Breaking News
light_mode
Beranda » News » 175 Mahasiswa Keperawatan Stikes Muhammadiyah Gombong Dilatih Tangani Penderita Gawat Darurat, Ini Materi yang Dipelajari

175 Mahasiswa Keperawatan Stikes Muhammadiyah Gombong Dilatih Tangani Penderita Gawat Darurat, Ini Materi yang Dipelajari

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Jum, 17 Jan 2020
  • visibility 3.117
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

GOMBONG (KebumenUpdate.com) – Basic Trauma and Cardiovascular Life Support  (BTCLS) atau Penanggulangan Penderita Gawat Darurat (PPGD) merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang perawat. Bahkan sertifikasi  kompetensi ini  menjadi salah satu persyaratan saat seorang perawat hendak bekerja di lembaga layanan kesehatan.

Untuk itu, meski telah mendapatkan materi BTCLS di bangku perkuliahan, para mahasiswa keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Muhammadiyah Gombong yang telah menyelesaikan teori, secara khusus mendapatkan pelatihan tersebut.

Gandeng MGEC, Pelatihan Digelar Dalam Tiga Gelombang

Peserta praktik penanganan gawat darurat. (Foto: Dok. Stimugo)

Sebanyak 175 peserta mengikuti pelatihan BTCLS atau PPGD yang digelar oleh Program Studi S1 Keperawatan Stikes Muhammadiyah Gombong. Pelatihan selama empat hari itu menghadirkan para instruktur dari lembaga pelatihan Muhammadiyah Gombong Education and Training Center (MGEC).

Pelatihan terbagi dalam tiga gelombang. Gelombang I dimulai 9-12 Januari 2020 diikuti oleh 78 peserta terdiri atas 75 mahasiswa S1 Keperawatan dan tiga orang perawat dari lembaga pelayanan kesehatan. Gelombang II pada 16-19 Januari, pelatihan diikuti 64 peserta dan gelombang III  pada 23-26 Januari 2020 diikuti sebanyak 33 peserta.

Selama empat hari, para peserta pelatihan mendapatkan materi dari para instruktur MGEC yang dipimpin Ketua MGEC dr Eva Delsi Sp EM. Materi disampaikan dalam bentuk materi kelas, praktik maupun simulasi.

Apa Saja Materi yang Dipelajari Selama Pelatihan?

Instruktur mendampingi peserta melakukan simulasi penanganan gawat darurat menggunakan peralatan. (Foto: Dok. Stimugo)

Hari pertama, para peserta mendapatkan materi penatalaksanaan pasien akibat trauma kepala dan spinal, thorax dan abdomen, acute coronary syndrome (ACS) dan terapi listrik, penatalaksanaan kegawatdaruratan kardiovaskuler (cardiologi dasar), penilaian awal dan penatalaksanaan pasien dengan gangguan pernafasan dan jalan nafas.

Kemudian hari kedua, diberikan materi sistem penggulangan gawat darurat terpadu (SPGDT), penatalaksanaan evakuasi dan rujukan, trauma ekstremitas dan muskuloskeletal. Selain mendapatkan materi keterampilan khusus evakuasi dan transportasi, airway breathing, stabilisasi. Para peserta juga mendapatkan materi etik dan aspek legal etik keperawatan gawat darurat yang disampaikan oleh Ketua DPD PPNI Kebumen.

Pada hari ketiga, materi penatalaksanaan pasien dengan gangguan sirkulasi, syok assesment dan managemen, penatalaksanaan pasien akibat trauma luka bakar. Pada hari ketiga dan keempat peserta praktik melakukan penanganan kasus gawat darurat termasuk bagaimana menggunakan peralatan medis.

Perawat Wajib Memiliki Kemampuan Menangani Kegawatdaruratan

Para peserta melakukan simulasi penanganan gawat darurat. (Foto: Dok. Stimugo)

Wakil Ketua 1 Bidang Akademik Stikes Muhammadiyah Gombong, Isma Yuniar MKep menjelaskan, tujuan pelatihan BTCLS ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kesiapan para peserta dalam bidang penanganan permasalahan kegawatdaruratan.

“Kami berharap setelah mengikuti pelatihan ini peserta dapat mengaplikasikannya,” ujar Isma Yuniar didampingi Bagian Humas Stikes Ukis Erliwianto SE  di sela-sela acara.

Ketua MGEC dr Eva Delsi Sp EM mengatakan, seorang perawat wajib memiliki kemampuan menangani kegawatdaruratan baik trauma atau tidak. Kompetensi tersebut juga perlu dimiliki orang umum seperti di perusahaan sehingga terlatih dan mumpuni dalam penanganan pasien kegawatdaruratan.

“Pelatihan semacam ini sangat penting utamanya bagi perawat untuk meningkatkan kompetensi dalam bidang penanggulangan penderita gawat darurat,” tandasnya. (ndo)

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prepegan Lebaran: Berkah Manis Pengrajin Ketupat

    Prepegan Lebaran: Berkah Manis Pengrajin Ketupat

    • calendar_month Ming, 30 Mar 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.320
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Suasana prepegan atau persiapan menyambut Hari Raya Idulfitri di Kabupaten Kebumen semakin terasa dengan meningkatnya aktivitas jual beli berbagai kebutuhan lebaran, salah satunya adalah ketupat. Nur Khasanah, seorang perajin ketupat asal Desa Karangpule, Kecamatan Sruweng, merasakan berkah Ramadan dan prepegan Lebaran tahun ini. Permintaan ketupat buatannya melonjak drastis, membuatnya kewalahan melayani pembeli. […]

  • Pulihkan Pariwisata Terdampak Pandemi, Jogja Fortuner Community Jelajahi Karangsambung

    Pulihkan Pariwisata Terdampak Pandemi, Jogja Fortuner Community Jelajahi Karangsambung

    • calendar_month Sab, 4 Mar 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.373
    • 0Komentar

    KARANGSAMBUNG (KebumenUpdate.com) – Komunitas pengguna mobil yang tergabung dalam Jogja Fortuner Community (Jofoc) mengadakan jelajah alam di Kecamatan Karangsambung, Sabtu 4 Maret 2023. Dengan mengangkat tema Menikmati Indahnya Lantai Dasar Samudra yang Tersingkap, sejumlah 57 anggota Jofoc terbagi dalam 26 unit kendaraan mengunjungi Wisata Bukit Pentulu Indah pada kunjungan hari pertamanya. Baca juga: Ajang Kreativitas, Ratusan […]

  • Lomba Merpati Tinggi

    1.000 Peserta Ramaikan Lomba Burung Merpati Kolong Berhadiah Rp 50 Juta

    • calendar_month Sab, 28 Okt 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 5.063
    • 0Komentar

    BULUSPESANTREN (KebumenUpdate.com) –  Sebanyak 1.000 peserta meramaikan lomba burung merpati kolong Kapolres Kebumen Cup 2023. Lomba yang digelar di lapak merpati tinggi Desa Sidomoro, Kecamatan Buluspesantren, Kebumen itu berlangsung selama dua hari, mulai Sabtu-Minggu 28-29 Oktober 2023. Dibuka oleh Kapolres Kebumen AKBP Burhanuddin, peserta lomba tidak hanya dari Kebumen tetapi juga dari luar Kebumen. Ketua […]

  • Diduga dari Bakar Sampah, Gudang Mebel di Petanahan Hangus Dilalap Api

    Diduga dari Bakar Sampah, Gudang Mebel di Petanahan Hangus Dilalap Api

    • calendar_month Sel, 4 Agu 2026
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 929
    • 0Komentar

    PETANAHAN (KebunenUpdate.com) — Sebuah gudang penyimpanan furniture di Desa Jatimulyo, Kecamatan Petanahan ludes terbakar pada Senin siang, 3 Agustus 2026. Peristiwa yang diduga dipicu oleh rambatan api pembakaran sampah ini tidak menimbulkan korban jiwa, namun kerugian material diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Kebakaran yang menghanguskan bangunan beserta isinya—seperti almari, dipan, dan papan kayu—ini pertama kali […]

  • Cegah Perundungan di Sekolah

    Upaya Polsek Poncowarno Cegah Perundungan di Sekolah

    • calendar_month Rab, 25 Jan 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.671
    • 0Komentar

    PONCOWARNO (KebumenUpdate.com) – Banyaknya kasus perundungan yang terjadi di lingkungan pendidikan membuat banyak pihak prihatin. Berbagai pihak melakukan upaya untuk cegah perundungan di sekolah termasuk aparat  kepolisian. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat, sepanjang 2021 setidaknya ada 17 kasus perundungan di sekolah, mulai dari sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas. Baca Juga: Warga Kebumen […]

  • Batuk Pilek

    Kenapa Anak Kecil Rentan Batuk Pilek Saat Cuaca Tak Menentu? Ini Penjelasannya!

    • calendar_month Jum, 9 Mei 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 550
    • 0Komentar

    MUSIM pancaroba, alias peralihan dari musim hujan ke kemarau, sering bikin orang tua was-was. Pasalnya, anak-anak lebih sering batuk pilek saat cuaca nggak jelas — pagi panas, sore hujan. Kenapa anak kecil begitu rentan, ya? Simak penjelasan yang Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Jawa Barat pafijabarprov.org mengapa anak kecil rentan batuk pilek saat cuaca tak […]

expand_less