Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Bugar » Apa Itu HNP? Kenali Penyakit Saraf Kejepit yang Sering Salah Diagnosis

Apa Itu HNP? Kenali Penyakit Saraf Kejepit yang Sering Salah Diagnosis

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Jum, 9 Mei 2025
  • visibility 341
  • comment 0 komentar

PERNAH dengar istilah “saraf kejepit”? Dalam dunia medis, kondisi ini disebut Hernia Nukleus Pulposus (HNP). Meski cukup umum, banyak orang masih belum paham sepenuhnya tentang penyakit ini.

Bahkan, gejalanya sering disalahartikan sebagai pegal biasa atau masuk angin. Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Kepulauan Banggai pafikepbanggai.org memberikan penjelasan mengenai HNP yang sering salah diagnosis.

Apa Itu HNP?

HNP adalah kondisi ketika bagian tengah bantalan tulang belakang (nukleus pulposus) terdorong keluar dari posisi normalnya dan menekan saraf di sekitarnya. Ini paling sering terjadi di tulang belakang bagian bawah (lumbal), tapi juga bisa terjadi di leher (servikal) atau punggung atas.

Apa Penyebabnya?

1. Degenerasi Disk karena Usia: Ini adalah penyebab paling umum. Seiring bertambahnya usia, bantalan antar tulang belakang (diskus intervertebralis) kehilangan kandungan airnya dan menjadi kurang fleksibel. Hal ini membuat diskus lebih rentan terhadap robekan atau herniasi saat terjadi tekanan.

2. Trauma atau Cedera:

  • Gerakan Mengangkat yang Salah: Mengangkat beban berat dengan menggunakan otot punggung, bukan otot kaki, dapat memberikan tekanan berlebih pada diskus.
  • Gerakan Memutar yang Tiba-tiba: Memutar tubuh secara tiba-tiba saat mengangkat beban atau melakukan aktivitas lain juga dapat menyebabkan HNP.
  • Benturan atau Kecelakaan: Jatuh, kecelakaan mobil, atau cedera olahraga dapat menyebabkan tekanan kuat pada tulang belakang dan mengakibatkan herniasi diskus.

3. Tekanan Berulang: Pekerjaan atau aktivitas yang melibatkan gerakan berulang seperti membungkuk, mengangkat, atau menarik secara terus-menerus dapat meningkatkan risiko HNP seiring waktu.

4. Postur Tubuh yang Buruk: Kebiasaan duduk atau berdiri dengan postur yang tidak benar dapat memberikan tekanan yang tidak merata pada tulang belakang dan diskus.

5. Obesitas (Kelebihan Berat Badan): Berat badan berlebih memberikan tekanan ekstra pada diskus di tulang belakang, terutama di area pinggang, sehingga meningkatkan risiko herniasi.

6. Gaya Hidup Sedenter (Kurang Aktif): Kurangnya aktivitas fisik dapat melemahkan otot-otot penyangga tulang belakang, membuatnya lebih rentan terhadap cedera dan HNP.

7. Faktor Genetik: Beberapa orang mungkin memiliki predisposisi genetik yang membuat diskus mereka lebih lemah atau lebih rentan terhadap degenerasi.

8. Merokok: Merokok dapat mengurangi suplai oksigen ke diskus, mempercepat proses degenerasi dan membuatnya lebih rapuh.

Penting untuk dicatat bahwa seseorang bisa memiliki beberapa faktor risiko ini dan tidak selalu mengalami HNP. Namun, kombinasi dari faktor-faktor tersebut dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya kondisi ini.

Menurut jurnal American Academy of Orthopaedic Surgeons, degenerasi bantalan tulang secara alami ditambah tekanan mekanis bisa mempercepat munculnya HNP.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Gejala HNP berbeda-beda tergantung lokasi dan tingkat tekanan pada saraf:

  • Nyeri tajam menjalar ke kaki atau tangan
  • Kesemutan atau mati rasa
  • Lemah otot pada area tertentu
  • Sulit bergerak atau duduk lama

Sayangnya, banyak orang mengabaikan gejala awal ini. Padahal, diagnosis dini sangat penting untuk mencegah kerusakan saraf lebih lanjut.

Kapan Harus ke Dokter?

Kalau kamu merasakan nyeri punggung menjalar ke kaki, disertai kesemutan atau kelemahan otot, sebaiknya segera periksa ke dokter spesialis saraf atau ortopedi. Pemeriksaan MRI biasanya dibutuhkan untuk memastikan diagnosis HNP.

Sumber:

  • American Academy of Orthopaedic Surgeons (orthoinfo.aaos.org)
  • Mayo Clinic – Herniated disk overview (mayoclinic.org)

Disclaimer: Artikel ini untuk keperluan edukatif dan bukan pengganti konsultasi medis. Untuk diagnosis dan pengobatan akurat, selalu konsultasikan ke dokter atau ahli kesehatan terkait.

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bantuan Rumah

    Jateng Targetkan 17.000 Bantuan Rumah Tidak Layak Huni, Tertinggi se-Indonesia

    • calendar_month Kam, 26 Jun 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 599
    • 0Komentar

    SEMARANG (KebumenUpdate.com) – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan 17.000 unit rumah tidak layak huni (RTLH) mendapat bantuan perbaikan pada tahun 2025. Jumlah ini menjadi yang tertinggi secara nasional dibanding provinsi lain. Program bantuan rumah 2025 ini merupakan upaya pengentasan kemiskinan melalui penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat miskin dan kurang mampu. Bantuan tersebut bersumber dari […]

  • Wabup Kebumen H Arif Sugiyanto saat menitoring pencairan BNT di Kantor Pos Sempor. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)

    Monitoring Pencairan, Wabup Arif Sugiyanto Temukan Rencana Pemotongan Bansos

    • calendar_month Sab, 9 Mei 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 5.832
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Wakil Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto menemukan rencana pemotongan bantuan sosial tunai (BST) Kemensos RI. Temuan itu terungkap saat orang nomor dua di Pemkab Kebumen melakukan monitoring pencairan BST di sejumlah Kantor Pos di Kebumen, Sabtu 9 Mei 2020. Turut mendampingi Sekretaris Dinas Sosial PPKB Kebumen H Kinanto. Wabup Arif Sugiyanto pertama […]

  • Opini

    Opini: Pada Camat Harapan Disemat

    • calendar_month Kam, 24 Mar 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 4.558
    • 0Komentar

    Oleh: Sigit Tri Prabowo Beberapa waktu lalu, Bupati Kebumen, H Arif Sugiyanto SH mendorong setiap kecamatan di Kabupaten Kebumen untuk memikirkan logo atau lambang kecamatan. Logo ini dirancang dengan menggali potensi dan karakter lokal setiap kecamatan. Diharapkan proses pembuatan logo ini sekaligus menjadi ajang bagi Camat dan segenap warganya untuk menelaah potensi dan kondisi yang […]

  • Asesmen LAMEMBA pada Prodi Manajemen UNIMUGO

    LAMEMBA Gelar Asesmen Lapangan pada Prodi Manajemen UNIMUGO

    • calendar_month Sab, 22 Jul 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.352
    • 0Komentar

    GOMBONG (KebumenUpdate.com) – Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi Manajemen Bisnis dan Akuntansi (LAMEMBA) melakukan asesmen lapangan pada Program Studi Manajemen Fakultas Sains dan Humaniora Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO), Kamis – Jum’at, 20- 21 Juli 2023. Kehadiran Asesor LAMEMBA yakni Dr Ahmad Rizki Sridadi SH MH MM dan Dr Lili Adi Wibowo SSos SPd MM diterima langsung […]

  • BPJS Kesehatan Kukuhkan Duta Muda 2025: Dorong Literasi JKN dan Gerakan Hidup Sehat di Kalangan Milenial

    BPJS Kesehatan Kukuhkan Duta Muda 2025: Dorong Literasi JKN dan Gerakan Hidup Sehat di Kalangan Milenial

    • calendar_month Kam, 20 Nov 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 399
    • 0Komentar

    JAKARTA (KebumenUpdate.com) – BPJS Kesehatan secara resmi mengukuhkan para finalis Duta Muda BPJS Kesehatan 2025 dalam Malam Penganugerahan yang berlangsung pada Rabu 19 November 2025. Dua belas finalis dari berbagai daerah di Indonesia ini dinobatkan sebagai figur inspiratif yang akan menjadi penggerak utama literasi dan edukasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di kalangan generasi muda. […]

  • Mengenang Pendakian Gunung Slamet, Sebuah Catatan Usang dari 12 Tahun Silam (1)

    Mengenang Pendakian Gunung Slamet, Sebuah Catatan Usang dari 12 Tahun Silam (1)

    • calendar_month Rab, 14 Jan 2026
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 541
    • 0Komentar

    MEDIA sosial dalam 24 jam terakhir cukup ramai dengan berita ditemukannya jenazah almarhum Syafiq Ali (18) di Gunung Slamet Jawa Tengah, yang telah hilang selama 17 hari. Turut berdukacita sedalam-dalamnya. Sebagai seorang yang pernah hobi naik gunung, memori di kepala lantas memutar rekaman usang gambaran-gambaran di sana. Yang masih teringat jelas tidak lain dan tidak […]

expand_less