Ahmad Luthfi Usulkan Pencak Silat Masuk Kurikulum Sekolah di Jawa Tengah
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Ming, 3 Agu 2025
- visibility 757
- comment 0 komentar

Gubernur Ahmad Luthfi foto bersama pengurus IPSI Jateng. (Foto: Humas Jateng)
Luthfi menambahkan, hubungan Jawa Tengah dan IPSI memiliki akar sejarah yang kuat. Di masa lalu, Gubernur Jateng Wongsonegoro juga menjabat sebagai Ketua IPSI. Menurutnya, hubungan tersebut harus terus dilestarikan dan ditingkatkan melalui prestasi dan pelestarian budaya.
Pelestarian Budaya Lewat Pendidikan
Wakil Ketua Umum Pengurus Besar IPSI, Sugiono, mengapresiasi langkah strategis Gubernur Jateng. Ia menyebut pencak silat bisa menjadi media pembentukan karakter generasi muda yang kuat secara fisik dan mental.
“Pak Gubernur sangat tegas dan jelas. Ini bisa jadi inspirasi skala nasional. Pencak silat bukan sekadar bela diri, tapi juga pembentuk kepribadian,” kata Sugiono.
Hal senada disampaikan Ketua IPSI Jateng, Harry Nuryanto. Menurutnya, IPSI akan segera menyusun roadmap bersama padepokan-padepokan pencak silat di Jawa Tengah dan menjalin komunikasi intensif dengan Dinas Pendidikan.
“Ini langkah tepat untuk nguri-uri budaya bangsa. Kami akan segera bekerja untuk memastikan pencak silat benar-benar hadir di sekolah-sekolah sebagai warisan budaya yang hidup dan berkembang,” ujarnya.
Usulan Gubernur ini diharapkan mampu menghidupkan kembali semangat tradisi dan seni bela diri khas Nusantara di kalangan generasi muda Jawa Tengah.







Saat ini belum ada komentar