Bripka Sarno, Olah Lahan Kosong Jadi Kebun Sayuran, Hasilnya untuk Masyarakat
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Jum, 20 Jan 2023
- visibility 3.351
- comment 0 komentar

Bripka Sarno menunjukkan pare hasil budidayanya. (Foto: Dok. Polres Kebumen)
Saat ini ia sangat terbuka jika ada warga masyarakat di sekitar Desa Kalijirek yang memiliki lahan kosong untuk digarap seperti lahan di samping rumahnya. Dia akan sangat senang jika memiliki lahan lain agar lebih bermanfaat bagi masyarakat luas.
“Saya ingin ada perluasan lahan agar cakupan manfaat semakin luas. Pernah juga nembung Kepala Desa Kalijirek. Namun sampai saat ini masih mendapatkan persetujuan,” ujarnya.
Perluasan lahan dimaksudkan agar sayuran hasil budidaya tidak sekadar cukup untuk dimakan. Tetapi bisa untuk dititipkan di warung-warung dan hasilnya bisa menambah pemasukan warga sekitar.
“Sekarang ini kami juga menanam timun suri sebanyak 100 pohon. Dengan dengan masa tanam 60-75 hari panen,” ujarnya.
Keberadaan Polri Memberi Manfaat kepada Masyarakat
Pengabdian Bripka Sarno tak lepas dari dukungan penuh keluarga. Dengan tiga anak kandung yang masih sekolah dan satu anak angkat yang kuliah, gajinya sebagai seorang polisi ditambah dengan gaji istrinya yang merupakan seorang ASN di Badan Pusat Statistik (BPS) Kebumen cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Semua kebijakan saya alhamdulillah, mendapat dukungan istri. Karena bisa berbagi menjadi bahagia kami,” ujarnya.
Baca Juga: Viral Mirip Syahrini, Suci Penjual Mendoan Amba Keluarkan Single Perdana
Saat masih bertugas di Papua, setiap bulan dia juga menyisihkan beras jatah untuk disumbangkan ke panti. Saat memberikan bantuan itu, dirinya merasa lebih tenang. Mungkin juga atas doa-doa dari mereka istrinya bisa lolos saat mengikuti seleksi penerimaan CPNS.
“Apa yang kami berikan itu hakekatnya milik mereka. Karena di dalam harta kita juga ada hak mereka,” ujar Bripka Sarno yang saat pindah tugas ke Kebumen memberikan sepeda motor beserta BPKB-nya ke panti termasuk perabot di asrama di bagikan kepada yang membutuhkan.
Bripka Sarno pun menekankan ‘mantra’ kepada keluarganya, “Berbagilah, jangan tunggu lebih. Jangan tunggu lebih untuk berbagi. Berbahagialah karena melihat orang lain bahagia dengan sumbangsih dan partisipasi kita. Sekalipun sumbangsih itu tidak hanya materi tetapi dari tenaga maupun bantuan pikiran kita.”
Gaya hidup sederhana yang dijalani Bripka Sarno selaras dengan apa yang ditekankan Kapolri agar anggota Polri tidak hidup hedon. Selain itu, kehadiran anggota Polri memberi manfaat kepada masyarakat sekitar.







Saat ini belum ada komentar