Ascendia Berdayakan Disabilitas Produksi Ribuan APD dan Masker
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sel, 12 Mei 2020
- visibility 3.685
- comment 0 komentar

Founder Ascendia dokter Faiz Alaudien Reza Mardhika bersama disabilitas menunjukkan produk APD. (Foto: Istimewa)
GOMBONG (KebumenUpdate.com) – Pandemi Covid-19 berdampak luar biasa di seluruh lini kehidupan. Tak hanya di bidang kesehatan, wabah akibat virus Corona ini juga berdampak pada sektor ekonomi, sosial, budaya bahkan agama.
Mereka yang terpapar Covid-19, berjuang menjadi penyintas. Sedangkan tenaga medis harus berjibaku menangani para pasien di tengah terbatasnya alat pelindung diri (APD). Bahkan tidak sedikit dokter maupun perawat yang gugur dalam tugas akibat turut terpapar virus Corona.
Mampu Jual dan Produksi 1.000 APD dan 500 Masker

Dokter Reza melihat produksi APD. (Foto: Istimewa)
Melihat sangat dibutuhkannya APD dalam penanganan Covid-19, Ascendia Disabilitas Centre yang fokus pada pemberdayaan penyandang disabilitas turut mengambil peran. Lembaga nirlaba yang berada di bawah Yayasan Trada Rajasa Negara itu memberdayakan para penyandang disabilitas maupun keluarga yang memiliki disabilitas untuk memproduksi APD dan masker.
Hasilnya sungguh membanggakan. Menurut Founder Ascendia Disabilitas Centre dokter Faiz Alaudien Reza Mardhika dalam sebulan terakhir, para penyandang disabilitas binaanya mampu menjual dan memproduksi 1.000 APD dan 500 masker. Istimewanya, APD produksi para disabilitas tersebut telah memiliki izin edar dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.
“Selain berperan mengatasi pandemi Covid-19, kegiatan ini sekaligus sebagai upaya penguatan ekonomi, kapasitas disabilitas dan keluarganya,” ujar dokter Reza, Senin 11 Mei 2020.
Berdayakan Disabilitas Produksi Sabun Cair Merk Flash
Selain memproduksi APD dan masker, Ascendia terlebih dulu memberdayakan para disabilitas untuk memproduksi sabun cair dengan merk dagang Flash. Dalam usaha yang hampir berjalan selama tiga tahun ini, seluruh pekerjanya adalah para disabilitas.
“Di Kebumen ada 13.000 disabilitas, di mana sebagian besar berada dalam garis kemiskinan,” ujarnya menyebutkan Ascendia melakukan pendampingan dan pelatihan bagi disabilitas secara berkelanjutan.
Sementara, selama pandemi Corona, di tengah kesibukannya sebagai CEO Tradha Group, jiwa dokternya terpanggil. Putra sulung mantan Bupati Kebumen Mohammad Yahya Fuad itu terjun langsung mensosialisasikan pentingnya penanggulangan Covid-19 kepada masyarakat.
Gencar Sosialisasi Gugah Kesadaran Masyarakat

Dokter Reza sosialisasikan pentingnya penanggulangan Covid-19. (Foto: Istimewa)
Sosialisasi diberikan kepada bidan, para relawan Covid-19 di tingkat desa hingga masyarakat umum. Sejumlah desa telah disambangi mulai dari Kecamatan Gombong hingga Kutowinangun. Selain itu, dokter Reza rutin memberikan sosialisasi melalui medis sosial (medsos). Selain sendiri, dia juga menggandeng sejumlah dokter untuk live streaming di platform Facebook maupun Instagram.
“Saya ingin menggugah kesadaran masyarakat terhadap bahaya virus ini dan bagaimana cara menghadapinya,” ujar Reza Mardhika yang juga blusukan memberikan bantuan ribuan paket sembako, CSR dari Tradha Group.
Dokter sekaligus pengusaha muda yang dinobatkan sebagai Alumni Muda Berprestasi Fakultas Kedokteran UGM Tahun 2020 tersebut menambahkan, apa yang dia lakukan semata-mata misi kemanusiaan dan sosial. Sebagai warga negara, apalagi masih usia muda, dirinya terpanggil turut membantu menyelesaikan persoalan di masyarakat.
“Di tengah pandemi Corona saat ini peran serta masyarakat apapun bentuknya sangat dibutuhkan,” tandasnya. (ndo)







Saat ini belum ada komentar