Binda Jateng Bersama Dinkes PPKB Gelar Vaksinasi di Klinik Pengobatan Penyakit Paru
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Rab, 25 Mei 2022
- visibility 848
- comment 0 komentar

Binda Jateng meninjau pelaksanaan vaksinasi di Klinik Pengobatan Penyakit Paru. (Foto: istimewa)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Jawa Tengah membuka gerai vaksinasi di Klinik Pengobatan Penyakit Paru yang terletak di Gang Gelatik Kelurahan Panjer Kecamatan Kebumen pada Rabu 25 Mei 2022.
Berdasarkan jadwal dari Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, untuk tim pelaksana vaksinasi yang bertugas kali ini yaitu dari Puskesmas Sadang.
Selain di Kebumen, Binda Jateng juga membuka gerai vaksinasi di wilayah lainnya dengan total sebanyak 27 wilayah yang difokuskan pada vaksinasi booster. “Hal itu guna mendongkrak imunitas komunal di beberapa daerah di Provinsi Jawa tengah, baik dari kalangan anak usia 6-11 tahun, masyarakat umum dan lansia,” kata Kepala BIN Daerah Jateng Brigjen TNI Sondi Siswanto.
Adapun untuk wilayah lainnya yaitu di Kota Semarang, Kabupaten Banyumas, Banjarnegara, Cilacap, Purbalingga, Magelang, Purworejo, Kebumen, Wonosobo, Temanggung, Batang, Brebes, Pemalang.
Lalu Kabupaten Kendal, Semarang, Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, Grobogan, Boyolali, Sragen, Karanganyar, Wonogiri, Sukoharjo, Pekalongan. Adapun target vaksinasi hari ini sekitar 20.000 orang bisa tervaksinasi.

Peserta vaksinasi mendapatkan sertifikat vaksin. (Foto: istimewa)
Vaksinasi ini diharapkan mampu meningkatkan kekebalan tubuh masyarakat, khususnya di Provinsi Jateng. Selain itu, dia menghimbau masyarakat meski sudah divaksin agar tetap taat protokol kesehatan saat dikeramaian atau di dalam ruangan.
“Untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 ini tidak cukup hanya dengan vaksinasi saja, karena masih ditemukan adanya masyarakat yang menderita Covid-19 walaupun yang bersangkutan sudah melakukan vaksinasi,” ujar Sondi.
Binda Jateng juga menghimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati terhadap berita hoax yang tersebar di media sosial. “Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan. Pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya,” tandas Sondi.







Saat ini belum ada komentar