Pameran Wetan Prau Sukses Menggali Potensi Sejarah Kampung Jawa Kebumen
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Rab, 17 Des 2025
- visibility 517
- comment 0 komentar

AMBAL (KebumenUpdate.com) – Puncak acara sekaligus penutupan Pameran Wetan Prau (PWP) 2025 bertajuk “Manggon Ambal” sukses diselenggarakan di Desa Ambalresmi, Kecamatan Ambal, pada Sabtu malam, 13 Desember 2025. Mengangkat tema “Sejarah di Tepi Samudra”, kegiatan ini menjadi ajang apresiasi bagi pelaku seni, budaya, dan inovator daerah, sekaligus memperkuat visi Kebumen sebagai daerah yang berdaya.
Hadir dalam acara tersebut Bupati Kebumen Lilis Nuryani, Analis Kebijakan Ahli Madya pada Pusat Strategi Kebijakan Pengembangan SDM Teknologi Informasi dan Inovasi Pemerintahan Dalam Negeri Nuril Fikri Aulia SE MSi, Kepala Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual Kanwil Kemenkumham Jateng Agustinus Yosi Setyawan SH MH, jajaran Forkopimda, mantan Bupati Kebumen Ir H Mohammad Yahya Fuad SE, anggota DPRD Kebumen Bambang Suparjo, serta sejumlah tokoh masyarakat dan perangkat daerah.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kebumen, Bahrun Munawir, menjelaskan bahwa PWP edisi kedua ini sengaja dipusatkan di Ambalresmi.
“Pelaksanaan Pameran Wetan Prau di Ambal ini bertujuan mengingatkan sejarah bahwa Desa Ambalresmi telah ditetapkan sebagai Kampung Jawa Kebumen, yang saat itu diinisiasi oleh Bapak Ir Mohammad Yahya Fuad SE,” ujar Bahrun.
Ia berharap kegiatan yang berlangsung sejak 7-13 Desember 2025 ini, dengan beragam rangkaian acara seperti workshop penjor, napak tilas sejarah Ambal, pentas seni, hingga pameran karya residen di area Kepatihan, dapat mengawali kembali pengembangan budaya di Kebumen.
Betapa Kayanya Kreativitas Masyarakat Kebumen
Dalam sambutannya, Bupati Lilis Nuryani menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya Bapperida, yang telah menyelenggarakan PWP 2025 secara meriah dan penuh makna.
“PWP bukan sekadar pameran biasa. PWP adalah ruang kebersamaan. Di sinilah kita menyaksikan betapa kayanya kreativitas masyarakat Kebumen, mulai dari seni, budaya, inovasi, hingga produk UMKM yang luar biasa,” tutur Bupati Lilis.
Semangat PWP sejalan dengan visi Kebumen BERDAYA, khususnya dalam menjaga nilai kebersamaan serta memperkuat seni dan budaya lokal sebagai identitas.
“Budaya bukan hanya untuk dijaga, tetapi juga untuk dikembangkan, supaya bisa memberi manfaat nyata, termasuk bagi perekonomian masyarakat,” tegasnya.
Malam puncak penutupan ditandai pagelaran Wayang Climen oleh Dalang Nyi Sumarni.
Di kesempatan ini juga dilakukan pemberian penghargaan kepada para inovator terbaik melalui Lomba Apresiasi Inovasi Daerah (AIDA) Kabupaten Kebumen Tahun 2025, serta penyerahan Sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Hal ini merupakan wujud komitmen Pemkab Kebumen untuk mendukung kreativitas dan melindungi karya daerah.
Inovasi Adalah Kebutuhan, Bukan Hanya untuk Jadi Pemenang
Perwakilan Kementerian Dalam Negeri, Nuril Fikri Aulia, mengapresiasi capaian Kebumen yang mengalami peningkatan signifikan dalam Indeks Inovasi Daerah.
“Tahun lalu Kebumen di posisi 141 dari 415 kabupaten. Tahun ini naik ke posisi 81 dengan skor 63 dan predikat ‘Inovatif’,” jelas Nuril.
“Kami mendorong agar terus berupaya meningkatkan skor di atas 65, agar bisa mendapatkan predikat ‘Sangat Inovatif’ dan berpotensi memperoleh insentif fiskal dari Kemenkeu,” sambungnya.
Menurut Nuril, inovasi adalah kebutuhan, bukan hanya untuk menjadi pemenang. Inovasi harus menjadi solusi untuk menyelesaikan masalah dan meningkatkan pelayanan publik secara efektif dan efisien.
Salah satu inovasi yang meraih penghargaan HKI adalah “Jambulado” (Olahan Jambu Kristal dan Cabai Menjadi Bubuk Pelengkap Makanan), yang diciptakan oleh Sayati Putri Ramadani, dkk. Inovasi ini muncul sebagai solusi untuk menstabilkan harga jual jambu kristal di wilayah Mirit yang fluktuatif.
Daftar 5 Besar Penghargaan Inovasi Daerah (AIDA) 2025
- Mie Keriting: Makanan instan yang berfungsi mencegah beri-beri dan stunting.
Penerima: Kepala Puskesmas Kebumen II. - SI PEMIKAT (Sinergi Perlindungan Pekerja Migran Keluarga dan Masyarakat): Komitmen terintegrasi untuk perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI), memperkuat peran keluarga dan masyarakat.
Penerima: Kepala Dinas Tenaga Kerja. - Lapor Cepat Bupati Kebumen: Aplikasi terpadu untuk pusat integrasi laporan melalui berbagai kanal seperti WhatsApp, media sosial, dan website.
Penerima: Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika. - Pita Ukur SEHATI (Sekali Ukur Hasil Pasti): Alat untuk mengukur tinggi fundus pada ibu hamil.
Penerima: Kepala RSUD Prembun. - Kupu-Kupu Alam (Ku ke Perpustakaan Ku Punya Pengetahuan dan Pengalaman): Program peningkatan minat baca dan pembudayaan gemar membaca.
Penerima: Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan.
Inovasi Lain Penerima Sertifikat HKI:
- Jambulado: Olahan Jambu Kristal dan Cabai menjadi bubuk pelengkap makanan.
- Molar Pink: Kegiatan pelapisan perlindungan di permukaan gigi molar sejak usia dini (drg. Erawati Kusuma Dewi, dkk.).
- DESPASATO: Desa Persiapan STBM (drg. Erawati Kusuma Dewi, dkk.).
- Nyedak Srabi (Nyetor dahak sakit TBC segera terobati) dari Puskesmas Puring.
- Kemuning Suger (Ketemu Maning Suspek Seger) dari Puskesmas Pejagoan.
- Si Dia Yang Tersayang (Siaga Dengan Posyandu Jiwa) dari Puskesmas Sruweng.
- Metode Al-Fuadi (Ir. Mohammad Yahya Fuad, S.E., dkk.)
- Serta berbagai inovasi lain dalam bidang kesehatan, teknologi, dan kewirausahaan.
- Penulis: Hari Satria








Saat ini belum ada komentar