Dari Meja Kerja ke Kandang: Kisah Inspiratif Muslim, Pensiunan Kemenag Kebumen yang Jadi Peternak Domba
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Rab, 28 Mei 2025
- visibility 8.848
- comment 0 komentar

Muslim sedang memberi pakan domba-dombanya. (Foto: Hari)
ALIAN (KebumenUpdate.com) – Pensiun seringkali dibayangi kecemasan akan hilangnya rutinitas dan pendapatan. Namun, kisah inspiratif seorang pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kebumen, Muslim, mematahkan stereotip tersebut.
Ia membuktikan bahwa masa purnabakti justru bisa menjadi lembaran baru yang penuh makna dan produktivitas. Dengan keberanian dan semangat pantang menyerah, Muslim memilih untuk beternak, mengubah kekhawatiran menjadi peluang, serta mengisi hari tua dengan kegiatan yang tak hanya menguntungkan tetapi juga memberikan kepuasan batin.
Setelah bertahun-tahun mengabdi di Kantor Kementerian Agama Kebumen, Muslim, warga Desa Karangtanjung, Kecamatan Alian, memilih jalur yang tak biasa untuk mengisi masa pensiunnya: beternak domba.
Keputusan ini diambil bukan tanpa pertimbangan, melainkan dengan keyakinan bahwa masa pensiun bisa menjadi awal dari produktivitas baru. Kisahnya menjadi inspirasi bagi banyak pensiunan lain yang mungkin masih ragu dalam menghadapi babak baru kehidupan mereka.
Perjalanan dari Meja Kerja ke Kandang Domba
Muslim memulai petualangan barunya di dunia peternakan pada November 2024. Bersama putranya, Wahyu, ia mendirikan Gembel Gembul Farm (Peternakan Domba Kebumen) yang berlokasi di Dukuh Sokaprayan, Desa Karangtanjung, Kecamatan Alian.
Sebelumnya, Muslim memang sudah memiliki pengalaman beternak, meski dengan jenis hewan yang berbeda.
“Menjelang purna tugas, saya sudah ternak bebek, ayam, sama ikan gurameh. Saya posting di grup kerjaan, diapresiasi,” kenang Muslim kepada KebumenUpdate.com, Selasa 27 Mei 2025.
Namun, usaha-usaha sebelumnya tak selalu mulus. Ternak ikan gurameh sering terkendala serangan biawak yang menghabiskan seisi kolam, sementara ternak ayamnya pernah mati massal karena virus. Pengalaman itu memberinya pelajaran berharga tentang pentingnya pemahaman mendalam mengenai seluk-beluk beternak.
Belajar Otodidak dan Membangun Peternakan Domba
Kendati belum memiliki pengalaman beternak domba, keluarga ini tak patah arang. Wahyu belajar secara otodidak, bahkan sampai melakukan survei ke Yogyakarta, bertanya kepada teman dan kerabat untuk memahami ilmu beternak domba, mulai dari pakan, kandang, hingga kesehatan.
Awalnya, ia hanya memiliki 5 ekor domba betina untuk indukan, kemudian menyusul domba jantan untuk perkawinan. Kini, Gembel Gembul Farm telah memiliki 19 ekor domba, dengan 4 ekor di antaranya adalah hasil kelahiran terbaru. Satu ekor bahkan telah disembelih saat Idulfitri lalu untuk kegiatan sosial (CSR).
Jenis domba yang dipelihara Muslim pun beragam, mulai dari Merino, turunan Sakub, hingga Dombos Wonosobo. Ke depan, ia berencana menjual domba-dombanya dengan sistem timbang hidup, di mana harga per kilogram bisa mencapai Rp60.000 untuk jenis Sakub.
Sementara itu Wahyu menuturkan jika domba relatif mudah dikembangbiakkan dan dikelola, serta memiliki tingkat reproduksi yang baik dibandingkan kambing. Selain itu, daging domba juga lebih empuk.
Integrasi Usaha: Limbah Jadi Berkah
Salah satu inovasi menarik dari Gembel Gembul Farm adalah upaya integrasi dengan usaha UMKM keluarga Muslim lainnya, yaitu produksi kue satu dari bahan kacang hijau.
Muslim melihat peluang besar untuk memanfaatkan limbah kacang hijau dari produksi kue satu sebagai pakan domba. Sebelumnya, limbah ini dimanfaatkan untuk pakan bebek.
Tak hanya itu, pupuk kandang domba juga dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman.
“Tetangga ada yang menanam kacang tanah, kami berikan pupuk kandang dari kotoran domba kami. Ketika tetangga panen, kami diberi rendeng (daun tanaman kacang)-nya,” jelas Muslim, menunjukkan simbiosis mutualisme yang terjalin.
Wahyu, putra Muslim, memiliki visi lebih jauh. Ia berkeinginan agar usaha peternakan domba ini terintegrasi dengan usaha konsumsi daging domba.
“Inginnya ke depan lebih terintegrasi, kami sediakan dombanya, kami tawarkan juga misal mau disembelihkan untuk aqiqah,” pungkas Wahyu.
Kisah Muslim dan Gembel Gembul Farm menjadi bukti nyata bahwa pensiun bukanlah akhir, melainkan sebuah gerbang menuju peluang baru yang bisa diisi dengan semangat kewirausahaan dan kebermanfaatan.







Saat ini belum ada komentar