Anak dan Menantu Menginap di Rumah Mertua, Perempuan Warga Rowokele Ditemukan Gantung Diri
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sab, 17 Jul 2021
- visibility 5.926
- comment 0 komentar

ROWOKELE (KebumenUpdate.com) – Kematian perempuan lanjut usia warga Desa Wagirpandan, Kecamatan Rowokele, Kabupaten Kebumen membuat gempar desa tempat tinggalnya. Bagaimana tidak, warga menemukan jasad nenek berinisial SM (61) sudah tak bernyawa diduga akibat gantung diri.
Perempuan itu meninggal dengan posisi terlilit seutas tali melingkar di lehernya. Tubuhnya menggantung di dapur rumahnya. Dugaan kuat, perempuan itu nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.
1. Tetangga Menemukan Jasad Korban Pertama Kali
Berdasarkan informasi di lapangan menyebutkan bahwa seorang tetangga bernama Riski (25) adalah warga yang pertama kali menemukan jasad korban, Sabtu 17 Juli 2021 sekitar pukul 11.30 wib.
Kecurigaan Riski bermula karena pada hari itu SM tak kunjung keluar rumah, sedangkan pintunya tertutup semua.
Saat berusaha mengecek melalui celah dinding yang terbuat dari anyaman bambu, Riski melihat jasad tetangganya itu dalam posisi menggantung. Mendapati hal tersebut, selanjutnya Riski menceritakan kepada warga sekitar. Selanjutnya warga melaporkan ke perengkat desa setempat yang melajutkan ke Polres Kebumen.
2. Polisi Menyimpulkan Korban Gantung Diri
Kapolres Kebumen AKBP Piter Yanottama melalui Kasubbag Humas Polres Iptu Tugiman menjelaskan bahwa setelah menerima informasi, Tim Inafis Polres bersama dengan Polsek Rowokele segera menuju ke lokasi kejadian. Tim Inafis melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan kepada para saksi kejadian tersebut .
Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan tim medis, polisi menyimpulkan bahwa yang bersangkutan sengaja mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.
“Tidak ada unsur tindak pidana di sini,” terang Iptu Tugiman.
3. Depresi Akibat Hipertensi Tak Kunjung Sembuh
Menurut penuturan warga, dalam kesehariannya, korban tinggal bersama dengan anak dan menantunya. Namun sehari sebelum kejadian, Jumat 16 Juli 2021, mereka pamitan ingin berkunjung ke mertua di Banyumas sekalian menginap di sana. Jadi, saat kejadian SM sendirian di rumahnya.
Masih menurut keterangan para saksi, korban juga memiliki riwayat penyakit darah tinggi atau hipertensi yang tak kunjung sembuh. Ada kemungkinan yang bersangkutan putus asa atau depresi karena penyakitnya, sehingga nekat mengakhiri hidupnya. (win/gita)







Saat ini belum ada komentar