Apresiasi Kejari Ungkap Penyelewengan Pupuk Subsidi, Bupati Kebumen Sebut Ada Empat Penadah
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Jum, 6 Okt 2023
- visibility 2.891
- comment 0 komentar

Petani memupuk tanaman. (Foto: Canva)
Di era kepemimpinannya yang hampir tiga tahun ini, pihaknya berkomitmen untuk menciptakan tata pemerintahan yang baik dan bersih, dengan mengusung konsep pemerintahan yang menerapkan prinsip profesionalitas, demokrasi, dan transparansi.
“Tentu kita akan terus melakukan pengawasan yang lain. Hampir usia tiga tahun kami memimpin, berusaha sekuat mungkin dengan clean and clear, supaya terwujud pemerintahan yang good government, tentu ini yang masih menjadi PR dan tantangan kami,” kata Bupati Arif.
Kantongi Keuntungan Tidak Sah Rp 8.6 Miliar
Dalam kasus ini, Kejari Kebumen menetapkan seorang tersangka berinisial AS administrator CV LM. Namun tidak menutup kemungkinan tersangka perkara tersebut bakal bertambah.
Hasil pendalaman penyidik, ditemukan selisih data pupuk bersubsidi yang tidak tersalurkan ke petani di wilayah kerja CV LM sejumlah 1.264.933 kg atau 1,264 ton dalam rentang waktu bulan 2021 sampai dengan 2022.
Baca Juga: Alokasi Berkurang, Ini 7 Distributor Pupuk Bersubsidi di Kebumen
Rupanya pupuk subsdi tersebut tidak disalurkan sesuai dengan alokasi namun dijual keluar wilayah kerjanya yakni Kecamatan Mirit, Bonorowo dan Prembun.
Sehingga hal itu berdampak pada kelangkaan pupuk di sejumlah wilayah utamanya Kecamatan Mint, Prembun dan Bonorowo. Pasalnya pelaku menjual pupuk urea bukan kepada petani penerima manfaat yang seharusnya.








Saat ini belum ada komentar