4.000 Warga Kebumen Alami Gangguan Jiwa, Ini Pemicunya
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Kam, 21 Okt 2021
- visibility 3.417
- comment 0 komentar

Gantungan kunci produksi penyintas gangguan jiwa. (Foto: Padmo)
Pihak pemerintah juga telah memberikan ruang pengobatan kepada penderita ODGJ di sejumlah rumah sakit. Fasilitas diberikan, baik psikoterapi dan juga panti asuhan. Yang terpenting kata Bupati, mereka yang terindikasi terkena ODGJ harus cepat-cepat diobati.
“Jangan nunggu sampai parah baru dibawa ke dokter. Kalau keluarga sudah merasakan anggotanya ada indikasi kena ODGJ harus cepat dibawa ke dokter. Rumah sakit pemerintah sudah memberikan fasilitas, baik terapi obat maupun pesikisnya,” terang Bupati.
Bunuh Diri
Bupati menyebut, banyak ODGJ di Kebumen masih tergolong usia muda. Penyakit ini terjadi biasanya karena faktor ekspetasi yang tinggi, tapi tidak terwujud. Bisa juga karena tekanan ekonomi, masalah pribadi atau keluarga, dan juga karena faktor genetik.
“Parahnya lagi, para ODGJ ini juga punya potensi untuk melakukan bunuh diri. Ini yang harus betul-betul diawasi oleh pihak keluarga. Mengadapi mereka memang pendekatannya harus dari hati, jangan dikerasin, pasti akan brontak,” tandasnya.
Dalam cara tersebut juga banyak ditampilkan, karya seni dari penyintas ODGJ. Produk-produk yang ditampilkan di antaranya kaos, produk olahan kopi, gantungan kunci, hingga gelang.







Saat ini belum ada komentar