Beri Dukungan Moril, Pjs Bupati Kebumen Kunjungi Lokasi Bencana Longsor dan Banjir
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Ming, 10 Nov 2024
- visibility 1.085
- comment 0 komentar

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Pjs Bupati Kebumen Boedyo Dharmawan kunjungi lokasi bencana tanah longsor di Desa Jemur, Kecamatan Pejagoan. Ia menyampaikan duka mendalam kepada keluarga korban yang dinyatakan meninggal dunia karena tertimbun material longsor pada Sabtu malam 9 November 2024.
“Pertama kami mewakili pemerintah paerah menyampaikan duka yang mendalam kepada keluarga korban atas musibah yang terjadi. Semoga almarhum dan almarhumah husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan senantiasa tabah dan sabar,” ujar Boedyo didampingi sejumlah pimpinan OPD, Minggu 10 November 2024.
Baca juga: Longsor di Dukuh Lengkong Desa Jemur Pejagoan, Dua Korban Ditemukan Meninggal Dunia
Korban yang merupakan ibu dan anak telah berhasil ditemukan pada Minggu siang oleh Tim SAR Gabungan. Boedyo bersama pimpinan OPD juga mengunjungi lokasi banjir akibat jebolnya tanggul sungai di dua tempat, yakni di Desa Sidomukti, Kecamatan Adimulyo, dan Kelurahan Panjatan, Kecamatan Karanganyar. Kondisi saat ini sudah mulai surut dan tidak ada korban jiwa.
Pihaknya terus mengimbau masyarakat agar berhati-hati dan waspada dengan menghindari tempat-tempat yang rawan bencana longsor. Sebab, saat ini sudah masuk musim penghujan dengan intensitas yang cukup tinggi.
“Pesan saya untuk masyarakat yang tinggal di bawah tebing untuk lebih hati-hati, karena bencana bisa datang kapan saja. Bila perlu untuk sementara waktu mencari tempat yang lebih aman,” ujarnya.
Penjelasan Kepala BPBD Kebumen
Sementara itu, Kepala BPBD Kebumen Udy Cahyono mengatakan, hujan lebat disertai angin yang terjadi pada Sabtu malam kemarin telah mengakibatkan sejumlah wilayah di Kebumen mengalami tanah longsor dan banjir serta pohon tumbang. Untuk tanah longsor paling parah terjadi di Jemur, Pejagoan, dan Desa Giripurno, Kecamatan Karanganyar.
“Untuk longsor yang menimbun rumah ada di dua tempat, di Jemur dan Giripurno. Di Jemur korban meninggal dua orang, dan di Giripurno empat orang mengalami luka-luka,” ucapnya.
Sedangkan untuk banjir di Sidomukti, Adimulyo dan Panjatan, Karanganyar terjadi akibat jebolnya tanggul sungai. Pemkab tengah melakukan upaya penanganan darurat dengan membendungnya kembali memakai karung yang diisi pasir. Beberapa warga ada yang terpaksa diungsikan.
“Untuk yang Kelurahan Panjatan ada 9 orang mengungsi, tapi sudah balik karena air sudah surut. Kemudian untuk yang di Sidomukti ada 150 warga yang mengungsi di tempat keluarganya,” ucapnya.
Petugas BPBD bersama Tim SAR, TNI, Polri dan relawan sampai saat ini masih di lapangan untuk membantu penanganan bencana dengan membersihkan material longsor dan banjir, serta menebang pohon-pohon yang tumbang.
“Petugas kami pada musim-musim penghujan seperti sekarang ini kita siap siaga 24 jam,” jelasnya.








Saat ini belum ada komentar