukung,” terang Rista.

Tak Kumpulkan Massa, Turun Langsung ke Masyarakat

Selain itu, pihaknya akan memaksimalkan kampanye dengan cara turun langsung ke masyarakat bukan dengan mengumpulkan masa. Dia berharap KPU dan pemerintah sebagai penyelenggara Pemilu tetap berpedoman pada kaidah-kaidah new normal.

“KPU dan pemerintah harus menjamin terlaksananya suksesi kepemimpinan yang aman dan sehat bagi para peserta maupun panitia pelaksana. Mulai dari pendataan sampai rekapitulasi. Karena Pilkada bukan hanya pada hari H pencoblosan,” tandas Mbak Rista, panggilan akrabnya.

Sebelumnya, Saiful Hadi mengatakan bahwa yang terpenting sebenarnya memahami peta politik. Sampai saat ini pihaknya masih menunggu lawan politik. Apakah akan ada lawan dalam Pilbup Kebumen atau tidak. (smn)

Berita Terkait