Pemkab Kebumen Luncurkan Aplikasi SIPKALI untuk PKL, Ini Fungsinya
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Jum, 1 Agu 2025
- visibility 676
- comment 0 komentar

PREMBUN (KebumenUpdate.com) — Ada pemandangan yang berbeda saat acara Sengkuyung Nglarisi Pasar (Selaras) dan Peluncuran Aplikasi Sistem Informasi Pedagang Kaki Lima (SIPKALI) di Pasar Prembun, Jumat 1 Agustus 2025.
Bupati Lilis Nuryani mengajak Mbah Rusmiyah, seorang nenek berusia 90 tahun penjual sayur, untuk duduk bersama di sampingnya.
Mbah Rusmiyah, warga Winong Mirit, awalnya terlihat di dekat panggung seolah ingin mendekat dan menyalami Bupati.

Sengkuyung Nglarisi Pasar: Bupati berbelanja di Pasar Prembun. (Foto: Hari)
Melihat hal itu, Bupati Lilis langsung mengajaknya duduk bersama para pejabat pemerintah kabupaten lainnya.
Acara tersebut juga dihadiri Sekretaris Daerah Edi Rianto, Kepala Disperindag KUKM Haryono Wahyudi, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Forkopimcam Prembun, pimpinan BUMN/BUMD, paguyuban pedagang pasar, warga sekitar, serta 5 orang perwakilan ASN dari tiap OPD.
Program Selaras Tingkatkan Perekonomian Pasar Tradisional
Dalam sambutannya, Kepala Disperindag KUKM Haryono Wahyudi menjelaskan bahwa Selaras adalah program untuk mendongkrak kembali perekonomian di pasar tradisional.
“Di tengah kondisi ekonomi yang lesu, Selaras hadir untuk kembali meramaikan pasar,” ujarnya.
Adapun program ini sebelumnya juga telah digelar di Pasar Pagi saat bulan Ramadan dan Pasar Tumenggungan.
“Kami berharap, para ASN bisa menjadi motor penggerak dengan membeli produk lokal dan UMKM di pasar tradisional,” tambah Haryono.
Selain Selaras, diluncurkan pula aplikasi SIPKALI, yang dirancang untuk mendata seluruh pedagang kaki lima (PKL) di Kebumen.
“Dengan SIPKALI, setiap PKL akan mendapatkan identitas berupa QR code yang berisi data lengkap mereka, mulai dari nama, alamat, jenis dagangan, hingga lokasi koordinat,” jelasnya.
Menanggapi penataan PKL di Alun-alun Kebumen, Haryono mengatakan bahwa pemerintah berkomitmen memastikan perekonomian tetap tumbuh tanpa mengganggu ketertiban umum.
“Kami sudah mendata 120 PKL dan akan terus melakukan pendataan hingga semua terdaftar,” tegasnya.
Bupati Lilis Ajak Seluruh Pihak Jadikan Pasar Bersih
Bupati Lilis Nuryani dalam sambutannya menekankan pentingnya menjadikan pasar tradisional sebagai tempat yang bersih dan nyaman, namun tetap berpegang pada nilai kebersamaan.
“Gerakan Selaras adalah bentuk nyata semangat sengkuyung bareng (gotong royong bersama) antara pemerintah, pedagang, pembeli, dan masyarakat untuk menghidupkan kembali denyut pasar tradisional,” kata Bupati Lilis.
Terkait aplikasi SIPKALI, ia berharap teknologi dapat membantu pedagang kaki lima agar lebih tertata dan terhubung dengan program-program pemerintah.
Tidak hanya itu, Bupati juga mengajak seluruh pihak untuk menjaga kebersihan pasar.
“Pengelolaan pasar adalah tanggung jawab kita bersama. Jangan buang sampah sembarangan,” pesannya.
Diketahui bahwa Pasar Prembun merupakan pasar milik Pemerintah Daerah dengan jumlah 812 pedagang, terdiri dari 232 kios, 517 los, dan 62 pedagang lesehan.
Inisiator SIPKALI Jelaskan Mekanisme Aplikasi
Rud Tomico El Umam, inisiator aplikasi SIPKALI, menambahkan bahwa aplikasi ini sangat membantu dalam penataan PKL.
“Dengan SIPKALI, jika ada masalah di lapangan, kami bisa dengan mudah mengidentifikasi data pedagang melalui QR code yang terpasang pada gerobak atau ID card mereka,” jelasnya.
Pendataan PKL berbasis titik koordinat ini memastikan setiap pedagang terdaftar di lokasi yang sudah ditentukan.
Untuk tahap awal, SIPKALI akan diterapkan di area perkotaan yang diperbolehkan untuk berjualan, termasuk bagi PKL di Alun-alun Kebumen. Makin Tahu Indonesia







Saat ini belum ada komentar