Belajar Bersama Ciptakan Lingkungan Ramah Disabilitas
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Rab, 25 Sep 2019
- visibility 3.985
- comment 0 komentar

Founder Ascendia Project dokter Faiz Alauddien Reza Mardhika saat Talkshow Urun Rembug Masa Depan Disabilitas yang Lebih Cerah. (Foto: Istimewa-KebumenUpdate)
YOGYAKARTA (KebumenUpdate.com) – Tema disabilitas merupakan isu yang sering didengar sehari-sehari, namun jarang sekali dibahas secara mendalam. Secara umum masih banyak persoalan yang dihadapi disabilitas mulai dari pendataan yang tidak valid, aksesibilitas, kesetaraan dan permasalahan dalam memenuhi hak-hak mereka.
Hal itu disampaikan oleh Founder Ascendia Project dokter Faiz Alauddien Reza Mardhika dalam Talkshow Urun Rembug Masa Depan Disabilitas yang Lebih Cerah yang digelar oleh Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM, baru-baru ini.
Talkshow menghadirkan Dr Endro Basuki SpBS, Dinas Sosial dan Ketenagakerjaan DIY, serta Dr Diana Setyowati MHs C PsY. Acara yang dibuka oleh Prof Sunartini Hapsara PhD SpA (K) menitikberatkan pada RSA yang sudah dideklarasikan sebagai rumah sakit yang ramah disabilitas dan terus berkomitmen dalam mengembangkan lingkungan yang inklusif.
Baca Juga: Hadirkan Raisa, Katon dan Lilo, Konser Amal Peduli Disabilitas Kebumen Sukses Digelar
Lebih lanjut, dokter Reza menyoroti bahwa meskipun Indonesia memiliki banyak Undang-undang dan peraturan yang dapat digunakan sebagai sumber hukum positif, pada praktiknya peraturan itu belum dapat diimplementasikan secara baik di masyarakat.
Dia juga menggarisbawahi peran tenaga kesehatan yang sangat penting dalam pelayanan disabilitas, karena mereka merupakan gate keeper pertama yang akan menentukan apakah seseorang adalah disabilitas atau tidak. Sehingga pengetahuan tentang isu-isu disabilitas perlu diketahui oleh tenaga kesehatan.
“Acara ini diharapkan mampu menjadi pembelajaran bersama untuk menciptakan lingkungan yang ramah disabilitas,” ujarnya menyebutkan program Ascendia Project fokus pada pemberdayaan disabilitas.

Founder Ascendia Project dokter Faiz Alauddien Reza Mardhika foto bersama keluarga dan sahabatnya, (Foto: Istimewa-KebumenUpdate)
Dokter Reza menginformasikan bahwa di Kebumen terdapat sekitar 12.000 disabilitas yang hampir seluruhnya turut menyumbangkan peran dalam kemiskinan. Kebumen merupakan kabupaten termiskin nomor dua di Jawa tengah.
Baca Juga: Ascendia Goes to Office: Membuka Border antara Disabilitas dan Non Disabilitas
Dia berharap melalui programnya dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan kapasitas disabilitas, memberikan pendidikan yang layak bagi disabilitas sedini mungkin. Kemudian menghapus stigma negatif di masyarakat agar disabilitas mendapatkan kesempatan yang sama dalam berkarya.
Selain itu, dokter Reza Mardhika juga menjadi salah satu pembicara di Alumni Berbagi FK-KMK UGM di Hotel Sahid Rich Yogyakarta. Dokter Reza yang terpilih menjadi alumni inspiratif UGM, menerima seluruh keuntungan dan donasi dari konser amal yang disenggarakan oleh FK-KMK UGM, untuk mengembangkan projectnya dalam pemberdayaan disabilitas di Kabupaten Kebumen. (ndo)








Saat ini belum ada komentar