BPJS Kesehatan Kukuhkan Duta Muda 2025: Dorong Literasi JKN dan Gerakan Hidup Sehat di Kalangan Milenial
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Kam, 20 Nov 2025
- visibility 389
- comment 0 komentar

Hengky Silas Jonathan Kafiar dari SMK Negeri Khusus Pariwisata Papua berhasil meraih Juara Duta Muda BPJS Kesehatan 2025. (Foto: Dok. BPJS Kesehatan)
JAKARTA (KebumenUpdate.com) – BPJS Kesehatan secara resmi mengukuhkan para finalis Duta Muda BPJS Kesehatan 2025 dalam Malam Penganugerahan yang berlangsung pada Rabu 19 November 2025.
Dua belas finalis dari berbagai daerah di Indonesia ini dinobatkan sebagai figur inspiratif yang akan menjadi penggerak utama literasi dan edukasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di kalangan generasi muda.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, menjelaskan kepada media. (Foto: Dok. BPJS Kesehatan)
Hengky Silas Jonathan Kafiar dari SMK Negeri Khusus Pariwisata Papua berhasil meraih Juara I, diikuti Zesika Salsabil Fahrizal (Juara II) dan Luh Putu Rani Nanda Iswari (Juara III).
Peran Strategis Generasi Muda dalam JKN
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, menyampaikan apresiasi atas komitmen dan kreativitas para finalis. Ia menegaskan bahwa Duta Muda membuktikan kontribusi nyata melalui gagasan kreatif dan aksi sosial yang berdampak positif.
Ghufron menyoroti peran strategis generasi muda sebagai segmen paling aktif dan berpengaruh di ruang publik digital.
Merujuk pada Laporan Digital Indonesia 2025, kelompok usia 13-24 tahun mendominasi pengguna media sosial. Fakta ini sejalan dengan data BPJS Kesehatan per November 2025, di mana kelompok usia 15-19 tahun merupakan komposisi peserta Program JKN terbanyak.
“Generasi muda adalah key opinion leader di era digital yang berperan penting dalam meningkatkan literasi kesehatan. Program Duta Muda ini dirancang sebagai wadah menumbuhkan kepedulian terhadap JKN sejak dini,” jelas Ghufron.
Gencarkan Gerakan Hidup Sehat dengan GSP 3-3-5
Selain menyebarkan informasi Program JKN, Duta Muda juga dibina intensif untuk menjadi agent of change yang mendorong perilaku hidup sehat.
Salah satu gerakan yang ditekankan adalah pentingnya aktivitas fisik teratur, khususnya bagi peserta JKN penderita penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes.
BPJS Kesehatan memperkenalkan Gerak Sehat Peserta Prolanis (GSP 3-3-5), sebuah metode olahraga sederhana berdurasi 30 menit yang mengadopsi konsep Interval Walking Training (IWT) dari Jepang.
Metode ini terdiri dari tiga menit jalan cepat, diikuti tiga menit jalan santai sebagai pemulihan, dan pola tersebut diulang sebanyak lima kali.
“GSP 3-3-5 terbukti mampu menurunkan tekanan darah, menstabilkan kadar gula darah, serta mengurangi risiko komplikasi. Ini adalah bentuk komitmen bersama untuk hidup lebih sehat,” tambah Ghufron.
Inovasi Digital dan Dukungan DJSN
Dalam mendukung ekosistem komunikasi digital, BPJS Kesehatan juga meluncurkan inovasi BPJS on Air, sebuah program edukasi interaktif yang disiarkan langsung melalui platform TikTok.
Inovasi ini memungkinkan masyarakat mendapatkan informasi JKN secara real-time dengan pendekatan yang lebih ringan dan dekat dengan karakteristik generasi muda.
Di sisi lain, Ketua Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN), Nunung Nuryartono, menyatakan dukungan penuh. DJSN dan BPJS Kesehatan telah menyiapkan kurikulum literasi JKN di tingkat SMA/SMK/MA hingga perguruan tinggi sebagai upaya masif memberikan edukasi jaminan kesehatan sejak dini.
“Langkah ini merupakan fondasi awal yang sangat baik. Kami berharap keterlibatan anak muda ini dapat memperkuat ekosistem literasi JKN hingga ke pelosok negeri,” tutup Nunung. Makin Tahu Indonesia
Daftar Pemenang Duta Muda BPJS Kesehatan 2025:
- Juara I: Hengky Silas Jonathan Kafiar (SMK Negeri Khusus Pariwisata Papua)
- Juara II: Zesika Salsabil Fahrizal (SMA Negeri 1 Cidahu)
- Juara III: Luh Putu Rani Nanda Iswari (SMA Negeri 1 Semarapura)
- Juara Favorit: Anata Intan (SMA Negeri 1 Kepahiang)







Saat ini belum ada komentar