Monitoring Pencairan, Wabup Arif Sugiyanto Temukan Rencana Pemotongan Bansos
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sab, 9 Mei 2020
- visibility 5.832
- comment 0 komentar

Wabup Kebumen H Arif Sugiyanto saat menitoring pencairan BNT di Kantor Pos Sempor. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Wakil Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto menemukan rencana pemotongan bantuan sosial tunai (BST) Kemensos RI. Temuan itu terungkap saat orang nomor dua di Pemkab Kebumen melakukan monitoring pencairan BST di sejumlah Kantor Pos di Kebumen, Sabtu 9 Mei 2020.
Turut mendampingi Sekretaris Dinas Sosial PPKB Kebumen H Kinanto. Wabup Arif Sugiyanto pertama kali mendatangi Kantor Pos Kebumen. Kemudian berlanjut ke Kantor Pos Kecamatan Pejagoan, Sruweng, Sempor, Rowokele, dan Kuwarasan.
Warga Laporkan Rencana Potongan Rp 200.000

Petugas Kantor Pos Sruweng mengambil gambar penerima BST. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)
Di setiap kunjungannya, Wabup menyapa warga dan petugas kantor pos dan menanyakan pelaksanaan dan kendala saat pencairan. Selain itu, Wabup juga menegaskan bahwa dalam bantuan sebesar Rp 600.000 tidak diperbolehkan adanya potongan sedikit pun baik saat menerima maupun setelah menerima.
Saat memantau di Kantor Pos Kecamatan Sempor, Wabup menanyakan apakah ada pemotongan bantuan. Seorang perempuan bernama Sumiati warga RT 01 RW 03 Dukuh Karangsambeng, Desa Bejiruyung, Kecamatan Sempor mengaku di RT-nya bantuan akan dipotong Rp 200.000.
“Dana itu katanya untuk dibagikan kepada warga yang tidak menerima bantuan,” ujar Sumiati saat mengantre mencairkan bantuan.
Kepala Desa Akui Sudah Mengingatkan RT

Warga menunjukkan uang usai mencairkan BST di Kantor Pos Kuwarasan. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)
Kepala Desa Bejiruyung, Sopingi yang kebetulan ada di lokasi mengakui bahwa di satu RT tersebut memiliki tradisi untuk membagi rata bantuan dari pemerintah. Pihaknya juga sudah mengingatkan bahwa sesuai aturan, bantuan yang diterima oleh warga tidak bisa dibagi rata.
“Kami sudah memberitahu pihak RT,” ujar Sopingi.
Selain adanya potongan, Wabup juga mendapati adanya kepala keluarga penerima yang sudah meninggal dunia. Sedangka kartu keluarga sudah diterbitkan dengan yang baru yang tidak tercantum nama kepala keluarga yang sudah meninggal. Dari konsultasi yang dilakukan oleh petugas Kantor Pos, bantuan masih tetap bisa dicairkan dengan beberapa persyaratan.
Wabup Kebumen Arif Sugiyanto menegaskan bahwa bantuan hendaknya diterima dengan utuh, tidak ada potongan.
“Tadi ditemukan satu yang rencananya ada potongan. Nanti kami sampaikan ke aparat terkait agar tidak ada potongan,” ujar Arif Sugiyanto.
Pemerintah Siapkan Bantuan dengan Beberapa Skema

Wabup Kebumen H Arif Sugiyanto memberikan pengarahan kepada warga saat antre pencairan BST di Kantor Pos Kebumen. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)
Wabup menyampaikan bahwa kepada masyarakat yang terdampak Covid-19, pemerintah menyiapkan bantuan dengan beberapa skema. Selain bantuan reguler seperti PKH, bantuan sembako, BST, kemudian bantuan langsung tunai (BLT) Dana Desa, kemudian dari Pemprov dan Pemkab.
Adapun untuk BLT Dana Desa jumlahnya sama yakni Rp 600.000 yang diberikan selama tiga bulan. Saat ini Pemdes melakukan Musyawarah Desa (Musdes) khusus untuk menentukan calon penerima sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. Agar tidak terjadi dobel bantuan, BLT Dana Desa akan disalurkan setelah BNT dari Kemensos.
“Kami berharap sebelum Lebaran BLT DD sudah bisa seluruhnya tersalurkan kepada masyarakat,” ujarnya.
Penerima BNT Kemensos di Kebumen 27.191 keluarga. Dari jumlah itu 21.736 penerima disalurkan melalui Kantor Pos. Sisanya disalurkan melalui Bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) yang tersebar di empat bank, yaitu Bank Mandiri, BTN, BRI dan BNI. (ndo)







Saat ini belum ada komentar