Mata Perih, Kepala Pusing: Sindrom Layar yang Mengintai Anak Muda Tiap Hari
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sab, 10 Mei 2025
- visibility 612
- comment 0 komentar

Image by DMP from Getty Images Signature
HAMPIR semua aktivitas anak muda saat ini terhubung dengan layar—entah itu laptop, tablet, atau smartphone. Sayangnya, kebiasaan menatap layar atau sindrom layar dalam waktu lama bisa menimbulkan gangguan kesehatan mata yang dikenal sebagai digital eye strain atau computer vision syndrome.
Gejala yang paling umum adalah mata perih, kering, pandangan kabur, dan sakit kepala. Kadang disertai nyeri leher dan bahu. Semua ini terjadi karena mata bekerja lebih keras saat membaca huruf kecil di layar, apalagi dalam pencahayaan yang kurang ideal.
Menurut American Optometric Association, digital eye strain terjadi setelah dua jam atau lebih menatap layar tanpa jeda. Anak muda yang terbiasa multitasking digital, seperti nonton sambil scrolling media sosial atau belajar sambil buka banyak tab, sangat rentan mengalami kondisi ini.
Beberapa kebiasaan yang memperparah:
- Menatap layar terlalu dekat (kurang dari 50 cm).
- Tidak menggunakan filter blue light atau mode malam.
- Jarang berkedip saat fokus ke layar.
- Pencahayaan ruangan terlalu terang atau terlalu gelap.
Apa yang bisa dilakukan?
Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Pabar pafipabar.org memberikan tips untuk mengurangi dampak digital eye strain atau computer vision syndrome yakni;
- Terapkan aturan 20-20-20: Setiap 20 menit, alihkan pandangan selama 20 detik ke objek sejauh 20 kaki (6 meter).
- Gunakan tetes mata jika terasa kering, atas rekomendasi dokter.
- Atur pencahayaan ruang kerja agar tidak terlalu silau atau remang.
- Posisikan layar sejajar atau sedikit di bawah garis pandang mata.
- Kurangi paparan sinar biru dengan mode malam atau kacamata khusus.
Mata bukan mesin. Ia juga perlu istirahat dan perawatan. Jangan tunggu sampai gangguan kecil berubah menjadi masalah kronis. Ingat, mata sehat adalah kunci untuk tetap produktif, apalagi di era digital yang penuh visual ini.
Sumber:
- American Optometric Association. “Computer Vision Syndrome.” www.aoa.org
- Mayo Clinic. “Digital Eye Strain: Causes and Prevention.” www.mayoclinic.org
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan tenaga medis. Jika gejala berlanjut, sebaiknya segera periksa ke dokter spesialis mata.








Saat ini belum ada komentar