Breaking News
light_mode
Beranda » Inspiring » Dari Meja Kerja ke Kandang: Kisah Inspiratif Muslim, Pensiunan Kemenag Kebumen yang Jadi Peternak Domba

Dari Meja Kerja ke Kandang: Kisah Inspiratif Muslim, Pensiunan Kemenag Kebumen yang Jadi Peternak Domba

  • account_circle Hari Satria
  • calendar_month Rab, 28 Mei 2025
  • visibility 8.945
  • comment 0 komentar

ALIAN (KebumenUpdate.com) – Pensiun seringkali dibayangi kecemasan akan hilangnya rutinitas dan pendapatan. Namun, kisah inspiratif seorang pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kebumen, Muslim, mematahkan stereotip tersebut.

Ia membuktikan bahwa masa purnabakti justru bisa menjadi lembaran baru yang penuh makna dan produktivitas. Dengan keberanian dan semangat pantang menyerah, Muslim memilih untuk beternak, mengubah kekhawatiran menjadi peluang, serta mengisi hari tua dengan kegiatan yang tak hanya menguntungkan tetapi juga memberikan kepuasan batin.

Setelah bertahun-tahun mengabdi di Kantor Kementerian Agama Kebumen, Muslim, warga Desa Karangtanjung, Kecamatan Alian, memilih jalur yang tak biasa untuk mengisi masa pensiunnya: beternak domba.

Keputusan ini diambil bukan tanpa pertimbangan, melainkan dengan keyakinan bahwa masa pensiun bisa menjadi awal dari produktivitas baru. Kisahnya menjadi inspirasi bagi banyak pensiunan lain yang mungkin masih ragu dalam menghadapi babak baru kehidupan mereka.

Perjalanan dari Meja Kerja ke Kandang Domba

Muslim memulai petualangan barunya di dunia peternakan pada November 2024. Bersama putranya, Wahyu, ia mendirikan Gembel Gembul Farm (Peternakan Domba Kebumen) yang berlokasi di Dukuh Sokaprayan, Desa Karangtanjung, Kecamatan Alian.

Sebelumnya, Muslim memang sudah memiliki pengalaman beternak, meski dengan jenis hewan yang berbeda.

“Menjelang purna tugas, saya sudah ternak bebek, ayam, sama ikan gurameh. Saya posting di grup kerjaan, diapresiasi,” kenang Muslim kepada KebumenUpdate.com, Selasa 27 Mei 2025.

Namun, usaha-usaha sebelumnya tak selalu mulus. Ternak ikan gurameh sering terkendala serangan biawak yang menghabiskan seisi kolam, sementara ternak ayamnya pernah mati massal karena virus. Pengalaman itu memberinya pelajaran berharga tentang pentingnya pemahaman mendalam mengenai seluk-beluk beternak.

Belajar Otodidak dan Membangun Peternakan Domba

Kendati belum memiliki pengalaman beternak domba, keluarga ini tak patah arang. Wahyu belajar secara otodidak, bahkan sampai melakukan survei ke Yogyakarta, bertanya kepada teman dan kerabat untuk memahami ilmu beternak domba, mulai dari pakan, kandang, hingga kesehatan.

Awalnya, ia hanya memiliki 5 ekor domba betina untuk indukan, kemudian menyusul domba jantan untuk perkawinan. Kini, Gembel Gembul Farm telah memiliki 19 ekor domba, dengan 4 ekor di antaranya adalah hasil kelahiran terbaru. Satu ekor bahkan telah disembelih saat Idulfitri lalu untuk kegiatan sosial (CSR).

Jenis domba yang dipelihara Muslim pun beragam, mulai dari Merino, turunan Sakub, hingga Dombos Wonosobo. Ke depan, ia berencana menjual domba-dombanya dengan sistem timbang hidup, di mana harga per kilogram bisa mencapai Rp60.000 untuk jenis Sakub.

Sementara itu Wahyu menuturkan jika domba relatif mudah dikembangbiakkan dan dikelola, serta memiliki tingkat reproduksi yang baik dibandingkan kambing. Selain itu, daging domba juga lebih empuk.

Integrasi Usaha: Limbah Jadi Berkah

Salah satu inovasi menarik dari Gembel Gembul Farm adalah upaya integrasi dengan usaha UMKM keluarga Muslim lainnya, yaitu produksi kue satu dari bahan kacang hijau.

Muslim melihat peluang besar untuk memanfaatkan limbah kacang hijau dari produksi kue satu sebagai pakan domba. Sebelumnya, limbah ini dimanfaatkan untuk pakan bebek.

Tak hanya itu, pupuk kandang domba juga dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman.

“Tetangga ada yang menanam kacang tanah, kami berikan pupuk kandang dari kotoran domba kami. Ketika tetangga panen, kami diberi rendeng (daun tanaman kacang)-nya,” jelas Muslim, menunjukkan simbiosis mutualisme yang terjalin.

Wahyu, putra Muslim, memiliki visi lebih jauh. Ia berkeinginan agar usaha peternakan domba ini terintegrasi dengan usaha konsumsi daging domba.

“Inginnya ke depan lebih terintegrasi, kami sediakan dombanya, kami tawarkan juga misal mau disembelihkan untuk aqiqah,” pungkas Wahyu.

Kisah Muslim dan Gembel Gembul Farm menjadi bukti nyata bahwa pensiun bukanlah akhir, melainkan sebuah gerbang menuju peluang baru yang bisa diisi dengan semangat kewirausahaan dan kebermanfaatan.

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

Suka menulis, membaca dan berpetualang.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aktivitas Pasar Pagi Tumenggungan, Kebumen tampak ramai di tengah pandemi Covid-19. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)

    Menuju New Normal, Pemkab Kebumen Terapkan Sistem Zonasi

    • calendar_month Sel, 26 Mei 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 9.092
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Pemkab Kebumen menerapkan sistem zonasi untuk penanganan Covid-19. Sistem zonasi diterapkan guna mengidentifikasi wilayah yang terpapar Covid-19 maupun yang belum sama sekali, agar mendapat perlakuan yang berbeda. Secara umum sistem zonasi terbagi menjadi empat zona, yaitu zona hijau, zona kuning, zona orange dan zona merah. Namun di Kebumen hanya menerapkan tiga zona […]

  • Kali Ketujuh Pemkab Kebumen Raih WTP dari BPK RI Secara Berturut-turut

    Kali Ketujuh Pemkab Kebumen Raih WTP dari BPK RI Secara Berturut-turut

    • calendar_month Rab, 22 Mei 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.746
    • 0Komentar

    SEMARANG (KebumenUpdate.com) – Pemkab Kebumen kembali meraih penghargaan predikat/opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) atas hasil pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2023. Laporan hasil pemeriksaan keuangan tersebut diserahkan oleh Kepala BPK Perwakilan Provinsi Jawa Tengah Hari Wiwoho kepada Bupati Arif Sugiyanto di Gedung BPK RI […]

  • Begini Cara Dirut BPJS Kesehatan Atasi Tantangan Program JKN-KIS

    Begini Cara Dirut BPJS Kesehatan Atasi Tantangan Program JKN-KIS

    • calendar_month Rab, 17 Jul 2019
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 4.555
    • 0Komentar

    BASEL, SWISS (KebumenUpdate) –  Salah satu tantangan dalam penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) saat ini adalah bagaimana menyelaraskan antara anggaran (biaya) yang terbatas dengan tingginya angka pemberian pelayanan kesehatan. Menurut Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris, pengembangan model dan sistem pembiayaan menjadi salah satu alternatif mengatasi tantangan tersebut. Saat ini […]

  • Geopark Kebumen: Masihkah Relevan, Masihkah Signifikan?

    Geopark Kebumen: Masihkah Relevan, Masihkah Signifikan?

    • calendar_month Kam, 16 Feb 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 4.829
    • 0Komentar

    Oleh: Sigit Tri Prabowo PADA awal era 2000-an, sebuah lembaga sosial dunia melakukan swatelaah (self-assesment) atas peran dan arti keberadaan mereka di tengah masyarakat dunia. Mereka menjaring masukan dari banyak pihak, sejauh mana kehadiran mereka masih memiliki arti penting, signifikansi bagi masyarakat maupun bagi anggota lembaga tersebut. Mereka juga coba bercermin apakah semua sikap, kebijakan […]

  • Kampung Siaga Bencana

    Kemensos Bentuk Kampung Siaga Bencana di Bonorowo dan

    • calendar_month Ming, 23 Jul 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.191
    • 0Komentar

    BONOROWO (KebumenUpdate.com) – Kementerian Sosial (Kemensos) RI bersama Pemkab Kebumen membentuk Kampung Siaga Bencana (KSB) di Kabupaten Kebumen. Pembentukan KSB Kabupaten Kebumen tahun 2023 dilaksanakan di dua lokasi yaitu di Kecamatan Bonorowo dan Petanahan. Pembentukan KSB ditandai dengan apel kesiapsiagaan bencana dan uji simulasi penanggulangan bencana berbasis masyarakat melalui di Lapangan Kecamatan Bonorowo, Sabtu 22 […]

  • MJB Bhayangkara

    MJB Bhayangkara Juarai Volleyball Competition Rektor Cup UPB 2024

    • calendar_month Sel, 11 Jun 2024
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 3.381
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Tim MJB Bhayangkara menjadi juara 1 pada turnamen bola voli bertajuk Volleyball Competition Season 4 Rektor Cup UPB  2024. Tim MJB Bhayangkara menjadi kampium setelah mengalahkan klub Sinar Laut dengan skor 3-0 dalam laga final di lapangan kampus Universitas Putra Bangsa, Sabtu 15 Juni 2024 malam. Tim yang dimanajeri oleh Aipda Erwin […]

expand_less